Fitur Baru WhatsApp Untuk Memerangi Hoax dan Spam
Sumber gambar: WhatsApp
in

Fitur Baru WhatsApp Untuk Memerangi Hoax dan Spam

UGET-UGET | Dalam pertaruhannya untuk menghentikan penyebaran hoax dan spam, baru-baru ini penyedia layanan pengiriman pesan WhatsApp menambakan label yang mengindikasikan sebuah pesan saat diteruskan ke orang lain. Setelah itu, perusahaan ini menajamkan strateginya dengan membatasi berapa banyak grup yang bisa dikirimi pesan berantai.

Jika sebelumnya seseorang bisa mengirimkan pesan berantai ke banyak grup tanpa batasan, uji coba algoritma baru ini akan membatasi pengiriman hanya ke 20 grup saja di seluruh dunia.

Bahkan di India, negara dengan 200 juta pengguna aktif, pembatasan ini berlaku untuk lima grup saja. Selain itu, fitur “quick forward” yang membebaskan pengguna untuk mengalihkan pesan berupa foto dan video kepada pengguna lain sudah dihilangkan.

Fitur Baru WhatsApp Untuk Memerangi Hoax dan Spam
Sumber gambar: WhatsApp

“Kami percaya bahwa perubahan ini –yang mana akan terus kami evaluasi- akan menjaga WhatsApp untuk menjadi aplikasi yang kami harapkan: aplikasi penyedia pesan pribadi,” jelas perusahaan WhatsApp seperti dilansir dari TechCrunch.

Perubahan ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk menghentikan berbagai berita yang cepat viral. Namun, tampaknya langkah tersebut bukanlah solusi yang pasti dan bisa menghentikan problem ini secara menyeluruh. Bagaimanapun, solusi ini akan terlihat rapuh dan rentan manipulasi akhirnya.

Sebelumnya, perubahan terkait sistem pengiriman pesan ini merupakan respon dari beberapa kejadian yang terjadi di India. Baru-baru ini, stasiun berita BBC melaporkan satu orang mati dan dua orang yang lain mengalami luka akibat persekusi. Hal itu terjadi setelah beredarnya rumor dan pesan berantai di WhatsApp yang menuduh bahwa ketiga orang tersebut merupakan tersangka atas kasus penculikan anak yang terjadi di desa kecil terpencil.

Tercatat, 17 orang terbunuh dari kasus pelaporan yang sama. Mereka menerima persekusi dari warga setempat tanpa melibatkan pihak berwajib maupun mengindahkan hukum yang berlaku. Selain itu, kepolisian India pun hanya menjelaskan bahwa kematian ketujuhbelas orang tersebut berkaitan dengan penyebaran informasi palsu di WhatsApp.

Merespon hal tersebut, WhatsApp –yang kini sebagian besar sahamnya dimiliki Facebook- mengisi iklan satu halaman penuh pada koran lokal. Pembelian tersebut digunakan untuk memperingatkan warga agar berhati-hati terhadap penyebaran informasi palsu.

The Economic Times India melaporkan bahwa Facebook dan WhatsApp berencana untuk menambahkan sistem verifikasi informasi palsu yang sebelumnya pernah digunakan di Meksiko.  Koran tersebut menjelaskan bahwa perusahaan Facebook telah melakukan pembicaraan dengan Komisi Pemilihan India.

Terlepas dari memecahkan solusi untuk menghentikan persekusi, barangkali kejadian seperti ini akan berlanjut dan bertambah mengingat pemilihan umum yang berlangsung tahun depan di India. Lalu Indonesia? Kita memiliki momentum yang sama dan kasus yang sama. Peningkatan kasus persekusi warga dari tahun ke tahun dan persiapan Pemilu, akankah menjadi bom waktu lain yang mengancam keamanan dan kenyamanan hidup berbangsa dan bernegara? Semoga tidak.

Written by Agus A. Pribadi

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Buka Suara Terkait Video Audisi KDI Waode Sofia

Selain Fatin Shidqia, Citra Scholastika Ikut Buka Suara Terkait Video Audisi KDI Waode Sofia

Misteri Kemunculan Pasukan Lampor Nyai Roro Kidul Muncul Lagi. Pertanda Apa?

Misteri Kemunculan Pasukan Lampor Nyai Roro Kidul Muncul Lagi. Pertanda Apa?