Waspadalah, Jejak Digital Itu Ada Bahayanya Lho
Sumber gambar: www.quora.com
in

Waspadalah, Jejak Digital Itu Ada Bahayanya Lho

UGETUGET – Perkembangan teknologi semakin pesat. Hampir semua orang memiliki telepon pintar. Satu atau dua orang yang saya tanyai alasan kepemilikan, karena kebutuhan komunikasi. Namun ada juga yang memilikinya hanya karena gengsi. Dengan memiliki satu jenis telepon pintar seri terbaru, mereka berharap akan menjadi pusat perhatian dari orang-orang sekitar. Tapi tak mengapa, begitulah manusia.

Yang harus Anda sadari adalah, di zaman yang memindahkan segala bentuk kegiatan manusia dalam ruang digital ini, ada yang disebut dengan jejak digital. Mengutip dari laman tirto.id, yang mengutip dari jurnal karya Sandi S. Varnado berjudul ““Your Digital Footprint Left Behind at Death: An Illustration of Technology Leaving the Law Behind”, jejak digital adalah merupakan kumpulan jejak dari semua data digital, baik dokumen maupun akun digital. Jejak digital dapat tersedia baik bagi data digital yang disimpan di komputer maupun yang disimpan secara online.

Mudahnya, segala kegiatan yang Anda lakukan di ruang online, atau kita sering menyebutnya digital, selalu meninggalkan jejak atau bekas yang jika seseorang di luar sana menggunakannya bisa dimanfaatkan sebagai salah satu cara untuk merangkai dan memahami tingkah laku kita. Misalkan adalah aktifitas kita saat belanja online, mengingat hampir sebagian besar masyarakat kita sudah beralih menggunakan e-commerce karena lebih praktis dan fleksibel.

Waspadalah, Jejak Digital Itu Ada Bahayanya Lho
Sumber gambar: www.quora.com

Ketika ada seseorang berniat jahat, katakanlah hacker, sedang iseng, ia bisa menggunakan jejak digital transaksi Anda yang tertinggal di situs, atau aplikasi mesin pencari yang ada di telepon pintar. Cukup ia memasuki sistem ini, dengan meretas sandi dan keamanan sistem, menggunakan nomor akun bank Anda, masuk akun bank Anda melalui software atau pintu lain, dan habislah sudah uang Anda karena sudah berpindah tempat.

Itu adalah contoh mudahnya, karena dalam aplikasi kenyataannya, penggunaan jejak digital bisa demikian luas, mengingat banyak sekali jenis jejak digital. Lalu apa saja jenis jejak digital itu? Ia bisa berupa data email Anda, data sosial media, transaksi keuangan, identitas diri, dan masih banyak lainnya. Maka, ada baiknya sejak sekarang Anda berpikir ulang untuk membatasi segala kegiatan Anda di dunia digital, mengingat betapa rentannya keamanan diri Anda di dunia ini.

Written by Biru Samudra

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Acara Buka Puasa Bersama Akan Lebih Berkesan Jika Kamu Memperhatikan 5 Hal Berikut Ini

Acara Buka Puasa Bersama Akan Lebih Berkesan Jika Kamu Memperhatikan 5 Hal Berikut Ini

Viral Kaos Oblong Tumpuk Kemeja, Harganya Bikin Kita Kaget

Viral Kaos Oblong Tumpuk Kemeja, Harganya Bikin Kita Kaget