uget uget - Video Joget Ini Kok Tidak di-Blacklist Kominfo?
Sumber gambar: YouTube.com
in

Video Joget Ini Kok Tidak di-Blacklist Kominfo?

UGETUGET — Video joget anak-anak ini tidak di-blacklist, padahal tidak pas dengan momen. Anak-anak ini konon berjoget untuk merayakan kemerdekaan. Dengan joget-jogetan? Seriously?

Tapi, kita harus berusaha mengomentari video joget ini dengan adil. Baiklah. Coba kita bikin perbandingan ringkas dulu.

Kalau saja anak-anak yang lahir di era 90-an sudah melek teknologi, pasti akan ada banyak peristiwa yang dapat dilihat oleh anak-anak zaman sekarang. Tidak usah muluk-muluk, bisa membuat video saja akan membuat mereka dapat mengabadikan peristiwa-peristiwa anak-anak 90-an.

Misalnya, video tentang anak-anak kecil sedang main layangan. Dengan telanjang dada, mereka berlari di tengah lapangan sepak bola sambil menarik layangan buatan sendiri. Keringat bercucuran dan dahi keling terkena matahari.

Puh, wajahnya mirip romusha di zaman Jepang. Eh, emang romusha zaman Jepang mukanya kayak apa yak? Pokoknya seperti itu. Sambil megap-megap anak-anak itu terus berlari, menarik benang yang terhubung dengan lapangan.

Sayangnya, anak-anak itu tidak bisa membuat video. Mereka masih terlalu dusun untuk itu (anak dusun zaman sekarang sih sudah bisa membuat video). Kalau saja mereka bisa, pasti videonya lebih ngehit daripada Gangnam Style di Korea.

Video yang mereka buat pun akan lebih baik daripada video-video anak zaman sekarang. Kendati tidak bagus-bagus amat, setidaknya tidak akan seperti video joget yang nggak jelas.

Tetapi, bisa jadi video yang mereka buat akan di-blacklist oleh Kominfo. Sebabnya: melanggar norma sosial. ‘Kan telanjang dada termasuk tindakan asusila? Masuk dalam pelanggaran pornografi, dan jelas-jelas melanggar undang-undang pervideoan.

Ironisnya, video joget-jogetan yang nggak jelas malah dibiarkan. Mungkin tidak ada yang dilanggar, jadi dibiarkan saja.

Tapi masak hal seperti ini terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan dengan banyaknya penyensoran di televisi Bilang anying, disensor. Telapak tangan kelihatan di-blur. Stand Up Comedy komika mau ngelucu di-tit. Penonton mau ketawa di-cut.

Anehnya, ada video joget anak-anak pas peringatan tanggal tujuh belas Agustus, tapi dibiarin. Merayakan kemerdekaan ya merayakan, tapi nggak gitu juga keles. Merayakan kemerdekaan kok joget-joget. Kalau kata Pakde Indro pas jadi juri Stand Up Comedy, pesan moralnya mana?

Memang, merayakan kemerdekaan dalam bentuk apa pun adalah hak setiap warga negara. Dan kalau ada yang ingin merayakannya dengan berjoget ria, tidak ada yang melarang. Mengkritik mereka sebenarnya juga bukan hal yang bijak.

Mestinya tiap-tiap orang yang dapat menentukan hal-hal yang dianggap baik dan tidak. Sebagai masyarakat yang hidup di era yang konon telah jadi modern, sudah seharusnya mereka dapat memilih hal-hal baik untuk dirinya sendiri. Sudah bukan zamannya nilai baik dan buruk mesti ditentukan orang lain.

Begitu pula negara seharusnya tidak terlalu membatasi. Setiap orang punya jalannya masing-masing. Dan kalau ada yang menganggap buruk suatu hal, belum tentu buruk pula menurut yang lain. Bisa jadi merayakan kemerdekaan dengan berjoget ria dianggap buruk oleh sekelompok orang. Bisa jadi ada yang beranggapan sebaliknya.

Sumber gambar: YouTube.com

Written by Permadi Suntama

Pengamat sepakbola Jepang. Sering nonton bola lewat live score.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

uget uget - mat solar bajaj bajuri

Asiknya Ide Mat Solar Bajaj Bajuri Skak

uget uget - Wisata Sungai Maron Traveling ke Surga

Wisata Sungai Maron: Traveling ke Surga