Vending Machine Keluarkan Cerita-Cerita Pendek dan Puisi?
Sumber gambar: YouTube.com
in

Vending Machine Keluarkan Cerita-Cerita Pendek dan Puisi?

UGET UGET – Saat berada di stasiun, tentu hal yang membosankan harus menunggu kedatangan kereta. Bermain handphone mungkin menjadi pilihan yang mengasyikkan. Namun berbeda dengan yang terjadi di stasiun kereta api di Prancis. Di sana penumpang kereta disuguhkan secara cuma-cuma cerita pendek atau puisi dari mesin penjual otomatis (vending machine) sembari menunggu kereta datang.

Vending machine ini dimaksudkan untuk memberikan hiburan yang lain dari biasanya. Dengan mesin ini, penumpang cukup menekan tombol waktu tunggu, satu menit, tiga, atau lima menit. Lama waktu ini menentukan panjang pendeknya cerita yang akan mereka baca. Setelah menekannya, secarik kertas akan keluar dari lubang pada mesin itu.

Penumpang tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk dapat menikmati cerita-cerita itu. Dilansir merdeka.com, mesin tersebut menyediakan lebih dari 5.000 cerita dari berbagai genre, mulai dari cerita anak-anak sampai puisi yang mendayu. Semuanya ditulis secara anonim.

Biasanya vending machine identik dengan memproduksi makanan, minuman, atau boneka. Namun kini, ada pula yang mengeluarkan cerita pendek dan puisi. Ternyata, gagasan mesin penyedia cerita pendek gratis ini merupakan visi dari Short Edition, sebuah penerbitan yang mengkhususkan pada cerita-cerita pendek.

“Ambisi kami adalah melihat para distributor bermunculan di mana-mana untuk mendorong budaya membaca dan menulis serta untuk mempromosikan para seniman yang kami punya,” begitu cerita Direktur Short Edition, Christophe Sibieude. Media kertas dijelaskan Christope, sengaja dipilih sebab lebih praktis daripada artikel online atau buku elektronik.

Mulanya, pemasangan mesin penyedia cerita diuji coba di stasiun Grenoble tahun 2015. Namun karena besarnya minat orang, mesin ini kemudian dipasang di 24 stasiun kereta di seluruh Prancis. Bahkan rencananya, 11 mesin lagi akan diperkenalkan di stasiun-stasiun lain. Kalau masyarakat di sana antusias, kira-kira kamu tertarik juga tidak ada vending machine seperti ini di Indonesia?

Cara seperti ini juga dapat memberdayakan karya-karya para penulis. Ini bisa menjadi media untuk mendekatkan antara penulis dengan pembaca. Apalagi mesin ini diletakkan di ruang publik, bayangkan saja ada berapa banyak orang yang mengaksesnya. Para penulis pun akan memunyai pembaca efektif.

Kalau dari segi konten, oleh karena stasiun adalah ruang publik – yang di dalamnya bisa terdiri dari berbagai usia – sebaiknya dipertimbangkan segi kelayakannya. Lebih baik cerita-cerita dipilihkan yang dapat dinikmati oleh semua umur.

Nah, vending machine ini sepertinya bagus untuk diterapkan di Indonesia, apalagi budaya membaca di Indonesia masih sangat rendah. Daripada gabut menunggu, lebih baik menghabiskan waktu dengan sesuatu yang berfaedah, salah satunya dengan membaca.

Apalagi medianya juga kertas. Ini juga saya setuju, membaca lewat kertas sepertinya jauh lebih mudah dicerna daripada lewat gawai. Lebih baik membaca bersama, daripada sibuk masing-masing dengan gawainya. Kapan di Indonesia ada yang seperti ini?

Sumber gambar: YouTube.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Pria Jauh Lebih Bahagia Pacaran:Menikah dengan Wanita Pipi Chubby

Pria Jauh Lebih Bahagia Pacaran/Menikah dengan Wanita Pipi Chubby

Virgil van Dijk Harus Siap Jawab Tantangan Dunia Sepak Bola

Virgil van Dijk Harus Siap Jawab Tantangan Dunia Sepak Bola