Bagaimana Turki menjadi Negara Sekuler?
Sumber gambar: www.highplainschautauqua.org
in

Bagaimana Turki menjadi Negara Sekuler?

UGET UGET – Evolusi Turki di awal tahun 1900-an merupakan salah satu peristiwa yang berdampak besar dalam sejarah Islam. Sebagai dinasti terakhir yang berbentuk kekhalifahan, perubahan Dinasti Ottoman menjadi Negara Turki mengubah gerak sosial dan politik seluruh umat Islam, terutama bagi Turki sendiri. Dari Dinasti Islam yang besar menjadi negara Islam pertama yang menganut ideologi sekularitas atau lebih dikenal dengan sebutan negara sekuler.

Lalu bagaimana itu bisa terjadi?

Kebangkitan Ataturk

Keputusan Dinasti Ottoman untuk ikut serta dalam Perang Dunia I merupakan kesalahan terbesar. Dinasti yang dijalankan oleh Tiga Pasha yang diktator berada di Pihak Jerman, melawan Inggris, Prancis dan Rusia. Dari selatan Ottoman diserang oleh Inggris, Timur oleh Russia, dan Yunani dari Barat. Di tahun 1918 ketika PD I telah selesai, hampir keseluruhan dari Ottoman dikuasai oleh tiga negara tersebut, yang menyisakan Anatolia sebagai satu-satunya wilayah kekuasaan Ottoman.

Di jantung Anatolia muncul Mustafa Kemal sebagai pahlawan bagi ras Turki. Menjadi salah satu panglima Ottoman, Mustafa Kemal mampu memimpin pasukannya, terutama ketika Ottoman memukul balik Inggris pada perang di Gallipoli.

Melihat semakin melemahnya kesultanan Ottoman, Kemal muncul dengan semangat pembaharuannya merangkai kembali sebuah negara yang hampir musnah akibat PD I. Ia melihat kesultanan model Ottoman tidak lagi bisa diharapkan. Ia ingin membangun sebuah negara yang tidak lagi disatukan oleh Islam dan kesatuan multi-etnis. Ia ingin membangun nasionalisme ras Turki.

Di dalam kalimatnya yang sangat terkenal, Kemal berkata: “Bahkan sebelum menerima agama dari Arab (Islam), Turki adalah orang-orang yang hebat. Setelah menerima Islam, agama ini tetap tidak mampu menyatukan orang-orang Arab, Persia dan Mesir di dalam payung Turki. Justru agama ini mematikan semangat nasionalisme Turki. Hal ini patut terjadi. Sebab agama yang dibawa oleh Muhammad ini, tidak akan lepas dari tarikan politik Arab.” (Mustafa Kemal, Medeni Bilgiler).

Pada tahun 1920-an Kemal memulai Perang Kemerdekaan Turki dari Ottoman dan memaksa Yunani, British dan Prancis untuk mengembalikan tanah jajahan mereka. Pada tahun 1922 berhasil mengusir semua penjajah dan mendirikan Republik Turki yang dijalankan oleh sebuah majelis nasional, GNA. Kemal sendiri menjadi presiden, yang memakai gelar “Ataturk”, Pemimpin Orang-Orang Turki.

Penghapusan Kekuasaan Ottoman

Tugas pertama Ataturk adalah menyatukan dua kekuatan, antara Republik yang dijalankan oleh GNA di Ankara dan Kesultanan Ottoman di Istanbul yang masih berpengaruh besar. Pada tanggal 1 November 1922, Ataturk menghapuskan otoritas kesultanan dengan mengangkat semua keluarga kesultanan menduduki posisi di GNA, tanpa menghapus figur sultan. Hal ini menjadikan sultan masih ada, namun tidak lagi memiliki kekuatan politik.

Bagi muslim yang berada di luar Turki, gerakan politik Ataturk dianggap membahayakan eksistensi kekhalifahan. Di India, orang-orang Islam mendirikan organisasi gerakan Khilafah untuk menyelamatkan khilafah, bahkan dari orang Turki sendiri.

Bagi Ataturk, gerakan ini merupakan intervensi asing bagi kesatuan Turki. Atas alasan ini, pada 3 Maret 1924, Ataturk dan GNA menghapus posisi khalifah dan membuang keluarga Ottoman.

Proses Sekularisasi

Tidak sampai di situ, Ataturk mulai melakukan pembersihan terhadap orang yang dianggap berbahaya merusak kesatuan negara Turki. Tentu orang-orang itu adalah yang masih loyal terhadap kekhalifahan.

Pertama, Ataturk mengubah kurikulum pendidikan Islam menjadi sekuler. Lalu GNA mendirikan majlis agama yang menentukan segala aspek keagamaan dalam keseharian. Dengan itu Ataturk mulai mengontrol agama dengan negara. Begitu juga dengan kekuatan para sufi yang mulai dihabisi.

Beberapa segi keagamaan yang disekularisasi oleh Ataturk adalah sebagai berikut:

1. Kopyah, surban dan penutup kepala tidak menunjukkan modernitas.
2. Begitu juga dengan hijab. Perempuan yang berhijab dianggap kontra modern.
3. Kalender Hijriyah diganti dengan kalender Masehi.
4. Pada 1932, azan tidak dikumandangkan dengan bahasa Arab. Tetapi diterjemahkan ke dalam bahasa Turki dan mulai dipakai di berbagai masjid.
5. Hari libur yang sebelumnya hari Jumat diganti dengan Sabtu dan Minggu.
6. Pada 1928, ideologi negara diganti dari Islam menjadi sekuler.

Reformasi Bahasa

Ataturk menyadari bahwa revolusi politik dan pemerintahan bukan akhir dari proses sekularisasi. Ia akan berjalan dengan sendirinya ketika, di samping intervensi militer yang telah ia bangun, juga keterpisahan generasi muda dari sejarah dan budaya.

Dengan alasan kebangkitan pengetahuan, Ataturk mengganti aksara Arab dengan Latin. Sebagaimana bahasa Persia, bahasa Turki ditulis dengan aksara Arab setelah konversi Turki ke Islam pada tahun 900-an. Sehingga, mengganti aksara Arab dengan Latin, sama saja dengan menghapus ingatan kolektif masyarakat Turki dari awal.

Agenda selanjutnya adalah menjadikan bahasa Turki sebagai bahasa nasional, menggantikan bahasa Arab. Dengan dalih kebangkitan nasional, Ataturk memakai bahasa lama Turki yang dipakai sebelum datangnya Islam. Begitu juga dengan penyebutan sejarah Turki. Perang Kemerdekaan Turki yang sebelumnya diistilahkan dengan Istiklal Harbi diganti dengan Kurtulus Savasi, karena istiklal dan harb merupakan bahasa Arab.

Revolusi bahasa menjadi puncak kemenangan Ataturk. Generasi muda tidak lagi bisa berkomunikasi dengan generasi sebelumnya. Sehingga, untuk membuat versi sejarah baru sangat memungkinkan.

Negara Sekuler Turki

Segala bentuk reformasi Ataturk tersebut berjalan secara efektif. Selama lebih dari 80 tahun, Turki menjadi negara sekuler. Sehingga sangat sulit untuk mengembalikannya ke masa Dinasti Ottoman. Salah satunya lewat intervensi militer yang telah dijalankan oleh Ataturk.

Pada 1950, Adnan Menderes terpilih sebagai perdana menteri dan mengembalikan azan dengan bahasa Arab. Meski berhasil, Adnan lalu digulingkan lewat agresi militer di tahun 1960. Belakangan, pada tahun 1996, Necmettin Erbakan terpilih sebagai perdana menteri, dan secara terang-terangan mengaku sebagai Islamis. Sekali lagi ia digulingkan oleh militer setahun setelah terpilih.

Relasi Islam dan Turki Modern masih sukar. Sebagian mendukung Ataturk dan sekularisme, sebagian lagi memimpikan kejayaan Turki bersama Islam. Salah satu contohnya adalah karya-karya Orhan Pamuk yang kontroversial, menginginkan kejayaan Ottoman. Bagaimana pun, pertautan antara dua isu besar tersebut sepertinya belum bisa didamaikan dalam waktu dekat.

Sumber gambar: www.highplainschautauqua.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Al Khawarizmi, Pemain Matematika dan Penemu Bilangan 0

Al Khawarizmi, Pemain Matematika dan Penemu Bilangan 0

McDonald’s, Cara Kerja Bisnis Modern

McDonald’s, Cara Kerja Bisnis Modern