Cinta dan Kerinduan Fans Saat Mengenang Tujuh Tahun Meninggalnya SuperSic
Sumber gambar: motorcyclenews.com
in

Cinta dan Kerinduan Fans Saat Mengenang Tujuh Tahun Meninggalnya SuperSic

UGET-UGET | Sudah tujuh tahun lamanya SuperSic, Marco Simoncelli meninggalkan kita semua. Rider MotoGP yang dikenal dengan rambut krebonya itu memang sudah lama pergi. Namun cinta para fans kepadanya tidak akan berkurang. Dia akan selalu dikenang selamanya.

Tanggal 23 Oktober 2011 adalah tanggal yang tidak akan terlupakan bagi para fans SuperSic. Hari itu adalah hari terakhir dia balapan. Dan pada saat itu juga, dia mengalami kecelakaan fatal yang merenggut nyawanya. Memisahkan dia dari kita semua.

Cinta dan Kerinduan Fans Saat Mengenang Tujuh Tahun Meninggalnya SuperSic
Sumber gambar: motorcyclenews.com

Di bulan ini, tepatnya pada tanggal yang sama, banyak fans yang memperingati tujuh tahun kepergiannya. Tidak ada yang sedikitpun kehilangan cintanya untuk SuperSic meskipun dia sudah tiada. Kerinduan semakin terasa di hari itu. Terlebih saat mengingat momen-momen indah di masa lalu.

Akun MotoGP di Instagram tidak lupa juga memperingati tujuh tahun kepergian SuperSic. Postingan tersebut banjir komentar haru dari para fans. Ungkapan cinta, kerinduan, dan kesedihan terlihat di sana.

Memang benar, apa yang terjadi kepada SuperSic tujuh tahun lalu sangat membekas di hati para pencinta MotoGP. Terlebih bagi yang menyaksikan kejadian itu secara langsung.

Masih sangat jelas teringat, meski sudah tujuh tahun lalu terjadi. Saat itu SuperSic mengawali balapan dengan semangat yang tinggi. Sayangnya, dia kehilangan kendali di tengah balapan. Dan semuanya terjadi begitu cepat. Colin Edward dan Valentino Rossi yang ada di dekatnya pun tak bisa menghindar lagi.

Cinta dan Kerinduan Fans Saat Mengenang Tujuh Tahun Meninggalnya SuperSic1
Sumber gambar: motorek.wordpress.com

Ya, SuperSic sudah tertidur di lintasan saat itu. Helmnya terlepas. Semua berteriak. Semua tegang. Bendera merah balapan dikibarkan. Cemas, panik, dan tangis pecah. Tidak ada yang bisa tenang saat itu. Tenaga medis bergerak cepat. Berusaha memberikan yang terbaik untuk menolong SuperSic. Tapi Tuhan, memintanya untuk pulang.

Sepang, sirkuit yang akan selalu mengingatkan kita kepada Simoncelli. Jujur, setiap kali balapan di sirkuit itu, selalu ada nama Simoncelli yang membayang. Bukan menghantui, tapi mengingatkan. Mengingatkan bahwa cinta untuknya tidak pernah hilang. Sekaligus mengenangnya sebagai rider yang sangat pemberani.

Sudah tujuh tahun dia pergi. Fans tidak akan pernah lupa untuk terus mengenang hari itu. Bahkan AC Milan yang merupakan klub kebanggaannya juga turut mengenang kepergian mantan penggemarnya itu.

Semoga tenang di sana Simoncelli. Rasa cinta dan kerinduan selalu ada untukmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Hidup Tidak Bahagia Coba Kita Renungkan Lagi Alasannya

Hidup Tidak Bahagia? Coba Kita Renungkan Lagi Alasannya

Cuitan Twitter “Bahasa Lain dari Kangen” Ini Bikin Kamu Pengen Cepet-Cepet Chat Doi

Cuitan Twitter “Bahasa Lain dari Kangen” Ini Bikin Kamu Pengen Cepet-Cepet Chat Doi