Menilik Tradisi Unik Suku Himba, Merias Rambut dengan Campuran Kotoran Sapi dan Lumpur Merah
Sumber gambar: www.pinterest.com
in

Menilik Tradisi Unik Suku Himba, Merias Rambut dengan Campuran Kotoran Sapi dan Lumpur Merah

UGET UGET – Sebagai perempuan tentu ingin terlihat cantik. Biasanya setiap suku punya definisi kecantikannya sendiri yang unik. Seperti leher panjang yang dimiliki wanita suku Kayan di Thailand, gigi runcing wanita suku Bagobo di Filipina, telinga panjang suku Dayak di Indonesia, hingga perbaikan rambut dengan campuran kotoran sapi dan lumpur merah yang dilakukan perempuan suku Himba yang terletak di utara Namibia, Afrika.

Perempuan suku Himba suka “merias” rambutnya sesuai keinginan agar tampak seperti rambut gimbal yang kaku.

Biasanya suku mempunyai aturan adatnya sendiri. Termasuk pada bagaimana mereka mendefinisikan perempuan sebagai cantik. Di luar dari definisi dominan mengenai cantik yang terus menerus dilanggengkan media, membuat tradisi seperti tersebut di atas dinilai aneh. Sebab apa yang perempuan suku itu lakukan benar-benar di luar nalar budaya dominan.

Perempuan suku Himba ini kabarnya begitu menghormati sapi. Karenanya, mereka suka menggunakan kotoran sapi untuk riasan, baik untuk rambut, juga asesoris kalung, dan pakaian. Kotoran bagi sebagian besar orang adalah hal yang menjijikkan, jorok, kotor, dan bau. Sehingga tak pernah terbesit sama sekali untuk menjadikannya sebagai bahan campuran riasan.

Dilansir tribunnews.com (3/4), mereka mencampur kotoran sapi dengan lumpur merah dan berpikir bahwa cara berias seperti itu adalah indah dan menarik bagi pria. Biasanya mereka akan membuat gaya rambut baru seperti membelahnya menjadi untaian dan diberi perhiasan warna-warni di bawahnya. Ini dipercaya dapat menambah pesona dan feminitas.

Warna-warni inilah yang mencerminkan hati seorang perempuan. Dan tak hanya itu, perempuan suku Himba juga membuat campuran kotoran sapi dan lumpur merah itu menjadi hiasan cantik di kerah mereka. Hiasan itu melingkari lehernya dan dihiasi dengan manik-manik. Uniknya, manik-manik ini melambangkan kekayaan seseorang. Jadi, semakin banyak manik-maniknya, mereka semakin memiliki derajat kehormatan.

Campuran ini membuat rambut mereka seperti rambut orang gimbal yang kaku. Dan hiasan ini membuat mereka tidak pernah keramas dan tak pernah membersihkan diri seumur hidupnya. Bahkan mereka bangga karena kotoran sapi dianggapnya sebagai pemberian Tuhan yang mulia. Kalau kita sebagai orang awam menganggap kotoran itu bau, justru bagi mereka itu adalah keharuman; yang bisa memikat laki-laki dan membuatnya dicintai Tuhan.

Sumber gambar: www.pinterest.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Gua Selarong Tujuan Para Wisatawan

Gua Selarong Tujuan Para Wisatawan

Gua Jomblang Dan Hutan Purba

Gua Jomblang Dan Hutan Purba