Totalitas Mendalami Narasi Cerita, Menelisik Kehidupan Nyata
Sumber gambar: wattpad.com
in

Totalitas Mendalami Narasi Cerita, Menelisik Kehidupan Nyata

UGET UGET | Hallo kawan-kawan di dalam kebudayaan tidak akan lepas dengan namanya narasi, entah itu berwujud deskriptif atau berwujud cerita. Sebagai penikmat buku pastinya kawan-kawan memiliki beberapa jenis buku, pertama buku yang berisi tentang teori-teori dari orang terkemuka dengan tujuan ilmu tertentu, kedua buku sastra berisi tentang jenis-jenis sastra dari puisi, cerpen, novel, hingga naskah drama.

Ambil saja novel sebagai bacaan yang kita gemari. Beberapa orang ada yang memiliki fokus terhadap alur cerita, konflik, dan ending cerita.

Beberapa orang tertarik dengan akhir tokoh cerita. Beberapa orang tertarik dengan setting dan kondisi di dalam cerita, dan bahkan beberapa orang tertarik dengan gaya penulis novel tersebut. Memang tidak dipungkiri semua alasan di atas yang membuat kita berjam-jam betah membaca cerita tersebut.

Tetapi ada beberapa keluputan yang membuat kita kurang greget dalam mendalami cerita. Kita tahu bahwa yang berada di dalam cerita terkadang ada yang mengambil dari dunia nyata dan beberapa memang adaptasi dari dunia nyata.

Apakah kalian tidak penasaran seumpama di dalam cerita tersebut menceritakan kondisi di pantai Gunungkidul dengan diksi yang dipakai seolah-seolah menjelaskan dengan detail bagaiamana kondisi pantai Gunung Kidul. Apakah diksi itu bisa dipercaya?

Kebanyakan orang yang memiliki kedalaman untuk memahami narasi cerita ingin membuktikan dan merasakan sendiri apakah diksi yang disampaikan itu benar.

Itu masih dari setting tempat, belum diksi yang digunakan dalam dialog tokoh. Apakah mencerminkan salah satu pemuda Gunungkidul? Bahkan perlu dibuktikan kebenaran diksi tersebut apabila narasi cerita masih dalam era kekinian.

Apabila hal itu ada dalam novel sejarah, diksi-diksi penulis akan dibuktikan dengan dokumen-dokumen sejarah untuk membuktikan sampai manakah presisi novel sejarah tersebut. Sehingga beberapa novel sejarah sering mencantumkan referensi atau daftar pustaka di bagian belakang, sebagai pembenar dari diksi penulis.

Peradaban yang ditampilkan pasti terjadi distorsi yang sangat lebar dalam narasi cerita apabila tidak menggunakan dokumen-dokumen sejarah. Pastinya juga sulit menentukan setting, tokoh, dialog, dan konflik. Karena narasi cerita yang baik ialah yang bisa menggiring pembaca memasuki dunia penulis yang tidak lepas dari dunia nyata atau sekadar diadaptasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

7 Olahraga Untuk Menambah Tinggi Badan

7 Olahraga Untuk Menambah Tinggi Badan

Yuk Contek, Kesuksesan Para Artis Dalam Membuat Sebuah Resolusi!

Yuk Contek, Kesuksesan Para Artis Dalam Membuat Sebuah Resolusi!