Toko Buku Online Paperplane Bookstore: Wanita Jadi Ciri Khasnya
Sumber gambar: review-siro.blogspot.com
in

Toko Buku Online Paperplane Bookstore: Wanita Jadi Ciri Khasnya

UGET UGET – Toko buku online Paperplane Bookstore adalah toko buku berbasis online yang memberikan fasilitas ruang perpustakaan mini dan wadah diskusi, seperti diskusi sastra bersama Komunitas Selepas Senja.

Berawal dari hobi membaca, menulis buku, dan mengoleksi, akhirnya Azwar dan Manda membangun bisnis penjualan buku ini yang dinamakan ‘Paperplane Bookstore’.

Nama paperplane diambil dari jenis mainan kesukaan Azwar dan Manda sejak masih kecil, yaitu pesawat kertas.

“Lagipula namanya enak didenger, diucapin, diinget,” jelas Manda.

Tahun 2014 adalah tahun pertama Azwar, pendiri Paperplane Bookstore, menjual buku-buku koleksinya yang terbilang langka untuk keperluan launching buku.

Hasil dari penjualan buku-buku koleksinya mampu meraih untung sebesar tiga juta dalam waktu dua hari. Sayangnya, dalam dua hari pula uang dari hasil penjualannya tersebut sudah ludes.

Pada tahun 2016, usai menonton film AADC 2, Azwar dan Manda membeli buku Sumandjaja “Aku” di Gramedia. Buku yang mereka beli kemudian diposting di akun pribadi instagram. Akhirnya mendapatkan respon baik dari teman-temannya yang berada di luar kota untuk membeli buku.

Bisa dikatakan dari modal satu buku bisa menjadi tiga, empat, lima pesanan buku yang mereka terima. Dari situlah bisnis jual buku berbasis online ini lahir hingga sukses seperti sekarang.

Buku-buku yang dijual di toko buku online Paperplane Bookstore ini adalah buku-buku baru dari penerbit dan jenisnya bervariasi. Ada buku tentang sastra, teori, agama, dan sebagainya. Hanya saja buku-buku yang lebih banyak diminati adalah buku-buku berbau sastra seperti buku-buku fiksi.

Toko buku online Paperplane Bookstore bekerja sama dengan berbagai penerbit yang saat ini sudah mencapai 30 hingga 50 penerbit. Awalnya mereka hanya mempunyai link ke beberapa penerbit saja. Namun, sekarang ini sudah mempunyai puluhan link penerbit dan beberapa pihak penerbit pun justru datang ke Paperplane Bookstore untuk bekerja sama menjualkan buku-buku mereka.

Sistem pengambilan buku dari setiap penerbit berbeda-beda. Ada yang harus membeli sejumlah beberapa eksemplar. Ada pula yang harus dalam pembelian berapa ratus ribu. Namun yang pasti, buku-buku yang dijual Paperplane selalu up to date atau terbaru.

Pada dasarnya penjualan buku di Paperplane Bookstore adalah berbasis online. Oleh karena itu, penjualan buku-bukunya melalui akun instagram. Selain instagram, pemasarannya juga dilakukan dari teman ke teman.

Kemudian, buku-buku tersebut turut dipamerkan pada event FKY (Festival Kesenian Yogyakarta) dan event kampus di ISI yang saat itu sekaligus mengisi acara di sana.

Di pertengahan tahun 2017 ini, toko buku online Paperplane Bookstore bergabung dengan Bukalapak dan Shopee.

Dari berbagai cara pemasaran yang dilakukan, akhirnya dapat mencapai omset rata-rata setiap bulannya 10 juta. Bahkan, bulan Oktober kemarin mencapai 20 hingga 25 juta per bulan. Meskipun awal keuntungan yang didapat dari penjualan tersebut tidak langsung besar.

Apa yang menjadi ciri khas Paperplane dibandingkan dengan toko buku lainnya? Nah, ciri khas dari Paperplane adalah adanya model perempuan yang tujuannya sebagai daya tarik pembeli. Model perempuan yang diposting dalam akun instagram Paperplane justru berawal dari ketidaksengajaan yang akhirnya berujung pada peningkatkan penjualan.

Akhirnya orang mudah ingat jika akun buku Paperplane itu mempunyai ciri khas menggunakan model sosok perempuan. Karena memang hampir dikatakan tidak ada toko buku yang menggunakan model perempuan.

Untuk masalah pembelian, kamu tidak perlu khawatir karena selain buku tersebut dijual secara online atau COD, buku tersebut juga dijual di toko offline yang beralamat di Gang Ganesha No.39, Gedong Kuning, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta.

Manda juga mengatakan bahwa pembelian akhir-akhir ini lebih banyak diambil langsung ke toko offline. Jadi, kamu bisa datang langsung ke sana.

“Alhamdulillah dari Sabang sampai Merauke pernah ngirim. Tapi, biaya ongkir ditanggung pembeli,” tambah Manda.

Pelanggan buku Paperplane kebanyakan dari mahasiswa UNY, UGM Pertanian, Peternakan, Biografi, dosen ISI, dosen UNY, anak SMA, dan SMP.

Dari situ juga, kita mengenal orang baru dan mempunyai ilmu baru, serta sudut pandang baru karena tidak sedikit dari para pelanggan yang bersedekah ilmunya ketika berkunjung ke toko offline.

Selain tersedia buku-buku yang dijual, di sana kamu bisa menikmati perpustakaan mini sembari berdiskusi tentang sastra dengan Komunitas Selepas Senja. Seperti kata pepatah, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

Kini, toko buku online Paperplane Bookstore mempunyai sebuah inovasi yang dinamakan Paperplane Project. Paperplane project ini bergerak dibidang pembuatan merchandise seperti mug dan kaos. Segala sesuatu yang masih berhubungan dengan Paperplane akan dijadikan sebagai project ke depan.

Azwar mengatakan jika target jangka panjang ke depan, paperplane tidak hanya sekadar menjual buku, tetapi mampu menjadi wadah fasilitas anak-anak sekitar untuk membaca buku.

Sumber gambar: review-siro.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Cara Menghindari Penyakit Hati: Hati-hati, Penyakit Hati Bisa Menular!

Cara Menghindari Penyakit Hati: Hati-hati, Penyakit Hati Bisa Menular!

Film Jepang Kuchibiru ni Uta o Tontonan Wajib Untukmu yang Suka Dunia Musik

Film Jepang Kuchibiru ni Uta o Tontonan Wajib Untukmu yang Suka Dunia Musik