Tinta Emas Eko Yulianto di Turkmenistan
Sumber gambar: tirto.id
in

Tinta Emas Eko Yulianto di Turkmenistan

UGETUGET | Eko Yuli Irawan, atau popular dengan nama Eko Yulianto kembali menorehkan tinta emas. Setelah beberapa kali mengharumkan nama bangsa di kejuaraan dunia, kali ini lifter andalan Indonesia meraih medali emas kelas 61 di kejuaraan dunia angkat besi di Asghabat, Turkmenistan, Sabtu, 03 November 2018.

Seperti yang sudah beredar di media, laki-laki kelahiran Lampung, 24 Juli 1989 ini mulai masuk klub angkat besi saat masih berusia 11 tahun.

Eko lahir dalam kondisi keluarga yang berekonomi kurang mampu. Ayahnya, Saman bekerja sebagai tukang becak dan ibunya, Wastiah adalah seorang penjualan sayuran segar. Alasan ini yang membuat Eko terjun di dunia angkat besi.

Kegigihan Eko di dunia angkat besi membuat dirinya menjadi salah satu atlet Indonesia yang sering membawa pulang prestasi dunia.

medali emas asian games 2018
Sumber gambar: merdeka.com (Medali emas Asian Games 2018).

Belum lama di ajang Asian Games 2018 yang lalu, ia sukses menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. Kini sudah terdengar kembali prestasinya.

Salah satu hal yang paling dikenang dari nama Eko Yulianto, yakni ia merupakan atlet yang sanggup meraih tiga medali sekaligus di kejuaraan Olimpiade dalam tahun kejuaraan yang berbeda.

Dimulai tahun 2008 dan 2012 medali perunggu, berlanjut tahun 2016 dengan raihan perunggu. Sedangkan untuk SEA Games ia meraih emas pada tahun 2017 yang lalu.

Hal paling membanggakan di kejuaran yang terakhir ini, lifter andalan Indonesia ini sukses memecahkan rekor di kelas yang baru dipertandingkan tersebut. Sesuatu yang akan dikenang dan menempel dari nam Eko.

Total angkatannya 317 kg dari 313 kg sebelumnya dengan rincian angkatan clean and jerk 174 kg dan snatch 143 kg.

eko yulianto lifter andalan
Sumber gambar: tirto.id (Eko Yulianto si lifter andalan).

Dilansir dari website bola.com, Manajer Tim Sony Kasiran menyatakan bahwa keberhasilan kali ini tidak terlepas dari strategi yang digunakan tim pelatih saat pertandingan dimulai. Tim pelatih mengajukan permintaan angkatan.

Mulanya tim pelatih mengajukan angkatan 177 untuk clean and jerk. Hal ini diungkapkan berfungsi untuk mengelabui tim Tiongkok. Namun di saat Tiongkok dan Colombia gagal di angkatan 172, tim pelatih akhirnya mengajukan permintaan angkatan menjadi 172.

Bendera Indonesia kembali berkibar berkat perjuangan Eko Yulianto dan tim pelatih. Dengan hasil ini akan membuat lifter-lifter Indonesia semakin bersemangat mengikuti jejak Eko Yulianto.

Written by Budi

Sehat selalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Mencermati Fakta Tentang Orang Ekstrovert yang Wajib Diketahui

Mencermati Fakta Tentang Orang Ekstrovert yang Wajib Diketahui

Mental Timnas Futsal Indonesia Membaik?

Mental Timnas Futsal Indonesia Membaik?