uget uget - timnas-u-19

Timnas U-19 Indonesia Cuma Butuh 2 Menit Untuk Menghancurkan Kamboja U-19, Sadil Gagal Maning

UGETUGET — Pertandingan persahabatan semalam antara Timnas U-19 Indonesia melawan Kamboja u-19 seperti pertandingan ulangan, karena kedua tim pernah bertemu pada pertandingan AFC beberapa bulan yang lalu. Meskipun ini adalah pertandingan persahabatan, tetapi atmosfernya berbeda, seperti pertandingan sungguhan di mana kedua tim sama-sama ingin memenangkan pertandingan. Ini adalah gengsi setiap tim.

Sebagai catatan, Kamboja belum pernah memenangkan pertandingan melawan Indonesia, paling tidak akhir-akhir ini. Dan, pada pertemuan Indonesia melawan Kamboja sempat terjadi pertikaian, dan ini juga merupakan bumbu pertandingan yang menjadikannya semakin menarik.

Terbukti, pada pertandingan kemarin, ada insiden kartu merah yang dikeluarkan oleh wasit kepada salah satu pemain Kamboja, yang terjadi menjelang akhir laga.

Untuk skor akhir, Indonesia berhasil memenangkan pertandingan 2-0. Seharusnya Timnas U-19 Indonesia bisa memetik kemenangan 3-0, tetapi tendangan penalti yang diambil oleh Sadil Ramdani tidak mampu menaklukkan kiper Kamboja.

Tendangan penalti memang membutuhkan mental yang kuat. Tidak semua pemain bisa dengan tenang mengambil tendangan penalti. Ada perasaan dan beban yang kuat karena sudah berhadapan dengan kiper dan jaraknya cukup dekat dengan gawang. Inilah yang menjadi beban setiap pemain ketika akan mengeksekusi tendangan penalti.

Hal ini juga terjadi kepada Sadil Ramdani. Tapi, yang menarik bagi saya, Sadil Ramdani ini pernah membuat kecewa seluruh rakyat Indonesia dengan sikapnya yang arogan. Mungkin juga hanya karena refleks.

Pada pertandingan semifinal melawan Thailand pada ajang AFC, Sadil Ramdani mendapatkan kartu merah karena dengan sengaja menyikut kepala salah seorang pemain Thailand, meskipun pemain Thailand tersebut pertama kali menggunakan kekerasan kepada Sadil.

Saya katakan itu tadi, kemungkinan itu refleks. Tetapi, seharusnya pada pertandingan sebesar ini kita harus bisa mengendalikan emosi.

Dan pada pertandingan persahabatan ini, Sadil Ramdani diturunkan kembali untuk membela Timnas U-19 Indonesia. Sebenarnya, pemain ini memiliki kecepatan dan tembakan yang cukup bagus, hanya saja mungkin dibutuhkan waktu untuk bisa menjadi dewasa.

Saya yakin keputusan menurunkan Sadil Ramdani yang agak kontroversial ini didasari dengan pertimbangan bahwa dia sudah mulai berubah. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan.

Jalannya pertandingan Timnas U-19 Indonesia

Saya rasa, Kamboja hanya ingin memaksakan hasil imbang. Mereka bisa berbangga diri jika bisa menahan imbang Timnas Garuda di kandangnya sendiri. Tetapi, bagi Timnas U-19 Indonesia, ini bukanlah pilihan yang bagus. Memetik hasil kemenangan dengan skor yang cukup meyakinkan adalah harga yang mutlak. Ibarat kata seperti NKRI harga mati.

Baca juga : Kenapa Indonesia Tidak Bisa Hebat Saat di Kuala Lumpur Malaysia?

Sepanjang pertandingan, Indonesia terus menekan pertahanan Kamboja, tetapi karena Kamboja menerapkan sistem yang dianut oleh Jose Mourinho, yaitu parkir bus di belakang, maka jadi lebih sulit bagi Indonesia untuk membuka pertahanan Kamboja.

Hanya ada beberapa pemain depan Kamboja yang melakukan sedikit serangan. Kalau tidak salah, hanya ada dua pemain di depan, sisa pemain lainnya ngumpul di belakang untuk menahan gempuran Timnas U-19 Indonesia.

Dan saya rasa ini adalah ujian bagi Timnas U-19 Indonesia sebelum mereka berangkat dewasa. Ujian Bagaimana membongkar pertahanan lawan di mana lawan menerapkan pertahanan ketat, dan tidak mau menyerang secara terbuka. Ini agak sulit dilakukan.

Kemudian turun pemain pengganti Rafli Mursalim. Pemain ini adalah striker murni yang merupakan andalan Timnas U-19 Indonesia. Terbukti, ketika pemain ini turun, pada menit ke-87 ia mampu menciptakan gol pembuka.

Indonesia hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk mendapatkan gol tambahan. Selang 2 menit saja, Egi Maulana Vikri mampu menambah keunggulan Indonesia menjadi 2-0. Jadi, memang benar Kamboja hanya bermain bertahan. Terbukti, ketika Indonesia unggul 1-0, mereka akhirnya terpancing untuk terbuka dan menyerang Indonesia agar bisa menyamakan kedudukan.

Dengan terbukanya permainan ini, justru Kamboja kemasukan 1 gol lagi. Selang beberapa menit kemudian Egi Maulana Vikri dijatuhkan di sekitar area penalti. Seharusnya penalti ini menjadi gol.

Yang mengeksekusi adalah Sadil Ramdani. Seharusnya momen ini digunakan oleh dia untuk mengambil hati rakyat Indonesia kembali. Tetapi dia gagal dan akhirnya saya pun sedikit kecewa. Seharusnya penendang penalti ini adalah Rafli Mursalim.

Jadi begitulah jalannya pertandingan Timnas U-19 Indonesia melawan Kamboja U-19 yang diadakan pada tanggal 4 Oktober 2017. Ini hanya pertandingan persahabatan, tetapi ini juga semacam uji coba. Saya masih menunggu pertandingan persahabatan Timnas Indonesia U-19 melawan Malaysia U-19. Karena, pada waktu SEA Games, saya merindukan pertandingan Indonesia melawan Malaysia. El Classico Asia Tenggara.

1

No Responses

Show all responses