Tim Kuda Hitam Dari Negeri Arab
Sumber gambar: seeklogo.com
in

Tim Kuda Hitam Dari Negeri Arab

UGET UGET – Di grup A babak penyisihan Piala Dunia, Arab Saudi disebut-sebut akan jadi bulan-bulanan dan dicap sebagai tim terlemah. Wajar jika The Green Falcons diejek sebagai yang terlemah, karena di ajang Piala Dunia Arab Saudi tidak bisa berbicara banyak. Tidak konsistensinya penampilan Arab Saudi menjadi pemicu buruknya penampilan di ajang ini.

Julukan tim pengembira pun melekat di Arab Saudi karena selalu berhenti di fase grup Piala Dunia. Peringkat 70 FIFA ini juga tidak mempunyai nama beken dan terkenal di liga-liga elit Eropa maupun Asia.

Tapi jangan terlalu menganggap remeh Arab Saudi di kesempatan kali ini. Hasrat ingin memperbaiki peringkat FIFA dan menjadi tim dengan kejutan-kejutan yang sering kali diperhitungkan membuat Arab Saudi mempunyai motivasi tersendiri.

Di Grup A, Saudi Arabia satu grup dengan tuan rumah Rusia, Uruguay dan Mesir. Komposisi ini jelas membuat The Green Falcons ini mempunyai beban berat, mengingat Rusia mempunyai motivasi berlipat ganda karena faktor tuan rumah dan Uruguay mempunyai beberapa nama bintang. Apalagi Uruguay selalu tampil si kejuaraan 4 tahunan sekali ini.

Tim Kuda Hitam Dari Negeri Arab
Sumber gambar: english.alarabiya.net

Adapun Mesir sebelas-duabelas dengan Saudi. Tapi saat ini sepertinya tidak lagi sebelas-duabelas karena ada jarak kualitas yang berbeda di tahun demi tahunnya. Apalagi Mesir memiliki M. Salah yang sedang onfire dengan menjadi andalan Liverpool di musim ini.

SAFF (Saudi Arabian Football Federation), PSSI-nya Arab Saudi pun kini sedang gencar bekerja sama dengan La liga Spanyol. Terhitung ada sekitar sembilan pemain asal negeri ini yang menimba ilmu di tanah Spanyol. Dengan catatan pemainnya lebih konsisten dan mempunyai pengalaman bermain di liga top Eropa.

Meskipun hanya sebagai free player, tapi SAFF tetap bertanggung jawab penuh untuk para pemain yang menimba ilmu di sana dengan tetap memberi gaji dan akomodasi lainnya.

Tercatat ada beberapa yang bergabung seperti Salem Al Dawsari yang berada di Villareal. Lalu ada Yahya Al-Sheri yang sekarang di Leganes. Dan tak ketinggalan Fahad Al Muwallad yang lebih memilih Levante sebagai klubnya.

Program pengiriman pemain ini jadi bukti bahwa Liga Arab tidak berjalan dengan bagus. Monoton dan tidak kompetitifnya liga menjadi alasan utama kepergian pemain-pemain berbakat ini. Bahkan mantan pemain The Green Falcons, Sami Al Jaber menyatakan bahwa pengelolaan liga domestiknya masih perlu banyak dibenahi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Susah Menggeser Jokowi dan Prabowo di Persaingan Capres 2019

Susah Menggeser Jokowi dan Prabowo di Persaingan Capres 2019

Saling Tahu Emosi dan Jalan Pikir Pasangan, Tanda Sudah Jodoh

Saling Tahu Emosi dan Jalan Pikir Pasangan, Tanda Sudah Jodoh