Tiga Video Klip Indonesia Bergaya Lawas
Sumber gambar: id.pinterest.com
in

Tiga Video Klip Indonesia Bergaya Lawas

UGET UGET – Indonesia memang sebuah negara besar yang penduduknya sangat banyak. Bahkan, dalam satu dekade terdapat lima atau enam generasi yang hidup. Misalnya di tahun 2000-an, kita masih banyak melihat style tahun 50, 60, 70, 80, dan 90-an yang masih dipakai anak muda zaman sekarang, bahkan untuk video klip. Gila kan? Style aja awet, kayak diformalin.

Gaya lawas ini sangat jelas terlihat dalam video klip serta musik para band Indonesia. Berikut adalah lima video klip yang mengusung style atau bergaya lawas.

1. Naif – Piknik ‘72

Grup yang berdiri pada 22 Oktober 1995 ini pertama kali digawangi oleh David, Emil, Jarwo, Pepeng, dan Chandra. Pada tahun 2003, Chandra yang berperan sebagai pemain keyboard keluar untuk melanjutkan studinya.

Pada video klip Piknik ’72, hal yang ditonjolkan pertama kali adalah vespa lampu bulat. Entah kenapa vespa selalu identik dengan lawas alias jadul.

Kemudian mulai muncul warna-warna yang menonjol, pokoknya pop art banget deh. Kostum yang dipakai di video klip ini jangan ditanya lagi, dijamin lawas! Gambar-gambar visual model vektor seperti monas dan gedung-gedung Jakarta juga ditampilkan.

Di video klip ini juga bisa dilihat bagaimana sosio-antropologi masyarakat Jakarta pada saat itu. Dimana mereka liburan cukup pergi ke taman, bawa tikar dan bekal. Bayangkan jika di kota besar bisa begitu, pasti jasa yoga penghilang stres sepi!

Apalagi cara menunjukkan cintanya pun terkesan norak. Nulis dua nama di pohon plus tanda love. Bisa kalian bayangkan senorak (baca: romantis) apa kisah cinta di zaman itu.

Menariknya, di klip ini ditampilkan juga satu profesi yang mungkin sudah punah di zaman ini karena tergilas deru peradaban, yaitu tukang potret keliling.

2. Deredia – Bersuka Ria

Lagu ciptaan presiden pertama Indonesia, Soekarno, dicover secara apik oleh kelompok musik ini. Di tangan Louise, Raynhard, Aryo, Yosua, dan Papa Ical, musik legendaris ini menjadi semakin hidup dan kontekstual.

Video klip diambil di sebuah teras samping sebuah rumah tua. Dengan pintu, meja, kursi, dan segala ornamen yang terkesan jadul, justru membuat musik band ini semakin kuat. Apalagi kostum yang digunakan para personilnya sangat unik dan beragam.

Kostum yang dipakai Louise, sang vokalis, mengingatkan pada seorang penyanyi besar yaitu Titiek Puspa. Entah dari sudut pandang filsafat apa pendapat ini muncul.

Tak lupa, adanya alat musik pianika yang dimainkan oleh vokalis menambah suasana oldskool abis!

Keempat personil lainnya cukup menggambarkan style 50-an, terlepas dari topi yang mereka kenakan. Tetapi yang paling kuat justru berada pada Aryo, pemain drum. Dengan menggunakan kopiah (peci), serta kacamata riben, wuidihh… Indonesia banget!

3. Clubeighties – Gejolak Kawula Muda
Seorang wanita dengan baju berwarna mencolok dan anting bling-bling, sedang meneriakkan dukungan kepada tim (atlet) bulu tangkis alias badminton kesayangannya yang sedang ngeces alias ngiler. Sungguh epik! Apalagi pakaian para atlet badminton masih ketat.

Badminton dan style ’80-an menjadi paduan yang menarik!

Salah satu hal unik di video ini adalah segmen pergantian skor. Dimana ada petugas yang mengganti papan skor, dan ia duduk di sebelahnya. Orang di zaman sekarang yang sudah terbiasa dengan digital, mungkin tidak tahu betapa pentingnya orang dan profesi itu!

Bisa dilihat juga, wasit masih menggunakan pensil dan kertas dalam mencatat jalannya pertandingan. Ya, sebuah pensil yang di atasnya ada penghapus berwarna pink atau merah muda.

Selain itu, penonton yang beragam (bisa dilihat dari fesyennya) terhipnotis dengan jalannya pertandingan. Bahkan gaya badminton ala Rexy Mainaky pun ditampilkan di sini, yakni membalas smash diantara dua kaki atau di bawah selangkangan.

Tak lupa, jogetan alay nan lebay pun ditampilan dalam klip ini. Saat pembuatan klip ini, setiap hari di stasiun televisi swasta Indonesia diputar film-film India lawas. Mungkin mereka terinspirasi hal itu.

Sumber gambar: id.pinterest.com

Written by Punkaz D. Singaraska

Suka dengan teori-teori konspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Jajanan Anak SD Paling Laris, Ingat Nggak?

Jajanan Anak SD Paling Laris, Ingat Nggak?

Film Komedi “Why Him?” (2016)

Film Komedi “Why Him?” (2016)