Inilah Rapor Tiga Tahun Kerja Bersama Jokowi JK 2
Sumber gambar: kaltim.tribunnews.com
in

Inilah Rapor Tiga Tahun Kerja Bersama Jokowi JK

UGET UGET – Tak terasa Pemerintahan Jokowi JK sudah bergulir tiga tahun. Tentu menarik untuk memperbincangkan rapor pemerintahan Jokowi-JK sejauh ini. Untuk menjawab itu, Kantor Staf Kepresidenan (KSP) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM mewujud nyatakan sebuah diskusi ala ILC dikemas dalam bentuk, “Telaah Kritis 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK,” di Auditorium Magister Manajemen, Rabu (20/12).

Diskusi dipantik dengan pemaparan Yanuar Nugroho, Deputi Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Yanuar memaparkan topik besar yang diangkat pada pemerintahan Jokowi-JK adalah keadilan sosial. Ini terwujud pada tiga tahun kinerja mereka. Tahun pertama pemerintah fokus meletakkan fondasi bagaimana pemerintahan membangun, tahun kedua percepatan, dan tahun ketiga, pemerataan.

Di tahun 2017 sebagai tahun keempatnya, pemerintahan Jokowi-JK fokus pada empat hal, terkait pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan bantuan sosial, menekan ketimpangan antar wilayah, dan penguatan stabilitas politik-keamanan. Sedangkan secara keseluruhan merangkum upaya pengentasan lima hal; kemiskinan, kesenjangan, pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, dan kesetaraan gender.

Persoalan kemiskinan dipercaya Yanuar bukan hanya perkara takdir, melainkan juga ditentukan dari tata kelola sumber daya dan ekonominya. Dia juga menekankan, upaya pembangunan ekonomi bukan hanya sekadar hidup, melainkan ada pilihan dan prioritas, dengan konsekuensinya. “Bagaimana pertumbuhan makin merata dan dinikmati makin banyak orang,” jelas Yanuar.

Ada mungkin lebih dari 35 rapor tiga tahun kerja Jokowi-JK yang dia sampaikan dalam slide presentasinya. Ini adalah beberapa di antaranya; Yanuar mengawalinya dengan masalah ketimpangan di Indonesia. Pemerintahan mengatasinya dengan menghapuskan subsidi, sebab subsidi lebih berorientasi pada kesetaraan, bukan keadilan. Masalah pembangunan manusia juga terjadi kenaikan, dengan menekan angka kematian ibu. Pun, komitmen terhadap kaum disabilitas diwujudkan dalam bentuk pemberian rehabilitasi.

Masalah pengangguran menurun, harga-harga semakin terjangkau. Terbukti dari data pertumbuhan ekonomi, Indonesia tertinggi ke-4 di dunia. Kebangkitan UMKM juga dapat dilihat dari naiknya rasio kewirausahaan dan banyak bermunculannya sociopreneurship. Kemudahan menembus daerah perbatasan, pembangunan tol laut yang dapat memangkas harga, ketersediaan listrik hingga pelosok negeri. Itu menjadi sekelumit data yang Yanuar tunjukkan pada civitas akademika yang hadir.

Kebutuhan dasar generasi milenial akan ketersediaan wifi terselesaikan dengan menyelesaikan proyek Palapa Ring yang mangkrak sejak tahun 1998. Anggaran dana desa naik menjadi 60 triliun di tahun 2017 ini. Perbaikan irigasi untuk mengupayakan ketahanan pangan juga terus dilakukan. Pelayanan kesehatan pun semakin merata melalui naiknya jumlah penerima JKN, dan sebagainya.

Inilah Rapor Tiga Tahun Kerja Bersama Jokowi JK
Yanuar sedang memaparkan rapor 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Foto: Elisabet Selsyi – ugetuget.com

Perbaikan kualitas kesehatan ibu dan anak juga menjadi concern pemerintahan Jokowi-JK. Ini dibuktikan Pemerintah dengan menekan kelahiran stunting (bertubuh pendek) sebab dampaknya akan mengarah pada otak. “Stunting menjadi hal penting, karena masa depan negara ada pada anak cucu kita,” jelas Yanuar.

Pemerintah juga mendukung pelatihan dan pendidikan vokasi. “Kita perlu angkatan kerja produktif. Angkanya memang membaik, tapi ini persoalan mendasar bagaimana pendidikan berkontribusi pada pertumbuhan,” tambahnya. Tak hanya itu, perbaikan produktivitas dunia riset dan akademis juga terjadi dengan naiknya jumlah HKI yang didaftarkan dan banyaknya publikasi.

Pemerintah juga mengupayakan penyelamatan kerugian negara dengan mengurangi dan mencegah korupsi. Tahun ini angka pencegahan korupsi naik 1 angka menjadi 37 dari tahun sebelumnya. Revolusi mental dalam nawacita juga terus diupayakan. Pemerintah juga mengharapkan adanya reformasi pegawai negeri dalam instansi pemerintah. “PNS kebanyakan di administrasi, siapkan minum dan sebagainya, padahal kita butuh yang jauh lebih produktif,” tegasnya.

Kedaulatan maritim Indonesia juga terus ditegakkan. Menurutnya, ini menjadi simbol bahwa kita berdaulat di negara sendiri. Begitu pula dengan pariwisata Indonesia yang rapornya semakin meningkat. Bali dinobatkan sebagai tujuan wisata terbaik di seluruh dunia, berdasarkan ulasan tripadvisor.

Pemerintahan Jokowi-JK juga berusaha membuat masyarakatnya lebih bahagia. Di tahun ini, indeks kebahagiaan masyarakat Indonesia naik di angka 70,69, dengan target minimal 71,07. Tak hanya itu, pemerintah Jokowi-JK juga dinilai sebagai pemerintah yang paling dipercaya, bahkan sejajar dengan negara Swiss.

Dari paparan Yanuar, pada intinya Pemerintahan Jokowi-JK telah membuktikan upaya nyata di masyarakat, baik itu terkait anti korupsi, pendidikan, kebhinekaan, dan sebagainya. Saat ini masa kerja terhitung tersisa dua tahun, pemerintah dituntut fokus dan cepat. Pemerintah juga harus terus menggali pendapat masyarakat melalui acara semacam telaah kritis ini. Sebab masalah tidak hanya ditangani Jokowi-JK, tetapi juga pemimpin daerah, dan masyarakat.

Sumber gambar: kaltim.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Part II Pernikahan Salmafina dan Taqy Malik Bagaimana Imbasnya?

Part II: Pernikahan Salmafina dan Taqy Malik Bagaimana Imbasnya?

Hidup Hemat Itu Bukan Sekadar Perkara Uang Lalu

Hidup Hemat Itu Bukan Sekadar Perkara Uang, Lalu?