The Bride With White Hair
Sumber gambar: fsharephim.com
in

The Bride With White Hair

UGET UGET – Pada masa Dinasti Ming, di bawah kepemimpinan Kaisar Tian Qi yang telah memegang tampuk kekuasaan selama 4 tahun, kehidupan masyarakat Guang Yuan seakan menuju kepunahan karena kesulitan dalam panen sehingga mengakibatkan kelaparan yang menyebar di berbagai daerah. Pada masa tersebut, Zhuo Ji Xian, seorang pegawai Kementerian Pajak dan Penghasilan Daerah, mendapatkan mandat dari putra mahkota untuk mengantarkan ransum dan persedian ternak di daerah-daerah yang tengah bergejolak karena pemberontakan.

Tugas yang awalnya sederhana dan bisa ditempuh dalam beberapa hari saja, tiba-tiba berubah menjadi penuh bencana dan mengubah arah hidup dari Zhuo Ji Xian. Ketika melewati daerah Pegunungan Giok Naga, Zhuo Ji Xian dan bawahannya yang tengah mengawal suplai perbekalan disergap oleh Lian Ni Chang, seorang perampok perempuan.

Anak Zhuo Ji Xian, Zhuo Yi Hang yang bekerja sebagai kepala pengawal Wu Dang, segera mendatangi ayahnya untuk menyelamatkannya. Tindakan Zhuo Yi Hang tersebut malah membuatnya terseret lebih jauh ke dalam pertentangan yang terjadi antara putra mahkota, seorang kasim yang menjadi politikus negara bernama Wei Zhong Xian, dan Lian Ni Chang. Meskipun langkah yang diambil oleh kedua orang tersebut salah, Zhuo Yi Hang dan Lian Ni Chang malah terlibat dalam konflik asmara antara satu sama lain.

Kisah cinta tersebut tidak bertahan lama, hal tersebut diakibatkan kesalahpahaman yang terjadi antara Lian Ni Chang dan Zhuo Yi Hang yang memperlebar jarak di antara mereka. Hasilnya, dalam semalam rambut Lian Ni Cang memutih setelah mendapatkan kabar dan percaya bahwa Zhuo Yi Hang telah menghianatinya.

Demi mengembalikan kecantikan lama Lian Ni Chang dan memperoleh kembali kisah cinta mereka, Zhuo Yi Hang memulai perjalanan menuju Gunung Surga untuk mencari bunga langka yang melegenda yang hanya mekar selama 60 tahun sekali.

Mengikuti kesuksesan film Chinese Ghost Story pada taun 1987, membuat publik Hong Kong seakan-akan terpacu untuk memproduksi kisah-kisah legenda yang dipenuhi romantika dan super natural. Meskipun pada akhirnya banyak menghasilkan film-film dengan mutu yang biasa, tidak demikian dengan film The Bride with White Hair yang disutradarai oleh Ronny Yu.

Film yang kini pantas menyandang gelar “klasik” ini merupakan adaptasi dari 2 volume novel yang ditulis pada tahun 1954 oleh Leung Yu-Sang, novel yang mengisahkan tentang pasangan kekasih yang dihadapkan dengan cobaan berupa pertempuran yang berdarah.

Dengan diiringi musik latar yang begitu menyentuh, film The Bride with White Hair mampu menyajikan romansa dari negeri China untuk dihadirkan ke tengah-tengah penonton dari berbagai dunia. Melalui penyajian itu pula, kita sebagai penonton akan dibawa untuk mengarungi lika-liku intrik manusia dalam dunia yang masih dipenuhi oleh ketegangan dan hal-hal super natural.

Sumber gambar: fsharephim.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Melihat Seni Kaligrafi di Tengah Seni Rupa

Melihat Seni Kaligrafi di Tengah Seni Rupa

Daripada Perbanyak PR, Lebih Baik Tingkatkan Kualitas Ekstrakurikuler

Daripada Perbanyak PR, Lebih Baik Tingkatkan Kualitas Ekstrakurikuler