Thales dan Pemikiran Airnya, Wah Jadi Penasaran...
Sumber gambar: theatlasphere.com
in

Thales dan Pemikiran Airnya, Wah Jadi Penasaran…

UGETUGET | Thales (624) adalah perintis matematika dan filsafat Yunani. Ia lahir dan meninggal di kota Miletus yang terletak di pantai barat Asia Kecil, sebuah kota yang menjadi pusat perdagangan. Dimana kapal-kapal pedagang dengan mudah berlayar ke Nil, Mesir.

Sementara itu, karavan-karavan melakukan perjalanan melalui darat ke kota di Babilon. Penduduk Miletus sendiri gemar melakukan kontak dagang dengan kota-kota di Yunani dan warga Phoenisia. Bahkan, kota Miletus adalah tempat perjumpaan antara orang-orang Timur dan Barat.

Dalam sejarah Yunani ada sejumlah berita mengenai Hoi Hepta SophI (Tujuh Orang Bijaksana), dan Thales adalah salah seorang di antaranya.

Tetapi sayangnya, filsuf ini tidak meninggalkan bukti-bukti tertulis tentang pemikiran filsafatnya. Pemikiran-pemikiran khususnya didapatkan lewat tulisan Aristoteles tentang dirinya.

Lukisan patung Thales
Sumber gambar: wikipedia.org | Lukisan patung Thales.

Aristoteles menyatakan bahwa Thales adalah orang yang pertama kali memikirkan tentang asal mula terjadinya alam semesta. Sebab itu, Thales pun diklaim sebagai perintis filsafat alam.

Salah satu ketepatan analisis dan prediksi Thales yang membuatnya terkenal adalah keberhasilannya dalam meramalkan terjadinya peristiwa gerhana matahari.

Filsuf dari Miletus ini dapat melakukan prediksi itu sebab ia mempelajari catatan-catatan astronomis yang ada tersimpan di Babilonia semenjak 747 SM.

Sebelumnya, dalam memaparkan segala sesuatu, pemikiran masyarakat Yunani dikuasai oleh cara berpikir mitologis. Tetapi, setelah ia muncul dengan pemikirannya, cara berpikir masyarakat Yunani perlahan-lahan mulai berubah.

Pemikirannya dianggap sebagai kegiatan berfilsafat pertama kali, sebab mencoba memaparkan dunia dan gejala-gejala di dalamnya tanpa bersandar pada mitos, melainkan rasio manusia.

Selanjutnya Thales dianugerahi gelar sebagai bapak filsafat adalah ketika ia memberikan pertanyaan tentang “Apa sebenarnya bahan dasar alam semesta?” Ia pun menjawabnya dengan “air”.

Sebab pertanyaan dan jawaban itu, makanya ia termasuk kelompok filsuf yang mencari prinsip dasar (arche) alam semesta.

Menurutnya, prinsip dari alam semesta adalah air, karena semuanya tidak akan dapat ada (bertahan hidup) tanpa adanya air.

Ya, memang benar sih, air adalah aspek terpenting dalam hidup kita. Sebab, dalam tubuh kita sendiri hampir kurang lebih sekitar 70%  mengandung air.

lukisan thales
Sumber gambar: marthamatika.com | Lukisan Thales.

Saya kira masuk akal juga pemikiran dari Mbah Filsuf ini. Bagaimana, gaes, kalau menurut kalian sendiri?

Sumber: Murtiningsih, Wahyu. 2014. Para Filsuf Dari Plato Sampai Ibnu Bajjah. Yogyakarta: IRCiSoD

Written by Arief

Kedamaian batin dan ketenangan pikiran adalah segalanya.

Berwisata ke Air Terjun Bermanfaat Bagi Kesehatan

Berwisata ke Air Terjun Bermanfaat Bagi Kesehatan

Manfaat Facial Bagi Perempuan, Pria Wajib Tahu!

Manfaat Facial Bagi Perempuan, Pria Wajib Tahu!