Ternyata Infeksi Juga Bisa Menjadi Penyebab dari Telinga Berdenging
Sumber gambar: id.wikihow.com
in

Ternyata Infeksi Juga Bisa Menjadi Penyebab dari Telinga Berdenging

UGETUGETMemiliki gangguan telinga berdenging rasanya sangat tidak nyaman. Selain telinga terus-terusan berbunyi nging, rasanya suara-suara yang didengar tidak dapat terdengar secara maksimal karena telinga seakan-akan tertutup oleh kotoran dan menjadi bumpet atau seperti tertutup.

Beberapa waktu lalu saya telah menulis tentang penanganan ketika telinga berdenging. Saya menuliskan hal tersebut berdasarkan pengalaman pribadi yang saya alami.

Sebelumnya, saya sendiri juga tidak pernah punya gangguan dengan telinga. Bahkan saya termasuk orang yang rajin membersihkan telinga dengan alat pembersih telinga pada umumnya, yaitu cotton buds.

Namun pada suatu ketika saya merasakan sakit yang luar biasa pada telinga saya. Telinga yang terus berdenging dan rasanya sangat linu. Seperti artikel saya sebelumnya, hal itu terjadi karena terjadi penumpukan kotoran di telinga saya.

Dokter memberitahu penyebab penumpukan kotoran telinga ini karena saya sering membersihkan telinga menggunakan cotton buds. Ternyata membersihkan telinga dengan menggunakan cotton buds tidak disarankan oleh dokter. Hal itu karena penggunaan cutton buds bisa membuat kotoran semakin masuk ke dalam dan terjadi penumpukan kotoran.

Setelah pertama kali mengalami gangguan telinga berdenging, hampir tiap bulan saya mengalaminya terus. Wah rasanya sangat tidak nyaman. Saya merasa bahwa gangguan ini rasanya tidak normal.

Akhirnya saya berobat lagi. Sebagai informasi, telinga yang berdenging merupakan telinga sebelah kanan. Berbeda dengan telinga sebelah kiri yang malah sangat bersih dan tidak ada masalah apa-apa.

Ternyata Infeksi Juga Bisa Menjadi Penyebab dari Telinga Berdenging
Sumber gambar: id.wikihow.com

Setelah diperiksa, kata dokter telinga kanan saya malah terjadi infeksi. Padahal sebelumnya katanya telinga saya ini memang produksi kotorannya sangat cepat, sehingga kotoran pun cepat menumpuk.

Ketika dulu awalnya diberi obat tetes telinga, kotoran telinga saya bisa melunak dan bisa diambil. Bunyi nging pun tidak terdengar lagi. Namun ketika berobat yang terakhir kemarin, kata dokter telinga saya terkena infeksi.

Kata dokter ada bakteri yang ada di telinga saya. Rasa sakit yang kali ini jauh lebih sakit dari sebelumnya. Rasanya sangat linu, pegal, dan telinga seakan bumpet atau tertutup hingga berdampak pada proses mendengarkan yang kurang maksimal.

Penanganan yang dilakukan dokter saat itu adalah mengecek telinga saya dan mengambil kotorannya kembali. Sayangnya, kondisi telinga kemarin bikin saya kaget. Katanya gendang telinga saya tidak terlihat.

Akhirnya saya diberikan obat tetes lagi, tetapi berbeda dengan obat tetes sebelumnya. Obat tetes yang kemarin adalah untuk membunuh bakteri dalam telinga saya. Jika dalam 3-4 hari tidak ada perubahan, saya pun diminta untuk berobat lagi,

Dengan sangat bersyukur setelah menggunakan obat tetes tersebut telinga saya bisa sembuh. Tidak linu, tidak pegal, dan bisa plong dengan sendirinya. Seakan-akan telinga saya tidak tertutup oleh kotoran lagi.

Meskipun sudah cukup baik, saya juga disarankan oleh dokter untuk periksa ke dokter THT saja yang jelas penangannya. Mungkin suatu saat nanti saya juga akan memeriksakan telinga ke dokter spesialis telinga tersebut.

Itulah kisah dan pengalaman saya mengenai gangguan telinga berdenging. Semoga bisa menjadi bahan referensi teman-teman yang punya pengalaman tentang telinga berdenging juga. Semoga yang punya pengalaman seperti saya juga bisa segera sembuh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

4 Hal yang Bisa Kita Petik dari World Cup Sejauh Ini

4 Hal yang Bisa Kita Petik dari World Cup Sejauh Ini

Viral Kisah Foto Keluarga di Malaysia di Hari Lebaran

Viral Kisah Foto Keluarga di Malaysia di Hari Lebaran