Terbang Menembus Langit: Seperti Burung, Ceritanya Terbang ke Cakrawala
Sumber gambar: id.bookmyshow
in

Terbang Menembus Langit, Seperti Burung Ceritanya Terbang ke Cakrawala

UGETUGET – Barangkali, banyak dari kita terpukau oleh pesona orang-orang mapan. Oleh cerita-cerita tentang perjuangan hidup dan pengabdiannya terhadap cita-cita. Barangkali pula, kita lupa untuk sejenak merenung dan lebih sibuk mengisi hari-hari dengan motivasi. Salah? Tidak salah tentunya. Karena ini semua adalah pilihan kita sebagai manusia. Adalah preferensi kita yang pada akhirnya membentuk identitas.

Melihat gejala tersebut, adalah hal yang wajar jika kini kita banyak menemui berbagai teknik motivasi. Tidak hanya menyediakannya di siaran televisi, akan tetapi mulai beralih ke berbagai media. Salah satunya adalah melalui media film. Dan baru-baru ini, telah dirilis satu film yang menggambarkan segala yang sudah saya sampaikan di atas. Film biopic tentang motivator (yang katanya) kelas dunia, Onggy Hinata, berjudul Terbang: Menembus Langit.

Lalu siapa itu Onggy Hinata? Mengapa kita harus mengenalnya? Dan apa pencapaian dalam hidupnya yang bisa meningkatkan semangat kita untuk berkarya?

Jika ingin tahu, Anda bisa saksikan film yang telah rilis pada bulan April lalu ini. Disutradari oleh Rio Nugros (Jakarta Undercover, Adriana dan 7/24), film Terbang Menembus Langit ini benar-benar menyajikan apa yang bakal Anda dapatkan dari motivasi-motivasi di siaran televisi: gambaran kegemilangan hidup tanpa kedalaman.

Bagaimana bisa tanpa kedalaman? Loh, bukankah motivasi itu tugasnya hanya merumuskan satu masalah spesifik, menjadi general lalu disampaikan ke orang lain dengan kesan ia pun bisa menyelesaikan masalah dengan cara serupa. Nggak setuju? Itu pilihan Anda sebagai pembaca. Hehe…

Terbang Menembus Langit: Seperti Burung, Ceritanya Terbang ke Cakrawala
Sumber gambar: id.bookmyshow

Sebagai penggemar Fajar Nugros pun saya merasa kecewa. Melihat jejak proses kreatifnya, mulai dari Jakarta Undecover hingga 7/24, saya seakan-akan kehilangan sosok Fajar yang berani dan vulgar dalam menyampaikan sesuatu. Pun dengan pemasangan aktor dan aktris papan atas, seperti Laura Basuki yang berperan sebagai Candra Dewi dan Dian Wiyoko sebagai Onggy, Fajar tetap gagal untuk mengeksplorasi ceritanya.

Akting boleh jago, kamera boleh oke, tapi sepanjang cerita hanya berhenti di penampilan kegagalan dan keberhasilan, tanpa pendalaman dan kedalaman, apa jadinya film ini nantinya?

Loh, emang ceritanya gimana? Mungkin Anda ingin bertanya seperti itu ke saya. Ya, kurang lebih, sebagaimana teknik motivasi, cerita hanya berputar antara muncul masalah, penyelesaian, muncul lagi, penyelesaian lagi. Selesai di situ.

Saya sebagai penonton, tidak diajak untuk mendalami pemikiran dan pemahaman dari Onggy. Sampai credit titled, saya tidak tahu sama sekali, apa yang membuat Onggy memiliki semangat sebesar itu. Apakah hanya karena cita-cita saja? Itu baru penjelasan tentang tujuan, prosesnya itu lho, Mas!

Maka, menonton film ini seperti Anda menonton iklan di YouTube. Anda ingin segera menyelesaikannya, untuk kemudian melihat acara yang sebenarnya? Anda tidak setuju? Mari berbagi komentar. Tabik.

Written by Biru Samudra

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Menjaga Berat Badan di Hari Lebaran, Kamu Perlu Kemauan yang Kuat!

Menjaga Berat Badan di Hari Lebaran, Kamu Perlu Kemauan yang Kuat!

Muda, Cantik dan Pintar. Ini Profil Sabrina Pasterski, Fisikawan Penerus Einstein

Muda, Cantik dan Pintar. Ini Profil Sabrina Pasterski, Fisikawan Penerus Einstein