Tentang Alex Jones Warganet yang Diblok
Sumber gambar: ztalkradio.com
in

Tentang Alex Jones: Warganet yang Diblok Youtube, Facebook dan Apple

UGET-UGET | Pernahkah kamu membayangkan, kondisi di mana kamu tidak bisa masuk, mendaftar, atau mengunggah foto di berbagai platform media sosial? Tandanya kamu sudah diblok oleh mereka. Namun, apa yang menyebabkan seseorang bisa diblokir?

Nah, kejadian itu dialami oleh Youtuber Alex Jones. Pihak pengelola platform YouTube mengumumkan bahwa mereka telah memblokir kanal video milik Alex Jones. Jika hanya YouTube, mungkin kamu menyangka kanal milik Alex Jones berisi konten dewasa atau yang tidak layak untuk sajian masyarakat. Namun ternyata, pemblokiran ini tidak hanya dilayangkan oleh YouTube.

Sebelumnya, Facebook sudah mengumumkan terlebih dulu perihal penghapusan empat laman (Facebook Page) yang paling banyak diikuti milik Jones. Selain itu, Apple juga mengumumkan telah mencabut lima dari enam podcast InfoWars, situs pribadi milik Alex Jones. Lalu, masih ada Spotify, platform pemutar musik online terbesar, yang memblok semua program Jones.

Betapa nahas dan hinanya hidup Jones jikap sampai semua platform media sosial melarang segala aktivitasnya. Lalu, siapakah itu Jones dan apa yang menyebabkannya dilarang aktif di media sosial?

Tentang Alex Jones: Warganet yang DIblok Youtube, Facebook dan Apple
Sumber gambar: Pinterest

Alex Jones adalah laki-laki berusia 44 tahun yang dikenal sebagai sumber segala hoaks dan ujaran kebencian. Misalnya, Jones menuding bahwa insiden penembakan Sandy Hook tak pernah terjadi. Dalam kenyataannya, insiden mengenaskan tersebut benar-benar terjadi dan menimpa sebuah Sekolah Dasar di AS pada tahun 2012. Dalam insiden tersebut, dilaporkan 28 orang tewas dan sebagian besar korban adalah anak-anak.

Selain itu, Alex Jones juga menyebarkan berbagai teori konspirasi yang bersifat liar, tak masuk akal dan seringkali rasis. Contohnya, dirinya pernah menyebut Hillary Clinton sebagai “setan” dan menuduh platform trasnportasi Uber dan layanan kesehatan di Amerika Serikat dikendalikan oleh “mafia Yahudi”.

Dalam pernyataan yang disebarkan oleh YouTube, platform ini menjelaskan alasan pemblokiran Alex Jones dikarenakan dirinya telah berulangkali menyalahi aturan.

“Apabila pengguna berulangkali melanggar ketentuan (Community Guideline), seperti tentang ujaran kebencian dan mempermalukan tokoh di depan publik, kami akan mematikan mereka,” ungkap YouTube seperti dilansir dari VOX, Senin (9/8).

Tentang Alex Jones Warganet yang Diblok
Sumber gambar: ztalkradio.com

Sedang dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Facebook, platform media sosial terbesar ini menyebutkan bahwa laman Alex mengandung banyak glorifikasi kekerasan dan menggunakan bahasa yang merendahkan saat mengacu pada transgender, Muslim dan imigran. Ini melanggar ketentuan ujaran kebencian yang dimiliki oleh perusahaan ini.

Selain dikenal karena kontroversi, Alex Jones juga dikenal sebagai salah satu sosok yang dekat dengan Presiden Amerika Serika Donald Trump. Diketahui, Trump pernah menjadi salah satu bintang tamu dalam acara Alex Jones, saat kampanye dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2016 lalu. Dalam kesempatan itu, Trump menyatakan bahwa Jones sebagai orang yang memiliki “reputasi yang luar biasa”.

Langkah pemblokiran ini tidak berjalan mulus tentunya. Ada pihak-pihak yang menentang langkah para raksasa perusahaan teknologi ini. Salah satunya adalah senator Ted Cruz yang mengaku jika ayahnya pernah difitnah Jones sebagai pembunuh mantan Presiden John F. Kennedy.

Menurut mereka yang menentang pemblokiran, langkah itu dinilai sebagai bentuk platform media sosial dalam menghalangi kebebasan berpendapat dan melanggar amanat dari Amandemen Pertama konstitusi Amerika Serikat.  Lalu mana yang benar?

Dalam pendapat saya, jika langkah yang diambil platform itu bisa menjaga kondisi masyarakat, dalam hal ini warganet, menjadi lebih kondusif, mengapa tidak? Bukankah kita bisa melihat betapa ujaran kebencian dan hoaks atau informasi palsu telah menjadi makanan sehari-hari yang mudah sekali diproduksi.

Memang ada yang langsung tahu jika itu hoaks, namun lebih banyak lagi yang menelan mentah-mentah setiap informasi yang diterima untuk kemudian disebarkan. Itu yang lebih berbahaya. Seandainya, para perusahaan tersebut menerapkannya di Indonesia, bagaimana jadinya?

Written by Biru Samudra

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Berendam Sambil Nonton Bioskop di Bathtub Cinema Shibuya, Tertarik Mencobanya

Berendam Sambil Nonton Bioskop di Bathtub Cinema Shibuya, Tertarik Mencobanya?

Terlihat Sepele, Jangan Lakukan 3 Kebiasaan yang Bisa Merusak Kulit Ini

Terlihat Sepele, Jangan Lakukan 3 Kebiasaan yang Bisa Merusak Kulit Ini