Tengok Lagi Cara Berpakaianmu, Seragamkah?
Sumber gambar: cellcode.us
in

Tengok Lagi Cara Berpakaianmu, Seragamkah?

UGET UGET | Bagaimana cara berpakaianmu? Dari TK Sampai SMA kawan-kawan sudah terbiasa dengan pakaian seragam. Dalam KBBI terbaru seragam didefinisikan sebagai sejenis, sama atau pakaian yang sama potongan dan warnanya.

Bisa dikatakan seperempat hidup kita menggunakan pakaian seragam, entah itu seragam pramuka, seragam batik lokal, dan seragam kewajiban (seperti SMA dengan putih abu-abu, SMP dengan putih biru, dan SD dengan putih merah).

Pastinya kalian ingin memakai pakaian yang tidak seperti saat sekolah (baca: seragam), sehingga ketika masuk bangku kuliah banyak yang memakai pakaian dengan ciri khasnya sendiri, dari yang pakai topi, pakai kaos kemeja, celana levis, dsb.

Apakah menurut kalian pakaian seragam yang dipakai pada saat sekolah adalah hal yang norak? Sebagai orang yang tidak termakan dengan pendapat orang pada umumnya, saya perlu adanya melakukan riset kecil-kecilan tentang seragam sekolah kita dulu.

Faktanya ialah seragam yang kita pakai dulu tidak lebih dari tiga warna, seperti SD dari bawah pakai sepatu hitam, celana pendek merah,  kemeja putih, dan topi merah. SMA juga dari bawah pakai sepatu hitam, celana abu-abu, kemeja putih, dasi abu-abu, dan topi abu-abu.

Cara Berpakaianmu, Seragamkah?
Sumber gambar: banjarmasin.tribunnews.com

Karena indra mata kita akan merasa aneh ketika meliha bentuk yang memiliki lebih dari tiga warna, sehingga bisa dikatakan negara dulu membuat peraturan seragam bukan hanya asal membuat tapi juga dilihat dari segi estetika.

Nah untuk kawan-kawan yang sedang kuliah, tengok lagi berapa warnakah yang menempel pada tubuh kawan-kawan, bahkan paling ekstremnya warna kendaraan dan helm kawan-kawan juga turut dalam cara berpakaian.

Pemakaian sepatu warna hitam dalam sekolah juga turut masuk dari segi estetik, karena warna hitam mudah dipadukan dengan warna lainnya, dan tidak mengungguli warna lainya. Selain itu bila kotor juga tidak terlalu kelihatan.

Mungkin kalian berpikir kok tidak memakai sandal atau sepatu slop saja pada saat sekolah dulu. Sepatu dan sandal itu bukan hanya masalah fungsi atau prestige, tapi juga masuk dalam masalah peradaban.

Kenapa masuk dalam masalah peradaban? Patut diketahui bahwa dulu orang pribumi pada saat masih zaman Hindia Belanda dilarang menggunakan sepatu, karena yang menggunakan sepatu ialah para kolonial atau para londo. Sedangkan pribumi kebanyakan nyeker atau menggunakan sandal. Untuk anak-anak raja menggunaka sepatu slop seperti sepatu slop upacara pernikahan Jawa.

Jadi bisa dikatakan ketika kalian sekolah tidak menggunakan sepatu, kalian telah mencoreng martabat kalian sendiri dan para pahlawan terdahulu. Semahal-mahalnya sandal dan sepatu slop, masih bermartabat sepatu murah apabila dilihat dari sudut pandang perjuangan pahlawan kita dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Penyikapan Personal Atas Harmoni Dan Nuansa

Penyikapan Personal Atas Harmoni Dan Nuansa

Lirik Dalam Musik, Apakah Sekadar Kata-Kata Biasa?

Lirik Dalam Musik, Apakah Sekadar Kata-Kata Biasa?