Sport

Tendangan Kungfu Suporter Madura United Terhadap Wasit Asing

UGETUGET – Dan terjadi lagi: kerusuhan dalam pertandingan sepak bola Indonesia. Ini kali bukan tawuran antarsuporter, atau perang kekuasaan di tubuh petinggi PSSI, melainkan sebuah tendangan kungfu suporter Madura United yang coba menyerang wasit Hasan Akremi.

Tendangan kungfu suporter Madura United itu dilakukan akibat rasa kecewa terhadap kepemimpinan wasit asal Iran tersebut. Mereka tidak dapat menerima kegagalan tim kesayangannya.

Karena, Madura United harus meraih kemenangan untuk menjaga harapan juara. Apa hendak dikata, pada akhirnya Madura United hanya mendapat hasil seri saja. Ya, karena Madura United hanya bermain imbang 1-1 lawan Borneo FC, suasana jadi rusuh.

Sudah menjadi cerita lama, tiap kali tim kesayangan gagal menang di laga kandang, suasana di luar lapangan jadi tak terkendali. Dan sudah jadi cerita lama pula, setiap kegagalan yang didapat oleh tim kesayangan, yang disalahkan adalah wasit.

Entahlah, bagaimana kejadian macam itu bisa terjadi. Apa pula korelasi antara gagal menang dan menyalahkan wasit. Tapi mau tidak mau, suka tidak suka, kalau melihat sepak bola Indonesia, semua itu ada korelasinya.

Sebab, sepak bola di Indonesia adalah olahraga yang ajaib. Ia dapat menyatukan semua unsur dalam kehidupan dan bisa juga menghancurkannya. Seperti nenek moyang yang dapat melakukan semuanya dengan magic, sepak bola Indonesia juga memiliki magic tersendiri.

Salah satu kekuatan magic yang ada di sepak bola Indonesia adalah tim tuan rumah harus menang. Kalau tuan rumah gagal menang, maka wasit harus disalahkan. Menyalahkan wasit jauh lebih mudah daripada membuat alasan lain yang lebih logis.

Oleh karena itu, wajar kalau suporter Madura United sangat marah kepada wasit ketika tim kesayangannya gagal menang. Padahal, sepanjang pertandingan wasit sudah bekerja dengan baik. Menurut catatan Bola Sport, keputusan yang diambil oleh wasit Hasan Akremi  sangat baik.

Hampir sembilan puluh persen keputusannya sesuai dengan peraturan yang dibuat Federasi International de Footbal Asosiation (FIFA). Kalau begitu, jika kita mengacu pada catatan itu, tentu kita akan bertanya, mengapa suporter Madura United bisa sangat marah? Jawabannya, karena tim kesayangannya gagal menang.

Memang itulah satu-satunya jawaban untuk pertanyaan tersebut. Andai saja Madura United berhasil menang, pasti tidak akan ada yang rusuh. Hal ini juga berlaku untuk semua pertandingan di liga sepak bola Indonesia. Kalau tim kesayangannya diuntungkan, semua komentar miring diabaikan dan justru balik mengomentari miring.

Kejadian ini pernah dilakukan oleh pelatih PSM Makasar, Robert Rene Albert. Albert adalah pelatih yang sangat kritis terhadap segala aspek yang menyangkut kompetisi di liga Indonesia. Dari hal-hal di dalam lapangan sampai aspek nonteknis seperti regulasi.

Akan tetapi ketika timnya diuntungkan oleh wasit dalam pertandingan PSM melawan Sriwijaya di putaran pertama lalu, Albert justru memuji kepemimpinan wasit. Nah!

Sumber gambar: VIVA.co.id

https://www.youtube.com/watch?v=4Em8jlB8lfE

sumber video: youtube.com

Bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Pingin konten seru tiap hari?

Dapetin konten menarik di emailmu

Makasih bro, tunggu konten dari kami ya

Ada kesalahan, coba ulangi lagi