Teknologi Virtual Reality Berikan Pengalaman Kuliner Unik
Sumber gambar: www.richardvanhooijdonk.com
in

Teknologi Virtual Reality Berikan Pengalaman Kuliner Unik

UGET UGET – Teknologi Virtual Reality (VR) atau realitas maya telah banyak mewujudkan kesenangan-kesenangan yang tak dapat ditemukan dalam dunia nyata. Bahkan melalui teknologi simulasi ini, kita bisa mengubah cara orang menikmati makanan.

Dalam acara bertajuk London Food Tech Week, pengunjung yang datang dijamu dengan teknik sonic-seasoning. Teknologi ini menggabungkan indra penglihatan dengan indra perasa dan penciuman. Apa yang terlihat dan tercium nampak begitu cantik dan menggugah selera makan.

Teknologi ini dapat memberikan pengalaman kuliner yang unik. VR pun bisa menipu indra pengecap melalui perpaduan gambar penuh warna, wangi parfum, dan musik. Ini telah terbukti membuat makanan yang disantap jauh lebih sedap. Dengan kata lain, teknologi ini bisa mengoptimalkan rasa makanan, tanpa perlu mengonsumsi banyak kalori.

Charles Spensi, seorang ilmuwan makanan dalam video tersebut mengutarakan, “Kami punya banyak bukti dari lab psikologi, koki, seniman, dan komposer musik bahwa kami bisa memilih atau membuat musik tertentu yang bisa menambah rasa manis, asin, asam, pahit pada makanan juga tekstur krim dan kepedasan. Ini sudah banyak diterapkan di banyak restoran, bar, dan pesawat,” jelasnya.

Apalagi saat ini aroma parfum begitu beragam, wanginya pun menyegarkan. Cocok nih sepertinya untuk kalian yang sedang menerapkan program diet. Makan sayuran dan buah menjadi pengalaman yang berbeda dari biasanya. Makanan yang serba hambar terasa begitu enak melalui teknologi VR ini. Pengunjung yang datang pada acara itu pun nampaknya begitu menikmati makanan yang tersaji.

Teknologi VR ini bisa dikaitkan dengan teori hiperrealitas. Hiperrealitas terjadi ketika kita tak mampu lagi membedakan mana kenyataan dengan yang mana fantasi, sebab keduanya telah berbaur dan saling bertumpukan. Simulasi menyimulasi dirinya sendiri. Artinya apa yang disimulasikan dalam VR tak dapat ditemui dalam dunia nyata. Teknologi VR menciptakan realitasnya sendiri.

Teori yang muncul sebagai konsep dalam dunia pos modernisme yang dikemukakan Jean Baudrillard ini menunjukkan bahwa ukuran-ukuran realitas sudah tidak dapat dipegang lagi. Konstruksi produksi tak lebih dari hanya sekadar permainan tanda-tanda. Dalam hal ini parfum, gambar, dan musik adalah tanda-tanda yang dipermainkan.

Apa yang kita lihat dan rasakan dalam teknologi VR lebih bagus, lebih menarik, dan lebih nyata dari realitas senyatanya. Saat kita melepas alat itu, keindahan dan kenikmatan lantas hilang begitu saja. Makanan yang ada di meja berbeda dengan apa yang ditemui dalam VR. Namanya juga realitas maya. Realitas itu nampak nyata hanya jika kita menggunakan alat itu.

Kenikmatan itu memang hanya sesaat, tetapi setidaknya bisa mengubah mood kamu hanya dalam seketika.

Sumber gambar: www.richardvanhooijdonk.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Sosok Perempuan-perempuan Inspiratif di Indonesia

Sosok Perempuan-Perempuan Inspiratif di Indonesia

Isu Spanyol Didiskualifikasi: Upaya yang Sama untuk Bangkitkan Tensi Piala Dunia 2018

Isu Spanyol Didiskualifikasi: Upaya yang Sama untuk Bangkitkan Tensi Piala Dunia 2018