“Teater Kubur” Dan Cerminan Masyarakat
Sumber gambar: seleb.tempo.co
in

“Teater Kubur” Dan Cerminan Masyarakat

UGETUGETKelompok teater ini tumbuh dan didukung oleh mereka yang tinggal di Gang Kober, Kampung Melayu Jakarta dan membangun komunitasnya sebagai teater urban. Masyarakat sekitar pekuburan ini acap kali menjadi penonton sekaligus pendukung utama setiap kelompok ini pentas.

Di bawah pimpinan Dindon WS, Teater Kubur diakui banyak kritisi sebagai yang terdepan dalam gelombang baru teater kontemporer Indonesia. Melalui latihan intens yang terus menerus, mereka melakukan penjelajahan pada kedalaman tubuh serta relasinya dengan benda-benda.

Pertunjukan Teater Kubur selalu menumbuhkan suasana dan atmosfer yang kuat, seperti membangun medan kesadaran baru antara penonton dan pemain. Naskah pertunjukan disusun dari igauan, teriakan, ratapan atau sumpah serapah yang muncul selama latihan.

Karena merupakan cetusan dari alam bawah sadar, percakapan dalam pertunjukan pun merupakan cerminan dari persoalan masyarakatnya. Gerak-gerak tubuh pemain juga merupakan cerminan dari kata-kata, dan sebaliknya kata-kata menjadi benda-benda.

Beberapa karya penting mereka antara lain: Sirkus Anjing, Tombol 13 dan Sandiwara Doll. Kelompok ini memiliki aktor yang kuat antara lain Andi Bersama dan Sheila.

teater kubur
Sumber gambar: jakarta.go.id

Seperti sebutan namanya, Teater Kubur, secara letak memang ada di dekat kuburan. Sementara itu, makna kuburan sendiri bisa diartikan, bahwa kita bisa belajar dari yang sudah mati, untuk memaknai hidup kita agar lebih baik lagi.

Jadi, kematian itu justru untuk kehidupan. Kita bisa belajar dari kegagalan dan kesuksesan semasa hidup. Namun, meski filosofisnya begitu, nama Teater Kubur muncul secara spontan.

Festival Teater

Keseriusan itu pun terasah dengan turut berpartisipasinya Teater Kubur di berbagai Festival Teater. Meskipun, tidak pernah tampil sebagai juara, namun dari keikutsertaan itulah kematangan Teater Kubur mulai terbangun. Sampai mereka pun mulai menyadari bahwa ternyata tidak cukup bila hanya membawakan naskah-naskah karya orang lain.

Berangkat dari keinginan tersebut, Teater Kubur pun mulai menyiapkan pementasan dengan naskah karyanya sendiri, dimana Dindon Wahyudin Sukarja, atau lebih dikenal dengan singkatan, Dindon W. S. Sukarja pun berperan sebagai sutradaranya.

Pada tahun 1987, Teater Kubur untuk pertama kalinya tampil dengan naskah garapannya sendiri, yang berjudul “Sirkus Anjing”. Penampilannya tersebut membawa berbagai komentar yang beragam di kalangan pengamat kesenian. Bahkan banyak yang menjadikannya sebagai referensi teater hingga sekarang.

Setelah sukses dengan Sirkus Anjing, Teater Kubur kembali tampil di Jakarta dengan “Tombol 13” pada tahun 1993. Pada tahun 1998, Teater Kubur kembali membawakan “Sandiwara Doll”.

Selanjutnya di tahun 2000, Teater Kubur kembali membawakan pertunjukan berjudul “Danga-Dongo” yang dibagi menjadi dua sekuel.

Kedermawanan Teater Kubur pun terlihat di dalam pertunjukan ini. Kedua sekuel tersebut, “Danga-Dongo 1” dan “Danga-Dongo 2” khusus ditampilkan di kalangan penyandang cacat tuna netra di Jakarta.

Setelah itu, di tahun 2004, mereka kembali mempersembahkan “Jas Dalam Toilet” yang dipentaskan di Jakarta dan Surabaya. Teater Kubur juga ikut memeriahkan Festival Art Summit pada tahun 2004 di Jakarta.

Pada festival tersebut, beliau kembali membawakan “Sirkus Anjing” dalam versi yang sudah diperbaharui. Kemudian pada tahun 2007-2008 Teater Kubur tampil dengan “On/Off” yang dibawakan di Tokyo, Jepang.

Dalam melakukan proses kreatif, Teater Kubur menerapkan falsafah teater bukan sekedar produk panggung melainkan sebuah refleksi terhadap hidup. Dengan begitu, Dindon Wahyudin Sukarja selalu menekankan eksplorasi. Dan beliau tak pernah membuat target pementasan jika eksplorasi belum menunjukkan hasil.

pementasan teater kubur
Sumber gambar: seleb.tempo.co

Written by Arief

Kedamaian batin dan ketenangan pikiran adalah segalanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Mengenal Sosok Kapitan Patimura

Mengenal Sosok Kapitan Patimura

Membaca Kans Juara Sekaligus Kans Degadrasi Liga 1

Membaca Kans Juara Sekaligus Kans Degadrasi Liga 1