Tanam Saja Nosstress Di Kepalamu!
Sumber gambar: nosstress.com
in

Tanam Saja Nosstress Di Kepalamu!

UGETUGET | Nosstress, lagu Tanam Saja yang membuat saya jatuh cinta pada mereka. Perpaduan folk dan blues dalam alunan pop membuat lagu-lagu mereka mudah hinggap di telinga. Apalagi kesederhanaan liriknya yang secara tidak sadar akan membuatkan ruang perenungan bagi pendengar.

Nosstress terbentuk di tahun 2008 dengan formasi Kupit (Gitar/Vokal), Man Angga (Gitar/Vokal) dan Cok Bagus (Kajon/Harmonika/Pianika).

Nosstress mulai menciptakan karya-karya originalnya medio Oktober 2011. Secara resmi band ini merilis album perdananya berjudul “Perspektif Bodoh” yang dilaunching di Serambi Art Antida (kini Antida Sound Garden), Denpasar.

logo nosstres
Sumber gambar: indielokal.com (Logo band Nosstress).

Band ini kerap mengangkat isu-isu lingkungan. Mulai dari perenungan diri sendiri hingga ulah pemerintahan. Seperti dalam lagu Ini Judulnya Belakangan, keresahan mereka terhadap Bali yang semakin penuh sesak dan tidak nyaman.

Lagu itu menggunakan sudut pandang aku, sebagai seseorang yang suka bermain musik dan lagu. Mereka hendak pergi meninggalkan Bali dan di akhir mereka berpesan, “semoga beton tak tumbuh lebih subur dari pada pepohonan”. Kemudian ditutup dengan suluk khas cengkok Bali.

Secara keseluruhan lagu yang termuat di “Perspektif Bodoh” mengajak kita instropeksi diri dan menawarkan optimisme hidup. Seperti dalam lagu Tunda, Tanam Saja, Smoking Kills, Mengawali Hari dan masih banyak lagi.

Menariknya, termuat satu lagu yang menawarkan hidup optimis dan tak perlu menyalahkan sesama. Tak Pernah Terlambat, sebuah lagu yang membangun ruang perenungan untuk kita semua, bahwa segala yang terjadi berangkat dari kita dan tidak ada yang terlambat di dunia ini.

trio folk Denpasar
Sumber gambar: nosstress.com (Trio folk Denpasar).

Mengawali Hari, lagu ini sangat disarankan diputar setelah bangun tidur atau saat kalian sedang bersiap diri untuk memulai kegiatan. Beberapa poin yang ditawarkan menarik untuk difikirkan ulang.

Hal yang saya suka dari band ini adalah usaha menyederhanakan kritik, optimisme, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam cerita-cerita yang ringan tanpa mencekoki pendengarnya, bahkan menempatakannya dalam narasi keseharian hidup untuk kita semua, didendangkan dengan suka cita.

 “Kadang kita justru bisa menemukan inti masalah dengan memandang secara sederhana saja. Jadi ‘Perspektif Bodoh’ itu memandang dengan kesederhanaan, sesuai dengan musiknya, sederhana.” – Angga Nosstress

Bagi kalilan yang suka mendengarkan musik-musik folk, Nosstress sangat disarankan untuk masuk playlist kalian.

Written by Budi

Sehat selalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Hindari Kebiasaan Buruk Ini Saat Bekerja, Bisa Jadi Bumerang

Hindari Kebiasaan Buruk Ini Saat Bekerja, Bisa Jadi Bumerang

Meracik Taktik di Online Soccer Manager

Meracik Taktik di Online Soccer Manager