Tamu yang Berkunjung Dini Hari
Sumber gambar: www.telegraph.co.uk
in

Tamu yang Berkunjung Dini Hari

UGET UGET – Cukup kamu tahu bahwa pintu rumahku terbuka setiap saat. Siapa saja yang berkunjung, tak akan kusebutkan namanya. Toh, nama tidak terlalu penting, sebagaimana Syahrazad bercerita tentang nama-nama fiktif sepanjang 1001 malam.

Seperti Syahrazad, tamu-tamu yang mengetuk pintu rumahku dini hari, selalu membawaku ke dunia fantasi yang lebih indah dari mimpi malam hari. Untuk mereka, aku hanya bisa menyediakan sebuah kamar kecil, sepasang bantal dan kasur tipis.

Tamu pertama adalah seorang futuristik. Ia tak bisa diidentifikasi dengan jenis pekerjaan apapun. Sebab ia terbiasa mengerjakan berbagai hal sesuai dengan kebutuhannya. Apa saja.

Dia membawaku ke suatu masa, ketika keinginan terbesar manusia benar-benar terwujud. Mencari suaka baru di tengah gugusan planet, meninggalkan Bumi yang telah tua. Peperangan, perubahan iklim yang tak menentu, penjarahan, serta semua kejahatan semakin merajalela.

Terlebih, kemajuan teknologi yang mampu mempercepat evolusi yang seharusnya berjalan jutaan tahun menjadi hanya 60 tahun. Para ilmuan pun telah menemukan dan memprediksi terdapat suatu planet yang mirip Bumi, dengan pertahanan yang kuat dan sumber kehidupan yang tak jauh berbeda.

Ketika waktu itu tiba, manusia berbondong-bondong memesan kursi di dalam pesawat yang akan ia ciptakan: pesawat UFO. Menurutnya, hanya UFO yang dengan leluasa mampu mengunjungi planet-planet. Dengan kecepatan yang belum pernah dipikirkan manusia, pesawat UFO mampu melampaui kecepatan cahaya untuk sampai ke planet tujuan.

Berbeda dengan UFO yang sering kutonton dalam film, ia membayangkan orang-orang akan mengangkut berbagai hal untuk menyongsong kehidupan baru. Maka pesawat yang ia ciptakan dirancang dengan bagasi yang cukup besar supaya memuat segala yang dibutuhkan.

Hanya saja, orang-orang akan membawa bekal yang sama sekali berbeda. Mereka paham, bahwa kehancuran di Bumi adalah ulah mereka sendiri. Manusia menciptakan pengetahuan sains, yang menjelma bom nuklir, senjata-senjata perang, teknologi yang mengekang kaum-kaum miskin. Manusia mengembangkan bisnis, yang tujuan utamanya memiskinkan orang lain. Semua itu tentu tidak akan dibawa manusia untuk menghindari konflik yang serupa.

Mungkin manusia akan membawa serat-serat dari peninggalan peradaban terdahulu, lengkap dengan wayang, musik, serta kesenian lainnya. Sebab hanya kesenian yang mampu meruntuhkan tembok keangkuhan dan kerakusan manusia. Tanpa seni, agama, ilmu pengetahuan, dan segala macam kehidupan menjadi buta. Jika tak memiliki hati, semuanya akan berubah menjadi begitu menyeramkan.

Maka pesawatnya perlu bagasi yang besar. Sebab harus mengangkut replika tokoh-tokoh wayang, gamelan yang berat, sinden, dalang, piano, gitar, alat lukisan, ah tentunya bibit-bibit pohon untuk memulai kehidupan baru.

Ia membayangkan, pengetahuan modern benar-benar ditinggalkan. Bukankah penjajahan dan peperangan dimulai ketika orang sudah masuk dalam masa modern? Nah, sambil bersantai di dalam pesawat, dibayangkannya para dokter yang masuk angin akan dikerok oleh Petruk. Presiden akan menjadi lakon wayang yang dengan leluasa dimainkan oleh dalang. Para agamawan, berdoa sambil menyeduh kopi.

Semua itu, sambil dijelaskan, ia juga membuat oret-oretan di dalam buku. Ia menggambar pesawat futuristiknya. Lengkap dengan suasana, bahan bakar, dan hitung-hitungan matematis untuk mewujudkan kegelisahan umat manusia.

Ah, rasanya catatanku tak lebih baik dari gambarnya. Tapi tak perlu kamu melihat gambar futuristik itu. Tak usah. Kita tinggal tunggu saja kapan pesawat itu beraksi.

Ternyata aku hanya bisa menuliskan tentang tamu pertamaku yang mengetuk pintu dini hari. Aku berharap bisa menceritakan kisah-kisah fantastis lainnya, sebagaimana Syahrazad mampu menceritakan kisah fiktif selama 1001 malam. Di masanya, ia memang fiksi. Tetapi di masa sekarang, banyak tokoh Syahrazad yang betul-betul menjadi nyata.

Kukira, tamu-tamuku itu sengaja disembunyikan Syahrazad dalam kisahnya, lantas dikirim padaku.

Sumber gambar: www.telegraph.co.uk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Si Caper yang Selalu Umbar Info Pribadinya, Tanda Belum Bijak Bermedia

Si Caper yang Selalu Umbar Info Pribadinya, Tanda Belum Bijak Bermedia

Dari Hengkangnya Chika Jessica dari Hitam Putih Hingga Masalah Pribadi dengan Karlina, Mantan Istri Deddy Corbuzier

Hengkangnya Chika Jessica dari Hitam Putih Hingga Masalah Pribadi dengan Karlina, Mantan Istri Deddy Corbuzier