Tabriz Bazaar, Jalur Shopaholic Iran
Sumber gambar: www.shanagasht.com
in

Tabriz Bazaar, Jalur Shopaholic Iran

UGET UGET – Bagi para shopaholic, tidak lengkap rasanya jika belum mengunjungi pasar-pasar di Jazirah Arabia. Wilayah tandus yang hanya diisi oleh padang gurun, sebagian besar warganya adalah pedagang. Dan di tempat itu, pernah tumbuh pasar-pasar yang terkenal di masanya, bahkan beberapa dari pasar itu masih bisa dijumpai hingga hari ini. Salah satunya adalah Tabriz Bazaar, komplek pasar yang dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2010, yang berpusat di jantung kota Tabriz, provinsi Azerbaijan Selatan, Iran.

Tabriz Bazaar adalah salah satu pasar tertua dan terbesar di Timur Tengah yang menempati tanah seluas 67 acre dan berjejer toko-toko sepanjang empat mil.

Tabriz Bazaar, Jalur Shopaholic Iran
Sumber gambar: www.shanagasht.com

Tabriz tumbuh seiring ramainya jalur sutra, jalur perniagaan tertua yang menghubungkan antara Afrika, Asia dan Eropa. Di dalam catatan penjelajah seperti Marco Polo dan Ibn Batuta yang pernah berkunjung ke tempat ini, Tabriz Bazaar menjual hampir keseluruhan dari produk-produk dagangan yang berkembang di masa itu, baik yang berasal dari Afrika, Asia dan Eropa.

Setelah tertutupnya jalur perdagangan dan pembentukan negara-negara otonom di Timur Tengah yang menyulitkan perdagangan antar negara, Tabriz Bazaar menjadi salah satu dari sedikit pasar tradisional yang masih bertahan hingga hari ini.

Untuk menyesuaikan kebutuhan, kini Tabriz Bazaar juga diduduki oleh berbagai pasar modern, supermarket dan mall, seperti Amir Bazaar (khusus menjual emas dan perhiasan), Mozaffarieh (khusus menjual karpet), sepatu dan sandal, pasar sembako, dan sebagainya.

Di masa jalur sutra, Tabriz Bazaar sangat ramai. Hingga mencapai puncaknya di masa Dinasti Safawi di abad 16 ketika Tabriz dijadikan ibukota kerajaan. Invasi Ottoman di abad 18 yang melumpuhkan Dinasti Safawi juga berimplikasi pada melemahnya Tabriz Bazaar. Namun layaknya pasar, tetap terus menjadi tempat pertukaran ekonomi bahkan di masa-masa sulit.

Selain menjadi pasar, Tabriz juga berperan penting di masa Revolusi Konstitusi Iran paruh terakhir abad 20 serta Revolusi Islam di Iran. Begitu juga dengan ritual keagamaan. Tabriz Bazaar selalu dijadikan tempat pelaksanaan ritual 10 hari Asyura oleh kalangan Syiah. Bahkan, beberapa masjid besar di Irian berada di dekat Tabriz Bazaar, di antaranya adalah Masjid Jami dan Blue Mosque.

Gempa dan banjir yang pernah melanda Iran juga merusak sebagian besar komplek pasar Tabriz. Dimulai pada tahun 2000, Organisasi Cagar Budaya Iran memulai proses restorasi yang dibiayai oleh pemilik lapak di Tabriz. Proyek rehabilitasi tersebut memenangkan anugerah arsitektur Aga Khan Award pada tahun 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

King of Comedy, Gebrakan Perfilman Cina

King of Comedy, Gebrakan Perfilman Cina

Beberapa Cara Agar Terhindar dari Gigitan Nyamuk Saat Tidur

Beberapa Cara Agar Terhindar dari Gigitan Nyamuk Saat Tidur