Survive Untuk Perantau Bukan Sekadar Cara Bertahan Hidup
Sumber gambar: hipwee.com
in

Survive Untuk Perantau Bukan Sekadar Cara Bertahan Hidup

UGETUGET | Survive alias cara bertahan hidup perantau kita. Hallo kawan-kawan perantau yang jauh dari orang tua dan akrab dengan tanggal tua. Tinggal di asrama, di kost atau di kontrakan yang terkadang (bahkan sering) telat bayar listrik dan air.

Para sesepuh kost pastinya sudah advance untuk menangani monster yang bernama tanggal tua dan telat kiriman. Bagi kawan-kawan yang masih newbie dalam menangani dua monster di atas, saya akan berikan tips dan trik basic alias paling dasar untuk survive.

Pada umumnya para perantau memiliki dua kegiatan, pertama mencari ilmu formal dan kedua mencari ilmu non-formal, atau bahasa umumnya kalau nggak sekolah ya kerja atau kerja sambil sekolah.

Pastinya dua kegiatan di atas mempengaruhi cara survive yang baik dan benar. Ambil logika sederhana: ‘kalau nggak punya uang ya kerja’. Kalimat tadi sering diarahkan kepada para perantau yang kegiatannya kerja. Berbeda dengan logika: ‘nggak punya uang utang dulu saja, nanti kalau udah ada kiriman, dibalikin’.

makan indomie warmindo
Sumber gambar: hipwee.com

Memang banyak kawan-kawan yang turah duit sehingga menjadikan kawan lainnya sebagai deposito berjalan. Dengan alasan pekewuh si peminjam tidak akan menolak diajak kemana-mana. Nah langsung saja akan saya jabarkan bagaimana cara untuk survive di tanah orang.

Pertama, segeralah beli magic com dan pemanas air bila kalian memilki uang lebih. Kalian tahu bahwa biaya paling mahal dalam produksi ialah jasa.

Jika kalian bisa membeli indomie dengan harga Rp 2.500 kenapa kalian harus beli dengan harga Rp 6.000 siap santap? Jika kalian beli kopi sachet dengan harga Rp 2.000 tiga sachet, kenapa harus beli Rp 3.000 satu gelas? Dan masih banyak lainnya.

Kedua, segeralah beli ember dan detergen. Seperti dua hal di atas, biaya paling mahal ialah biaya jasa. Pastinya di tempat kost atau kontrakan kawan-kawan ada laundry kiloan atau satuan.

Apabila kawan-kawan bisa menyempatkan waktu sekadar 30 menit untuk mencuci dengan gaya Korea Selatan, yaitu menggunakan kaki kalian, kenapa kalian harus melaundry dengan selisih harga detergen dan air bisa empat kali lipat lebih?

Tapi apabila kawan-kawan memang orang yang malas balik kost, sebaiknya dilaundry saja. Lumayan, tempat laundry-nya bisa sekalian dijadikan lemari pribadi kawan-kawan.

rokok lintingan
Sumber gambar: gambarrokok.com

Ketiga, untuk para smokers mulailah berguru pada kawan-kawan linthingers (pecinta rokok linthingan). Rokok yang kalian hisap itu bisa lima kali lipat lebih mahal daripada kalian membeli tembakau sendiri terus membuat rokok sendiri.

Keempat adalah selalu pepet kawan-kawan yang turah duit. Terkadang memang kawan-kawan yang turah duit ini bak pahlawan pada saat akhir bulan. Pinjamlah berapa puluh ribu untuk bertahan hingga kiriman datang.

Tapi yang perlu diingat adalah segera bayar hutang kawan-kawan karena perkawanan itu lebih mahal daripada sekadar uang yang fana.

Tulisan ini hanya sekedar menggambarkan kondisi kawan-kawan yang merantau dan memberikan motivasi apabila kawan-kawan dilanda krisis akhir bulan. Kawan yang baik ialah kawan yang susah ataupun senang tetap datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Axolotl, Salamander yang Tidak Dewasa. Masih Remajakah?

Axolotl, Salamander yang Tidak Dewasa. Masih Remajakah?

Cerita di Balik Pembangunan Taj Mahal, Mengenang Kesedihan yang Indah

Cerita di Balik Pembangunan Taj Mahal, Mengenang Kesedihan yang Indah