Sumber Mata Air Mbelik dan Kecebong-Kecebong Kecil
Sumber gambar: kedaipena.com
in

Sumber Mata Air Mbelik dan Kecebong-Kecebong Kecil

UGET UGET – Pernah dengar istilah mbelik? Mungkin bagi masyarakat daerah gunung lebih akrab dengan istilah tersebut karena berkaitan dengan sumber mata air.

Mbelik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sumber mata air kecil. Mbelik ini berbeda dengan sumur. Mbelik bisa dikatakan sebagai tempat air yang mengalir dari batuan atau tanah ke permukaan tanah secara alamiah. Jadi, sumber air yang alami.

Berbeda dengan sumur yang merupakan sumber air buatan dengan cara menggali tanah. Setiap rumah pada jaman sekarang pasti memiliki sumur, walaupun sumurnya dibuat rendah. Tetapi, tidak semua tempat mempunyai mbelik.

Sumber mata air kecil ini biasanya terdapat di dearah dataran tinggi, seperti gunung atau pegunungan. Kalau di Jogja misalnya di daerah Gunungkidul dan Kulonprogo. Pembahasan kali ini saya akan mengajak lebih jauh bagaimana kondisi dan pemanfaatan sumber mata air alami di daerah Kulonprogo.

Jika Anda datang ke daerah Samigaluh, Kulonprogo, tepatnya Pedukuhan Kaliapak, di sana dapat terdapat 3 tempat sumber mata air yang sampai sekarang masih dimanfaatkan oleh warga sekitar. Tidak jarang warga di sana memanfaatkan air di sana untuk mandi, mencuci pakaian, dan kebutuhan lainnya yang dilakukan langsung di tempat itu.

Dilihat dari kondisi tempatnya sebenarnya kurang layak jika digunakan untuk mandi langsung di tempat. Mengapa? Hal ini dikarenakan tembok yang dibangun di samping atau di sekitar mbelik hanya setinggi pundak saya, kira-kira 1,5 meter, dan tidak ada pintu, serta atap.

Kondisi tempat yang dibangun seperti itu memungkinkan, bahkan sangat jelas setiap orang bisa melihat langsung orang yang sedang mandi atau mencuci pakaian di sana. Rata-rata yang mandi di sana adalah ibu-ibu dengan usia sekitar di atas 45 tahun. Kalau bapak-bapak, anak-anak remaja, dan ibu-ibu muda belum pernah saya lihat ada yang mandi di sana.

Hanya saja di zaman sekarang ini, bagi saya dan orang asing yang hidup di luar daerah sana akan merasa canggung, bingung, atau malu sendiri ketika melihat ada salah satu warga yang mandi di sana. Mau lewat kok nggak enak. Padahal, itu jalan utama yang sering dilewati warga.

Mungkin menurut anggapan masyarakat luar, perilaku mandi di tempat terbuka adalah porno. Sayangnya, anggapan itu tidak berlaku bagi masyarakat Kaliapak. Nah, ini semua kembali pada budaya. Budaya satu dengan budaya lain berbeda. Budaya satu akan menganggap itu adalah hal yang tabu, tapi mungkin tidak bagi budaya daerah lain.

Kembali lagi pada kondisi mbelik saat ini, ya. Kondisi di sana saat ini bagi saya kurang layak, baik airnya maupun tempatnya. Air di sana sudah berwarna kecoklatan, ditumbuhi lumut di sekitarnya.

Lebih parahnya lagi di tempat itu dihuni puluhan makhluk-makhluk kecil yang tak lain adalah kecebong. Bayangkan saja puluhan kecebong tinggal dan berkembang di dalam air itu. Padahal, air itu dimanfaatkan untuk mandi dan sebagainya.

Keadaan dan kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan, terutama kesehatan kulit. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika orang mandi bisa terjangkit penyakit gatal-gatal pada kulit atau bisa jadi keracunan karena dimanfaatkan untuk air minum.

Pemanfaatan mbelik sampai saat ini memang masih digunakan oleh hampir seluruh warga Kaliapak dengan membuat saluran pralon yang menghubungkan mata air tersebut sampai ke rumah. Apabila musim kering tiba, masyarakat Kaliapak baru memanfatkan sumur atau PAM dengan harga 8 ribu permeter persegi.

Tiada rotan akar pun jadi. Itulah peribahasa yang tepat dikatakan kepada warga Kaliapak terkait kondisi dan pemanfaatan sumber mata air mbelik.

Sumber gambar: kedaipena.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Kata-kata Happy Birthday yang Disalin melalui Pesan Singkat uget uget

Kata-kata Happy Birthday yang Disalin melalui Pesan Singkat

Bosan Dengan Permainan Catur Biasa Coba Permainan Catur yang Ini

Bosan Dengan Permainan Catur Biasa? Coba Permainan Catur yang Ini