Orang Baik Sulit Bahagia karena Terlalu Sering Mengalah
Sumber gambar: timesofindia.indiatimes.com
in

Orang Baik Sulit Bahagia karena Terlalu Sering Mengalah

UGET UGET – “Kebahagiaanku adalah bisa melihat orang lain bahagia.” Perkataan itu mungkin diucapkan dan diamini oleh banyak dari kita. Terkadang kamu berpikir bahwa dengan membahagiakan orang lain, maka hidupmu juga akan bahagia. Dengan terlalu sering mengalah, maka hidupmu juga akan diganjar dengan kebahagiaan yang jauh lebih besar. Benarkah begitu?

Orang “baik” terbiasa bersikap seperti ini. Selalu saja mengalah demi kepentingan orang lain. Selalu saja tak masalah untuk menjadi nomor dua, ketiga, atau bahkan terakhir. Orang yang ingin selalu berbuat baik biasanya begitu antusias untuk membantu orang lain. Melihat orang lain senang adalah tujuan utama dalam hidupnya.

Mereka suka berbagi kebahagiaan, kalaupun itu harus mengorbankan kebahagiaannya. Mereka senang berbagi kalaupun mereka tak kebagian porsi sama sekali. Kalaupun ada orang lain yang menginginkan miliknya, orang ini akan dengan mudahnya memberikan kesempatannya. Sebab dia sering kali merasa cukup dengan pengalaman, atau apapun itu, yang pernah dialaminya dulu.

Orang Baik Sulit Bahagia karena Terlalu Sering Mengalah
Sumber gambar: timesofindia.indiatimes.com

Pun, mereka selalu berpikir bahwa kebahagiaannya bisa didapat dengan mudah, sedangkan orang lain belum tentu bisa melakukan hal yang sama. Karenanya mereka selalu merasa bahagia dengan memberikan jatah kebahagiaannya, padahal senyatanya tidak.

Orang baik juga kerap mengalah untuk meredam pertengkaran, meski dirinya berada pada posisi tak salah sama sekali. Mereka lebih memilih menghindari keributan, daripada beradu argumen. Mereka juga tak ingin memperkeruh suasana dengan amarah. Toh nanti hanya akan membuat hubungannya dengan orang yang bersangkutan menjadi canggung.

Meskipun mengganjal, mereka lebih baik menyimpan perasaannya karena perasaan tak enak hatinya. Mereka juga lebih baik memberi maaf dalam hati, dan mengikhlaskan semua yang telah terjadi. Meski terasa menyedihkan dan senyatanya ada gejolak dalam dirinya.

Hal inilah yang justru membuat orang baik cenderung sulit bahagia. Sebab dia selalu ingin semuanya baik-baik saja. Padahal gesekan satu sama lain wajar terjadi. Mereka sulit mengekspresikan perasaan amarah, kesal, kecewa, cemburu, sedih, atau perasaan-perasaan lain yang dianggapnya bertolak belakang dengan sifat seseorang yang baik.

Padahal disamping itu, orang lain belum tentu memikirkanmu seperti yang kamu lakukan. Karenanya bersikap baiklah sewajarnya saja. Kalau kamu punya mimpi, kejarlah. Jangan biarkan orang lain merebut atau mengacaukan mimpimu itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Bulan Mei, Persija Bisa Sedikit Bernapas Lega

Bulan Mei, Persija Bisa Sedikit Bernapas Lega

Harapan pelatih Anyar Timnas Futsal Indonesia

Harapan pelatih Anyar Timnas Futsal Indonesia