Suka Duka Jadi Anak Kembar uget uget

Suka Duka Jadi Anak Kembar

UGET UGET – Mempunyai anak kembar mungkin menjadi dambaan. Mereka selalu jadi sorotan perhatian karena terlihat lucu dan menggemaskan. Tetapi tahukah kalian penderitaan yang mungkin dirasakan dan dialami anak kembar?

Sejak kecil kembar selalu diidentikkan dengan selera yang sama, mulai dari baju, sepatu, tas, makanan, hingga tipe kekasih. Padahal kembar tetaplah dua insan yang berbeda dan mempunyai keunikan masing-masing, meskipun hidup dan besar bersama.

Saya juga merasakan hidup bersama saudara seperut sepenanggungan selama 9 bulan lamanya. Kami lahir sebagai kembar identik sehingga membuat kami memiliki fisik yang hampir sama, mulai dari bentuk wajah, ukuran kaki, berat, hingga tinggi badan.

Menjadi anak kembar memang terkadang menyenangkan. Kami bisa bertukar pikiran, bermain dan bepergian bersama, menekuni hobi yang sama, curhat sana sini, saling berbagi, bertukar baju karena mempunyai ukuran tubuh yang hampir sama, hingga merias diri bersama.

Dengan mempunyai saudara kembar, hidup serasa tidak kesepian. Saat teman atau pacar datang silih berganti, namun di saat itulah saudara kembar selalu setia menemani dan menguatkan dalam kondisi apapun. Keterikatan kami seakan begitu dekat. Gelisah saat tak bersama. Cemas saat saudara kembar belum pulang. Selalu rindu untuk bercengkerama dan bersenda gurau bersama.

Di balik berbagai kemudahan dan keseruan memunyai saudara kembar. Pernah nggak sih kalian berpikir mengenai penderitaan yang mungkin dirasakan anak kembar? Berikut adalah beberapa hal yang seringkali membuat kami para anak kembar merasa risih:

1. Selalu dibandingkan untuk melihat perbedaan.

Ya kami memahami kalian penasaran ingin mengetahui perbedaan mendasar dari sepasang anak kembar identik. Tetapi beberapa orang justru jatuh pada sikap membandingkan kekurangan dan kelebihan dari keduanya. Misal, yang satu memiliki warna kulit sedikit terang, sedangkan satunya lebih gelap. Satunya memiliki tubuh yang lebih bongsor, atau satunya memiliki perawakan yang lebih cantik.

Perbedaan inilah yang kemudian dilekatkan terus menerus untuk membedakan kami. Bukan lebih bertumpu pada tanda atau hobi dari masing-masing. Tahukah kalian, pembedaan inilah yang seringkali membuat kami risih atau bahkan menjadi tidak percaya diri. Perbedaan kami terus dicari-cari dan disuarakan ke publik. Cobalah untuk memandang kami sebagai individu yang memiliki kekhasan masing-masing.

2. Menjadi pusat perhatian ketika sedang berjalan berdampingan di tempat ramai.

Hal ini pun menjadi hal yang sepertinya tak dapat dihindari. Saya memahami ada sensasi menyenangkan melihat dua anak kembar. Saya pun begitu ketika melihat ada anak kembar lain. Mereka begitu lucu dan menggemaskan. Namun, tahukah kalian kami pun merasa risih ketika terus menerus dipandangi.

Biasanya orang-orang akan berbisik-bisik mengenai kami. Atau kemudian ada yang memberanikan tanya, “kembar ya?” Kemudian, “kakaknya yang mana?,” dan sebagainya.

3. Selalu dianggap sama dalam segala hal.

Ini yang perlu saya tekankan. Anak kembar belum tentu memunyai kesukaan, hobi, maupun selera yang sama pada suatu hal. Biar bagaimana pun mereka tetap dua individu yang memiliki ketertarikan yang berbeda. Hal yang paling menyebalkan ketika ada orang yang seolah-olah melewatkan pendapat kami satu per satu, entah itu dalam sebuah wawancara, diskusi, maupun keseharian. Kami selalu dianggap sama, dan orang meniadakan pandangan bahwa kami adalah dua insan yang memiliki ketertarikan yang berbeda pula.

4. Sering tertukar.

Sepertinya bukan hanya sinetron saja yang tertukar. Orang pun terkadang sering tertukar saat memanggil kami. Saat kami tidak memberikan respons positif, orang dengan mudahnya menyebut kami sombong. Atau orang seringkali salah mengenali kami.

Saya pernah dipanggil oleh teman dari saudara kembar saya. Kebetulan saya tidak mengenalinya dan dia sudah keburu menanyakan hal yang tidak saya mengerti. Situasi justru semakin canggung, bahkan terkadang kami disalahkan karena tidak memakai atribut yang membuat kami terlihat benar-benar berbeda. Haha. Saya hanya tersenyum.

Ini semakin menyebalkan ketika orang yang tidak bisa membedakan anak kembar adalah orang-orang terdekat kalian sendiri, seperti orang tua atau pacar. Ini mungkin akan menjadi hal yang menyebalkan ketika orang tersayang kalian yang telah hidup dalam jangka waktu lama dan menyimpan perasaan spesial bisa tertukar membedakan kalian? Jleb rasanya.

Semoga tulisan saya bisa mewakili pemikiran anak kembar di seluruh dunia. Siapa di antara kalian yang kembar juga? Apakah kalian juga merasakan hal seperti itu?

Sumber gambar: id.pinterest.com

1

No Responses

Show all responses

Write a response