Kecenderungan Generasi Milenial Zaman Now- Kenapa Sih Suka Batalin Janji di Menit Terakhir?
Sumber gambar: reinventure.me
in

Kecenderungan Generasi Milenial Zaman Now: Kenapa Sih Suka Batalin Janji di Menit Terakhir?

UGET UGET – Janji adalah hutang. Janji itu sifatnya mengingat sehingga wajib untuk ditepati. Dulu janji itu kesannya keramat. Ucapan itu tidak bisa untuk main-main. Namun sekarang, generasi milenial mudah sekali batalin janji. Kira-kira apa ya alasannya?

Ada pergeseran substansi dari sebuah kata “janji”. Ya setidaknya ini yang saya rasakan dan amati dari perilaku generasi milenial. Dulu, janji adalah janji yang harus ditepati. Kalau tidak ditepati, rasanya akan sangat bersalah sekali. Sehingga membuat orang yang mengucap janji memohon maaf berkali-kali. Entah karena rasa tak enak, atau malu.

Berbeda dengan kondisinya sekarang. Generasi milenial terbukti gampang sekali membatalkan janji. Nampaknya kata janji semakin kehilangan kekuatannya. Ya karena generasi milenial telah mereduksi makna kata janji itu sendiri. Janji seolah kata yang bisa ditarik kapan saja, bahkan sebelah pihak.

Perilaku ini telah dibuktikan secara ilmiah lho. Dilansir kumparan.com, sebuah penelitian yang dilakukan OnePoll for Evite terhadap 2000 anak muda di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa sekitar 45% milenial menganggap tak ada yang salah dari membatalkan janji pada menit terakhir. Mereka mengaku sering tidak menghadiri setengah acara yang mereka undang.

Bayangkan, mereka yang mengundang dan mereka tidak datang? Ini sudah menjadi hal yang wajar memang saat ini. Saya pun juga begitu. Dan saya tak sendirian, sebab ada yang lebih buruk lagi lho. Faktanya tiga dari sepuluh anak muda di Amerika Serikat malah mendapatkan reputasi buruk sering mengingkari janjinya.

Ya nampaknya generasi milenial ini memiliki kecenderungan yang sama, yakni sering menunda. Sebab, saya pun juga sering membatalkan janji begitu saja. Lagi pula masih ada hari esok untuk bertemu. Mungkin pemikiran saya ini sedikit mewakili generasi milenial saat ini.

Tak hanya karena alasan itu, bahkan terkadang saya tak menganggap peng-iya-an itu sebagai sebuah janji. Sebab saya tidak mengatakan kata janji. Ya uniknya, saat ini orang dengan mudah mengatakan ini itu sebagai janji. Padahal, sebagai manusia kita tak pernah tahu kondisi sekitar. Apakah semesta mendukung pertemuan itu. Haha, sepertinya saya kebanyakan ngeles.

Memang sih penelitian ini ada benarnya juga. Saat ini mahasiswa dengan mudahnya membatalkan janji kerja kelompok (japok) dengan berbagai alasan. Entah sakit, ada saudara meninggal, masih di luar kota lah, ada kelas lah, dan lain sebagainya.

Kejadian lainnya; saat pacarmu mengajakmu nonton di bioskop saat malam mingguan. Namun seketika hujan turun dengan derasnya. Akhirnya pacarmu membatalkannya begitu saja. Membatalkan janji itu sama kejamnya dengan PHP sih ya.

Ya itu hanya sebagian kecil contoh saja. Mungkin kalian sebagai generasi milenial juga mengalami hal lain. Menerima pembatalan janji seketika. Bahkan pada beberapa menit terakhir menjelang pertemuan. Sungguh mengecewakan sih. Nampaknya, generasi milenial makin tak peduli dengan apakah itu janji atau bukan.

Nah, perlu ada upaya untuk mengembalikan perhatian generasi milenial akan pentingnya menepati janji. Baik itu janji untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Ini penting karena merupakan sebuah bentuk latihan untuk berkomitmen lho. Kalau kamu membuat janji, maka upayakanlah untuk menepatinya ya.

Sumber gambar: reinventure.me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Kebiasaan Unik Karyawan Papan Ketik Jadi Pelampiasan Emosi

Kebiasaan Unik Karyawan: Papan Ketik Jadi Pelampiasan Emosi

Lika-Liku yang Akan Kamu Hadapi Ketika Skripsi, Rasa Malas Salah Satunya

Lika-Liku yang Akan Kamu Hadapi Ketika Skripsi, Rasa Malas Salah Satunya