Sport

Strategi (rambut kriwil) Milla untuk Timnas Indonesia

UGETUGET – Waktu Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memercayai Luis Milla Aspas untuk melatih tim nasional (Timnas Indonesia), banyak yang sudah membayangkan permainan indah ala tiki-taka Spanyol setiap kali tim nasional Indonesia berlaga.

Harapan yang tidak sembarangan memang, mengingat latar belakangnya sebagai orang Spanyol yang identik dengan tiki-taka. Reputasinya sebagai pelatih Timnas Spanyol di kelompok umur 19 sampai 21 tahun, juga menjadi sebab masyarakat Indonesia bermimpi untuk melihat permainan indah diperagakan tim nasional Indonesia.

Matador muda (julukan Timnas Spanyol) dibawanya merajai Eropa. Dengan gaya permainan seperti FC Barcelona, adalah alasan pecinta sepakbola Indonesia bermimpi melihat permainan yang indah. Milla adalah tiki-taka. Begitulah yang ada di benak publik Indonesia.

Akan tetapi, semua angan-anagan itu buyar seketika waktu melihat permainan Timnas. Ada yang memuji, ada pula yang mencibir karena tidak sesuai ekspektasi.

Alih-alih bermain dengan umpan-umpan pendek di tengah, seperti rambut panglima TNI yang menjadi ketua umum PSSI, tim sepakbola Indonesia justru memainkan umpan langsung dari belakang ke dua sisi sayap penyerangan. Setidaknya itulah yang terlihat dalam permainan Timnas Indonesia pada gelaran SEA Games lalu.

Bisa jadi karena Luis Milla enggan diintervensi untuk memainkan sepakbola indah ala Spanyol. Dia lebih suka membawa identitasnya sebagai Milla, bukan sebagai Spanyol. Barangkali, ke-aku-an Milla dapat kita lihat dari bentuk rambutnya yang panjang kriwil.

Begitulah rambut kriwil yang akan selalu terlihat pendek, sepanjang apapun jarak antara pangkal dan ujung. Dan itu pula yang diterapkan Milla pada permainan Timnas Indonesia.

Umpan-umpan panjang dari belakang ke dua sisi sayap. Pemain-pemain yang terus berlari mencari ruang kosong. Tidak ada pemain yang memiliki posisi tetap, semua terus bergerak sepanjang pertandingan. Saling mengisi dan terus melakukan pressing pada pemain lawan.

Sering kali, pemain belakang langsung mengirim umpan ke depan, tetapi bukan long pass biasa. Sebab, pemain belakang yang mengirim umpan itu telah berada di tengah-tengah area lapangan, sehingga yang terlihat umpan itu tidak seperti umpan ngawur, sebagaimana sering dilihat dalam permainan sepak bola Indonesia.

Dan kadang kala, bukan penyerang sayap yang menerima umpan tersebut. Bisa saja penyerang tengah, bek sayap, gelandang, atau bahkan bek tengah yang sudah berlari ke depan. Semua ini terjadi karena pemain terus bergerak dinamis dan tidak terpaku di satu posisi.

Jadilah permainan Timnas Indonesia begitu cepat saat menyerang. Pun kadang-kadang pemain bertahan acap kali terlambat kembali ke posisi saat tim lawan melakukan serangan balik cepat.

Filosofi permainan yang mirip gaya rambutnya, menjadikan permainan tim asuhan Milla lebih menarik. Penggemar Timnas Indonesia telah melupakan impiannya untuk melihat sepak bola indah ala tiki-taka diperagakan Timnas Indonesia.

Penonton mulai insyaf bahwa sepak bola indah bukan hanya tiki-taka. Setiap tim punya cara dan gaya masing-masing untuk menghibur penonton. Itulah yang sedang dipersembahkan Milla kepada masyarakat Indonesia: sepak bola indah ala Indonesia yang sesuai dengan rambut kriwil-nya.

Sumber gambar: www.viva.co.id

Leave a Comment

Pingin konten seru tiap hari?

Dapetin konten menarik di emailmu

Makasih bro, tunggu konten dari kami ya

Ada kesalahan, coba ulangi lagi