Strategi Parkir Bus yang Berhasil atau Sok-sokan Menyerang Tapi Kalah
Sumber gambar: vitalposh
in

Strategi Parkir Bus yang Berhasil atau Sok-sokan Menyerang Tapi Kalah?

UGET UGET – Pertanyaan ini tentu tidak belaku untuk tim yang punya segalanya untuk bisa menang. Pada kondisi tertentu, ada juga tim yang harus mengakui kelemahannya dan memilih untuk bermain bertahan. Orang sering menyebut strategi “bertahan yang berlebihan” itu sebagai strategi parkir bus. Memang tidak enak didengar, tapi itulah ungkapan yang sering mereka tujukan kepada tim yang bermain bertahan.

Apa ada yang salah dengan strategi parkir bus? Tergantung orang-orang mau melihat dari sisi mana. Secara permainan, mungkin akan sedikit membosankan karena hanya satu tim saja yang menyerang secara habis-habisan. Orang lain juga sering menganggap strategi ini hanya diterapkan oleh tim-tim lemah yang tidak berani bermain terbuka. Sepak bola defensif memang sering dikatakan tidak menarik. Tetapi tentu tidak semua orang berpendapat begitu.

Menurut saya, sepak bola itu bukan hanya masalah menyerang. Bukan hanya menyorot lini depan saja. Menang benar sepak bola itu dihitung menang karena bisa mencetak gol, tapi arti dari sebuah clean sheet dan tidak kebobolan banyak juga cukup penting. Kita tidak bisa memaksa semua tim untuk bermain terbuka dan sibuk dengan jual beli serangan. Mereka tentu berpikir tentang resiko. Dan terkadang, sepak bola itu bukan hanya berbicara soal bagusnya bermain, tetapi berkaca pada hasil.

Pada akhirnya, meliak-liuk di tengah lapangan atau bahkan umpan-umpan cantik yang terjadi disepanjang pertandingan akan dilupakan. Hal itu hanya bisa dinikmati saat menonton bertandingan itu saja. Selebihnya, sejarah hanya akan mencatat soal hasil akhir. Bukan cara bermain lagi.

Semua tim ingin menang. Untuk itu, mereka harus pandai mencari dan menerapkan strategi yang memang cocok untuknya. Bermain bertahan dengan mengandalkan serangan balik tidak ada salahnya. Asalkan strategi itu benar bisa dijalankan dengan baik dan efektif. Tidak perlu berpikir soal gengsi. Penting untuk bisa mengukur kekuatan lawan dan kekuatan tim sendiri. Percuma sok-sokan bermain menyerang namun ujungnya hanya dipermalukan.

Saya menghargai sepak bola defensif seperti halnya sepak bola atraktif. Lagi pula tidak setiap saat strategi parkir bus itu diterapkan. Saya justru salut saat melihat seorang pelatih mampu mengukur kekuatan timnya dan tahu apa yang harus dia lakukan dalam menghadapi lawan. Itu lebih baik dari sekadar menjunjung gengsi dan sok-sokan bermain menyerang padahal dia tidak mampu meredam serangan musuh. Kita sadar, gengsi nyaris tidak berguna lagi dalam hal ini.

Sumber gambar: vitalposh

https://www.youtube.com/watch?v=411cfz0h3y4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Cowok Keren Nggak Harus Jadi Bad Boy ya

Cowok Keren Nggak Harus Jadi Bad Boy Ya

Kebiasaan Unik Karyawan Papan Ketik Jadi Pelampiasan Emosi

Kebiasaan Unik Karyawan: Papan Ketik Jadi Pelampiasan Emosi