Stop Sebar Foto Video Korban Terorisme
Sumber gambar: istimewa
in

Stop Sebar Foto Video Korban Terorisme

UGETUGET – Minggu (13/5) ini Indonesia harus kembali berduka. Belum kering tangis terhadap korban-korban yang gugur di Mako Brimob, kini Surabaya pun meneteskan air matanya. Dan yang paling disayangkan adalah foto video korban terorisme banyak tersebar di media sosial.

Berdasarkan makna katanya, teror memiliki arti terkait kondisi manusia atau masyarakat yang takut terhadap bahaya yang mungkin saja terjadi. Sedangkan terorisme adalah aksi kekerasan yang tujuan utamanya adalah membuat teror.

Dari pengertian di atas, perlu digarisbawahi bahwa tujuan dari teroris ataupun kegiatan terorisme adalah menciptakan kondisi yang dipenuhi rasa takut. Sasarannya adalah masyarakat yang tidak bersalah.

Teror kali ini wujudnya adalah ledakan bom yang terjadi di GPPS Jalan Arjuna, Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya Utara, dan GKI Jalan Diponegoro Surabaya. Dalam insiden ledakan bom tersebut sejumlah orang mengalami luka-luka yang cukup serius dan ada yang meninggal dunia.

Menurut saksi mata di GKI Jalan Diponegoro, bom yang meledak adalah bom bunuh diri. Pagi tadi ia melihat seorang wanita yang membawa dua anak dan dua tas di depan halaman gereja. Karena terlihat mencurigakan, maka petugas pun menanyakan maksud dan tujuan dari wanita tersebut.

Karena alasan yang kurang jelas dan terlihat mencurigakan, maka petugas pun tidak mengizinkannya masuk. Tapi wanita tersebut tetap memaksa masuk dan akhirnya memeluk petugas. Tiba-tiba saja terjadi ledakan yang cukup besar.

Stop Sebar Foto Video Korban Terorisme

Stop Sebar Foto Video Korban Terorisme surabaya
Sumber gambar: istimewa

Bom bunuh diri yang dilakukan oleh teroris di tiga tempat tadi sangat membuat kaget masyarakat. Berbagai perasaan bercampur menjadi satu. Seperti sedih, nelangsa, marah, kesal, takut, dan sebagainya. Tapi, apa dan bagaimanapun perasaan masyarakat, saya tetap menghimbau kepada warganet untuk stop sebar foto video korban terorisme.

Selain karena justru membantu para teroris menyebarkan teror, dengan menyebar foto atau video korban terorisme justru akan membuat keluarga korban yang ditinggalkan semakin sedih. Belum lagi keluarga yang melihat foto dan video saudaranya yang terluka disebarluaskan di media sosial, pasti hatinya akan nelangsa.

Maka, sebagai masyarakat yang bertepa selira, alangkah baiknya untuk tidak menyebarkan foto atau video korban terorisme.

Written by Punkaz D. Singaraska

Suka dengan teori-teori konspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Ini Bedanya Hubungan Atas Dasar Cinta dengan yang Obsesi Semata

Ini Bedanya Hubungan Atas Dasar Cinta dengan yang Obsesi Semata

Reaksi Berlebihan Orang Tua Pada Kegagalan Anak Bisa Hancurkan Konsep Dirinya

Reaksi Berlebihan Orang Tua Pada Kegagalan Anak Bisa Hancurkan Konsep Dirinya