Sport

Seperti Kisah Nabi Sulaiman, Persiba Pindah Emirates Stadium Ke Balikpapan

UGETUGET — Emirates Stadium di London, Inggris, berhasil dipindah ke Balikpapan oleh orang-orang Indonesia. Barangkali, prosesnya mirip dengan istana ratu Shaba, yang dipindah nabi Sulaiman a.s.

Stadion yang memiliki kapasitas 40.000 tempat duduk itu berhasil dipindah dari London ke Balikpapan. Proses pemindahannya pun tidak sebentar, butuh waktu lebih dari tiga tahun sampai Emirates pindahan ini benar-benar bisa digunakan.

Akan tetapi, karena jauhnya jarak yang ditempuh, stadion Emirates ini pun mengalami sedikit perubahan. Perubahan yang terjadi, antara lain, bangku yang sekarang tinggal 20.000. Pun begitu, kursi-kursi tersebut rencananya akan ditambah, sesuai dengan kapasitas semula. Perubahan lainnya, ada pada warna stadion yang berubah jadi putih kombinasi biru.

Pun demikian, ada juga keajaiban yang terjadi. Stadion Emirates yang sebelumnya hanya memiliki lampu biasa, kini memiliki lampu LED yang dapat dipakai untuk menggelar pertunjukan. Lampu-lampu itu pun sudah mulai digunakan untuk membuat pertunjukan di sela-sela pertandingan.

Jarak antara lapangan dengan tribun penonton pun sangat dekat. Itu jika dibandingkan dengan stadion di Indonesia pada umumnya.

Kebanyakan stadion di Indonesia memang memiliki lintasan atletik yang mengelilingi lapangan sepak bola. Itu pula yang menyebabkan penonton sepak bola di Indonesia jadi agak jauh dari aksi pemain di lapangan saat menonton langsung pertandingan di stadion.

Akan tetapi, itu tidak berlaku untuk penonton yang datang untuk menonton pertandingan kandang tim Persiba Balikpapan. Penonton dapat melihat pertandingan lebih dekat, karena memang kandang Persiba itu adalah stadion yang sebelumnya berada di London, sehingga memiliki desain standar sepak bola Eropa.

Oleh karenanya, stadion di kota Balikpapan ini sangat bagus untuk standar sepak bola di Indonesia. Bahkan Satria Tama, penjaga gawang Persegres Gresik dan Timnas Indonesia sampai bilang, “Rumputnya enak buat tidur.”

Waktu saya masih kecil, tidak pernah membayangkan dapat melihat stadion yang bagus seperti itu. Jangankan membayangkan stadion bagus, membayangkan melihat stadion saja tidak pernah. Bahkan gambar stadion sekali pun tidak pernah saya cita-citakan untuk dilihat.

Saya hanya tahu Panji Milenium, Saras 008, Powerangers dan Ultraman. Itu pula yang menjadi cita-cita saya. Perkenalan saya dengan klub sepak bola pertama pun terjadi waktu kelas empat SD. Sangat terlambat untuk berkenalan, jika dibanding dengan teman-teman sebaya yang sudah mengidolakan Manchester United.

Sedangkan klub sepak bola Indonesia yang banyak diidolakan teman-teman adalah Persija. Hebatnya, saya tidak tahu Persija itu apa. Saya kira Persija adalah makanan, sejenis ciki yang banyak dijual di warung.

Pun dengan bermain sepak bola, saya hanya tahu lari dan tendang. Akibatnya, kadang saya enggan menyundul bola waktu bermain sepak bola. Sebab menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata sepak berarti gerakan memukul dengan kaki. Sepak dengan kaki, bukan dengan kepala.

sumber gambar: satdium management

sumber video: youtube

Bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Pingin konten seru tiap hari?

Dapetin konten menarik di emailmu

Makasih bro, tunggu konten dari kami ya

Ada kesalahan, coba ulangi lagi