Idola dan Panutan, Sosok Wiratni yang Mendapatkan Penghargaan The Most Powerful Engineers
Sumber gambar: LINE Today
in

Idola dan Panutan, Sosok Wiratni yang Mendapatkan Penghargaan dari Business Insider

UGET-UGET | Setiap tahun, Business Insider memberikan penghargaan kepada perempuan teknisi yang menjadi pemimpin, figur panutan dan mampu menciptakan inovasi dalam teknologi. Business Insider adalah situs website yang menyediakan informasi seputar bisnis, selebriti dan teknologi berkantor pusat di New York City, Amerika Serikat.

Penghargaan bertajuk “The Most Powerful Engineers” itu berisi wanita-wanita dari berbagai macam perusahaan yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Seperti Microsoft, Google Cloud, Intel, NVIDIA, Apple, Pinterest, AirBnB, SpaceX, Tesla, Adobe dan General Motors.

Untuk tahun ini, ada kejutan dari nama-nama peraih penghargaan tersebut. Terdapat satu wanita yang berasal dari Indonesia di urutan ke-33 dari 39 peraih penghargaan. Wanita itu bernama Wiratni Budijanto S. T., M. T, Ph.D.

Diketahui, Wiratni adalah salah satu staf pengajar di Departemen Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam keterangan yang diperoleh dari website Business Insider, dijelaskan bahwa Dr Wiratni Budhijanto bekerja sama dengan Dr. Largus Angenent dari Cornell University berhasil menemukan terobosan baru dalam pengolahan limbah air dengan tingkat kefektivitasan tinggi dan hanya membutuhkan sedikit lahan. Selain itu, metode temuannya ini juga tidak menghasilkan sedikitpun gas rumah kaca.

Idola dan Panutan, Sosok Wiratni yang Mendapatkan Penghargaan The Most Powerful Engineers
Sumber gambar: LINE Today

Menurut mereka, temuan ini bisa sangat berguna bagi negara Indonesia. Hal inilah yang menjadikan Dr. Wiratni sebagai figur yang menjanjikan di bidang teknik kimia kelas dunia, sekaligus juga bisa menjadi model panutan bagi ilmuwan wanita lain dalam mengembangkan dunia ke arah yang lebih baik.

Sedangkan pernyataan dari Dr. Wiratni sendiri seperti dilansir dari akun YouTube lembaganya Mino Microbubble Energy, menyampaikan bahwa dirinya berharap temuan ini bisa meningkatkan ketahanan pangan Indonesia, maupun sampai tingkat Asean. Pasalnya, budidaya ikan air tawar di wilayah Indonesia dan Asean sangat menjanjinkan.

Temuan ini tidak muncul begitu saja. Ia muncul dari kerja keras dan kegagalan berulang kali. Wiratni pun mengaku bahwa riset ini diawali dari keprihatinannya akan kadar air bersih di dunia yang diprediksi bahwa dalam jangka waktu delapan tahun mendatang akan membuat ikan-ikan di seluruh lautan mati.

“Ikan-ikan tersebut mati karena jumlah mikroorganisme yang menyaring air tidak sebanding dengan jumlah volume limbah di lautan yang kian bertambah,” jelasnya dalam unggahan video Mino Microbubble Energy.

Oleh karena itu, Wiratni pun mengupayakan untuk mempercepat pertumbuhan bakteri anaerob dalam air. Bakteri ini berfungsi untuk menyaring air. Kelebihan bakteri anaerob ini adalah tidak membutuhkan oksigen untuk hidup. Oleh karena itu, biaya untuk penelitian ini dapat diminimalkan dan tidak berdampak pada emisi gas rumah kaca.

Written by Biru Samudra

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Usia 15 Tahun, Remaja Putri Ini Sudah Menjadi Mahasiswa Kedokteran UNPAD

Usia 15 Tahun, Remaja Putri Ini Sudah Menjadi Mahasiswa Kedokteran UNPAD

Ringo Burger, Perpaduan Roti, Daging, dan Apel yang Sehat Dikonsumsi

Ringo Burger: Perpaduan Roti, Daging, dan Apel yang Sehat Dikonsumsi