Sosok Razan Al Najjar, Perawat Medis yang Ditembak Mati Israel
Sumber gambar: viva.co.id
in

Sosok Razan Al Najjar, Perawat Medis yang Ditembak Mati Israel

UGETUGETBerita duka datang dari Razan Al Najjar, perawat medis asal Palestina yang ditembak mati oleh Israel. Perempuan berusia 21 tahun ini gugur dalam tugasnya sebagai perawat medis yang menolong korban luka di jalur Gaza.

Kematiannya pada hari Jumat, 1 Juni 2018 masih meninggalkan duka bagi keluarga dan kerabatnya. Tidak ada yang menyangka, Razan akan meninggal dengan cara ditembak mati tersebut.

Kematiannya pada hari Jumat tersebut membuat semua orang terharu. Ia mati dalam keadaan mati syahid. Meskipun ia gugur dalam tugasnya sebagai perawat medis, tapi jasa-jasanya selama ini yang membantu korban di jalur Gaza sangat luar biasa.

Siapa sebenarnya sosok Razan Al Najjar ini? Berikut fakta seputar Razan Al Najjar.

PERAWAT MEDIS ASAL PALESTINA

Razan merupakan perawat medis asal Palestina yang bekerja secara sukarela untuk Palestinian Medical Relief Society (PMRS). Perempuan cantik ini bekerja tak jauh dari area rumah keluarganya.

Tidak mudah bagi orang, apalagi seorang perempuan yang bekerja di bawah tekanan konflik. Begitu pula dengan Razan. Meskipun ia seorang perempuan, ia merupakan perawat medis yang sangat kuat dan tangguh.

Bulan April lalu beberapa media pernah mewawancarainya. Ia pun membuat pernyataan yang membuat kita sangat kagum.

“Saya akan merasa malu kalau saya tidak ada untuk (membantu) warga Palestina. Sudah menjadi tugas dan kewajiban saya untuk ada di sini dan membantu mereka yang terluka”, tutur Razan.

RAZAN DITEMBAK MATI ISRAEL

Tekatnya sebagai perawat medis tak pernah pudar meskipun ia bekerja di medan konflik yang sangat mencekam. Tak disangka, niat baiknya untuk menolong para korban justru membuat ia gugur.

Sosok Razan Al Najjar, Perawat Medis yang Ditembak Mati Israel
Sumber gambar: viva.co.id

Razan ditembak mati oleh Israel saat ia lari menuju pagar perbatasan di dekat Khan Younis, Gaza untuk menolong dan menyelamatkan korban yang terluka.

Mustafa Barghouti selaku Presiden PMRS menjelaskan bahwa Razan ditembak di dada. Padahal saat itu ia mengenakan rompi putih dengan lambang bulan sabit, palang merah, serta lambang PMRS yang menandakan sebagai tim medis. Seharusnya tim medis tidak boleh ditembak.

PEMAKAMAN

Pada hari Sabtu, 2 Juni 2018 jenazah Razan dimakamkan dan dibawa dengan melewati jalanan Gaza dan dibungkus dengan bendera Palestina. Sang ayah membawa jaket medis milik Razan yang berlumuran darah. Bahkan Kementerian Kesehatan Gaza pun menyebut Razan sebagai martir yang mati syahid. Kematiannya benar-benar bikin kita terharu.

Itulah tiga fakta mengenai kematian Razan Al Najjar. Semoga kita sebagai anak muda bisa mencontoh sifat berani dari Razan yang mampu berjuang sampai titik darah penghabisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

5 Website yang Bantu Banget Menghabiskan Waktumu

5 Website yang Bantu Banget Menghabiskan Waktumu

Wah, Peneliti Tengah Kembangkan DNA Sebagai Teknologi Penyimpanan!

Wah, Peneliti Tengah Kembangkan DNA Sebagai Teknologi Penyimpanan!