Sosialisasi KIM, Bantu Atasi Kesenjangan Informasi & Ciptakan Masyarakat Desa yang Cerdas dan Mandiri cover
Sumber gambar: sciencenode.org
in

Sosialisasi KIM, Bantu Atasi Kesenjangan Informasi & Ciptakan Masyarakat Desa yang Cerdas dan Mandiri

UGET UGET – Dalam rangka menjembatani kesenjangan informasi baik antara pemerintah maupun masyarakat desa, Kabupaten Sleman membuatkan regulasi untuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) tertuang dalam Perbup No. 51 Tahun 2017.

Sebenarnya KIM ini sudah ada di 17 kecamatan di DIY sejak tahun 2006. Namun, menurut Sayid, selaku perwakilan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Pemda DIY, baru 11 tahun kemudian DIY punya regulasinya. “Sleman menjadi yang pertama,” ujarnya.

Untuk mengumumkan aturan baru tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman menyelenggarakan Sosialisasi Pembentukan dan Pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Sleman, pada Selasa (19/12).

Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman, Musta’in Aminun mengapresiasi ini sebagai bentuk keberhasilan SDM dan kepemimpinan Sleman. “Terbukti dalam 3 tahun terakhir rata-rata setiap bulan, Sleman bisa mendapat 1-2 penghargaan.”

Musta’in juga menilai KIM sebagai lembaga komunikasi yang dibentuk dan dikelola oleh masyarakat baik untuk pemberdayaan masyarakat. Dia melihat KIM dapat meningkatkan motivasi masyarakat dalam pembangunan. “KIM bisa meningkatkan kemandirian masyarakat, mendorong konsumsi informasi,” tambahnya.

Ini sekiranya dapat mendukung fungsi-fungsi penyampaian informasi desa. Sebab selama ini kita hanya akrab dengan alur informasi top-down. Tetapi dengan adanya KIM, masyarakat desa dituntut untuk dapat menyampaikan informasi ke Pemerintah dengan pendekatan bottom-up.

Sayid mengkonfirmasi, KIM berbeda dengan Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pemirsa (Klompencapir) kala pemerintahan Soeharto. Amanatnya sebisa mungkin terbentuk di 86 desa di Kabupaten Sleman. “Saat ini jumlah KIM di Sleman sudah ada 19, namun yang aktif hanya 16.” Ini tentu menjadi PR besar bagi kita semua. Harapannya di tahun 2018 sudah terbentuk semua.

KIM terbentuk atas dasar gagasan mewujudkan masyarakat yang cerdas (smart society) dalam mengelola dan menerima informasi. Sayid menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sleman tidak bisa hanya mengandalkan Kominfo untuk menyebarluaskan informasi ke masyarakat.

Pemerintah pun tidak harus berdialog terlebih dahulu dengan masyarakat, sebab informasi sudah terserap dalam KIM itu sendiri. Sayid mengatakan, “Ini bisa menjadi media belajar bagi masyarakat untuk dapat menerima dan mengelola informasi.”

Tak hanya itu, akan ada bidang lain yang terkena imbas positifnya, salah satunya pengembangan sektor ekonomi. Taraf ekonomi usaha mikro bisa meningkat dengan bergabung dalam KIM. Mereka akan mendapat informasi, seperti bagaimana usaha mikro dapat mengakses lembaga perbankan, berkerja sama dengan CSR, dsb.

Sosialisasi KIM, Bantu Atasi Kesenjangan Informasi & Ciptakan Masyarakat Desa yang Cerdas dan Mandiri
Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman, Musta’in Aminun berikan Sambutan pada Acara Sosialisasi KIM di Bappeda Sleman, Selasa (19/12). Foto: Elisabet Selsyi – ugetuget.com

Masyarakat yang tidak diedukasi dapat menimbulkan keresahan. Dengan adanya KIM, harapannya masyarakat bisa menerima informasi secara benar, bukan hoax. KIM bisa memverifikasi apakah suatu informasi benar atau tidak. Dengan kata lain, KIM mendorong efektivitas penyebaran / diseminasi informasi di masyarakat. Terutama terkait informasi bencana dan kesehatan.

KIM sendiri merupakan lembaga komunikasi masyarakat yang dibentuk dan dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat sesuai kebutuhannya, secara mandiri dan kreatif yang aktivitasnya mengelola informasi. Sama halnya dengan prinsip demokrasi, penggunaan frasa “dari, oleh, dan untuk” diharapkan memunculkan rasa handarbeni sehingga masyarakat akan mengembangkannya.

Berbeda dengan Klompencapir, KIM jauh lebih memberdayakan sebab menekankan pada kemandirian masyarakat desa. Meskipun begitu, Pemerintah tetap andil membina mereka. Berikut adalah maksud pembentukan KIM:

1. Mewujudkan jejaring diseminasi.
2. Mendorong partisipasi masyarakat dalam demokrasi dan pembangunan.
3. Mendorong peningkatan kualitas dan kecerdasan publik dalam mengkonsumsi informasi.

Saat ini, kita tahu informasi dengan mudahnya tersebar. Namun, kita hampir tidak bisa membedakan mana yang benar dan tidak. KIM sekiranya dapat membuat masyarakat tidak mudah memercayai informasi. Kesenjangan informasi antara kota dengan desa pun dapat teratasi. Sebab tanpa informasi, apalah jadinya kita.

Sumber gambar: sciencenode.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Alasan Kenapa Kamu Perlu Jelajah Dunia yang Lebih Luas Lagi

Alasan Kenapa Kamu Perlu Jelajah Dunia yang Lebih Luas Lagi

Pemerintahan Daerah Banyuwangi Gandeng Go-Jek untuk Antar Obat Pasien Miskin

Pemerintahan Daerah Banyuwangi Gandeng Go-Jek untuk Antar Obat Pasien Miskin