Soeparnoto Sosok Pahlawan Veteran Kisah Getir Perang Gerilya uget uget
Sumber gambar: alazhar.perubatan.org
in

Soeparnoto Sosok Pahlawan Veteran: Kisah Getir Perang Gerilya

UGET UGET – Kemerdekaan Indonesia diraih melalui proses panjang. Para pejuang dan pahlawan veteran berkorban tumpah darah untuk melawan para penjajah kala itu. Apresiasi jasa para pahlawan selalu dikenang bahkan diabadikan setiap tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Pada momen kali ini, Gojek Indonesia mendokumentasikan satu dari sekian banyak kisah pilu nan haru para pejuang veteran gerilya. Sosok tersebut adalah Soeparnoto, pejuang angkatan 45 yang kini menghabiskan sisa hidupnya di Kantor Korps Cacad Veteran Republik Indonesia.

Perjuangannya sebagai tentara pada perang gerilya membuatnya harus siap atas segala risiko yang mungkin terjadi. Bahkan hingga dirinya mengalami peristiwa naas ini. Lengan kiri Soe tertembak peluru.

Peristiwa tersebut menjadikan tulangnya hancur. “Jadi ini ada dua tulang, yang satu hancur, lebih sakit daripada terkena pelurunya,” ujarnya dalam video berdurasi singkat tersebut. Mungkin di sini, dirinya mengasosiasikan tertembak peluru sebagai sebuah kekalahan, dan kekalahan itulah yang membuat hatinya jauh lebih pedih dari hanya sekadar tulangnya yang hancur.

Video tersebut bercerita sedikit banyak mengenai perang gerilya. Dalam bentuk narasi, diceritakan mengenai cara perang gerilya yang mana kala siang menghadang para penjajah Belanda yang lewat, sedangkan malamnya mereka langsung menyerbu markas ketika penjajah Belanda sedang lengah.

Soe memegang komando pasukan gerilya seluruh Indonesia kala itu. Dia bercerita telah melumpuhkan logistik Belanda, seluruh pabrik-pabrik, hotel, hingga perumahan para penjajah Belanda. Perjuangannya ini dilakukannya dengan ikhlas tanpa menuntut balas budi. “Saya sendiri mengambil alih sepeser pun sampai sekarang tidak pernah,” ucapnya dalam video tersebut.

Perangainya yang kini semakin renta memilih hidup sendiri sembari menikmati masa tuanya. Dalam video tersebut pula, Soe mengutarakan bahwa dirinya belum pernah mempunyai rumah sendiri. Kala itu, mungkin memunyai rumah bukan menjadi prioritasnya, bahkan tak sempat terpikir olehnya.

Mungkin saja baginya, Indonesia yang adalah rumah sejatinya saat itu sedang menghadapi kegentingan. Indonesia butuh pertolongan. Mungkin juga, perjuangannya memerdekakan Indonesia lantas akan membuat Indonesia di pulau apapun itu akan sukarela menerimanya. Ya, memang begitulah seharusnya, karena Indonesia ada karena mereka.

Soe yang kita lihat kini nampak begitu lemah duduk di kursi roda. Keadaannya sekarang jelas telah jauh berbeda ketika dirinya masih muda dan membara. Namun, telisiklah lebih dalam di balik kisahnya, luka-lukanya, tangis, bahkan ketakutannya yang mungkin masih membekas, atau dari keriput di kulitnya kini. Di sana mungkin akan tergambar jelas bagaimana kerasnya perjuangan mereka kala bergerilya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Si Cantik yang Masih Saja Betah Sendiri. Siapa Nih? uget uget

Si Cantik yang Masih Saja Betah Sendiri. Siapa Nih?

Danilla Riyadi, Beri Warna Baru Pada Musik Jazz Indie uget uget

Danilla Riyadi, Beri Warna Baru Pada Musik Jazz Indie