Sindrom Quasimodo Bikin Penderitanya Menolak Difoto
Sumber gambar: ruinformer.com
in

Sindrom Quasimodo Bikin Penderitanya Menolak Difoto

UGET UGET – Foto penting untuk mengabadikan setiap momen. Karenanya saat ini kesadaran untuk berfoto semakin tinggi. Namun nyatanya, tidak semua orang suka difoto. Berbeda dengan mereka yang gemar sekali mengambil foto selfie (selfitis), orang dengan sindrom quasimodo justru menolak untuk difoto. Sindrom apa itu? Dan apa alasannya menolak untuk difoto? Apa kamu juga salah satunya? Berikut penjelasannya.

Sindrom Quasimodo ini merupakan gangguan dismorfik tubuh yang tergolong dalam gangguan mental yang sangat berbahaya lho. Dilansir tribuntravel, penderitanya memiliki pemikiran obsesif tentang cacat fisik yang sangat berlebihan atau bahkan imajiner. Sehingga si penderita akan begitu mempermasalahkan kekurangannya.

Gangguan ini membuat penderitanya tak percaya diri. Biasanya ditandai dengan terus menerus melihat ke cermin untuk menemukan bagian mana yang membuat penderitanya merasa tak sempurna. Cermin inilah yang semakin menguatkan persepsinya sendiri akan kekurangan fatal pada wajah atau tubuhnya.

Memandang diri sendiri justru semakin membuatnya malu; bahkan mengutuk diri sendiri. Penilaian itu terus menerus dikuatkan hingga sukar untuk dihilangkan. Bahkan mereka cenderung menolak untuk difoto. Ini karena mereka berusaha menghindari kelemahan dirinya terekspos orang banyak.

Apalagi untuk mengupload fotonya di sosial media. Pasti mereka lebih memilih menggunakan gambar animasi sebagai foto profilnya. Mungkin hanya ada satu atau dua foto yang memperlihatkan dirinya. Itu pun foto bersama orang banyak, sehingga orang yang tak dikenalnya tak akan mengetahui siapa orang dibalik akun itu.

Penderita quasimodo bisa saja merasa tak pantas berada di depan kamera. Dirinya terus beralasan tak ingin difoto; entah karena jelek, tak pantas, banyak jerawat, bad hair day, gigi yang tonggos, obesitas, hingga pada kesimpulan bahwa dirinya tak fotogenik.

Mereka terlalu malu untuk difoto. Karena foto bisa tersebar dengan mudah, pun sifatnya abadi. Sekalinya terjepret kamera, wajahmu saat itu akan terus terekam seperti itu. Mungkin setelah difoto, si penderita lebih memilih menyimpannya sendiri atau malah langsung menghapusnya. Sekalinya difoto, dia akan berusaha menutupi kekurangannya dengan berbagai cara. Entah itu dengan make up, menutup sebagian wajahnya, atau simpelnya pakai bantuan aplikasi edit foto.

Mereka memang cenderung memiliki penghargaan terhadap diri yang rendah. Mereka cenderung tak suka difoto, karena takut orang lain akan memperhatikan atau bahkan menghujat kekurangan dirinya. Mereka terlalu takut hanya karena foto, orang akan menertawakannya. Mungkin di era saat ini, tak mau difoto adalah salah satu hal absurd atau aneh.

Sumber gambar: ruinformer.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Lima Manga yang Wajib Kamu Ikuti, Kenapa? 1

Lima Manga yang Wajib Kamu Ikuti, Kenapa?

Makin Dewasa, Kamu Makin Selektif Berteman Terutama dengan Si Drama

Makin Dewasa, Kamu Makin Selektif Berteman Terutama dengan Si Drama