Sindrom Erotomania Bikin Penderitanya Merasa Punya Pengagum Imajiner dan Alami Delusi Jatuh Cinta
Sumber gambar: koscaannierose.blogspot.co.id
in

Sindrom Erotomania Bikin Penderitanya Merasa Punya Pengagum Imajiner dan Alami Delusi Jatuh Cinta

UGET UGET – Hampir setiap orang pasti pernah gede rasa alias GR. Terutama dalam hal percintaan. GR ini bisa berada pada level ringan hingga parah. Nah untuk level yang parah bisa dikategorikan sebagai sebuah penyakit kejiwaan. Penyakit ini biasa disebut dengan sindrom erotomania atau de Clerambault’s syndrome. Gejalanya ditandai dengan penderitanya yang mengalami delusi jatuh cinta, begitu yakin jika seseorang lain jatuh cinta padanya.

Parahnya seseorang lain yang menjadi delusi si penderita ini biasanya memiliki status sosial yang jauh lebih tinggi dari dirinya. Mungkin kalau saya sebagai orang ‘normal’ bisa menilai si penderita ini dengan satu kata, saya akan menggunakan kata seruan: Mimpi!

Tokoh khayalannya ini bisa seorang artis, model, pebisnis, wanita karier, musisi, dan lain sebagainya. Biasanya memang penderitanya ini seorang laki-laki. Dan sebagai perempuan tentu merasa insecure ya dengan orang penderita erotomania?

Tokoh delusinya ini biasanya juga jarang sekali bertemu bahkan tak memiliki kedekatan hubungan apapun dengan penderita. Mungkin delusi jatuh cinta ini bisa berawal dari salah persepsi yang dia lihat dari kode-kode, entah bahasa tubuh, status di media sosial, pesan khusus, hingga telepati.

Mungkin saja si penderita tak sengaja bertemu dengan tokoh publik. Sebagai tokoh publik tentu penting untuk bersikap ramah dan menyapa para penggemarnya. Mungkin juga delusi kisah cinta ini dimulai melalui senyuman, kedipan mata, lambaian tangan, finger heart (love), dan sebagainya.

Nah dari situ si penderita bisa saja beranggapan bahwa si tokoh itu menaruh perhatian padanya. Si penderita begitu percaya diri kalau dia memang sosok yang mudah membuat orang jatuh cinta, dan wajar saja kalau tokoh publik sekalipun menaruh perasaan padanya.

Dilansir tribunnews, gangguan ini sangat sulit untuk dilawan. Bahkan jika tokoh itu sudah mengatakan “tidak,” penderita erotomania menafsirkan ini sebagai bagian dari strategi rahasia untuk menyembunyikan hubungan mereka dari masyarakat. Waduh keterlaluan ya. Mereka tidak akan menyerah dan semudah itu percaya pada perkataan penolakan itu. Ini malah dianggap sebagai jurus malu-malu kucing dari si tokoh pengagum imajinernya.

Sumber gambar: koscaannierose.blogspot.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Ada Yang ‘Salah’ Dengan Teori Peradaban?

Ada Yang ‘Salah’ Dengan Teori Peradaban?

Usia 22 Tahun Menjadi Momen yang Penuh dengan Tantangan

Usia 22 Tahun Menjadi Momen yang Penuh dengan Tantangan