Sevilla, Kuda Hitam Champions League 2017:2018
Sumber gambar: www.thesouthafrican.com
in

Sevilla, Kuda Hitam Champions League 2017/2018

UGET UGET – Sevilla adalah klub biasa-biasa saja di La Liga lantaran dominasi duo raksasa Real Madrid dan Barcelona, ditambah tim kuda hitam Atletico Madrid. Prestasinya pun biasa-biasa saja. Hingga pekan ke-28, mereka berada di urutan kelima dengan raihan 45 poin, tertinggal 9 poin dari Valencia di urutan keempat, 27 poin dari Barcelona pemuncak klasemen.

Namun berbeda jika melihat mereka bermain di lingkup yang lebih besar yakni Eropa. Dalam kurun satu dekade, mereka telah memenangkan UEFA Europa Leagues sebanyak lima kali. Rekor mereka tentunya bisa menjuarai kompetisi terbesar kedua Eropa selama tiga tahun berturut-turut (2014, 2015 dan 2016) ketika masih ditukangi Unay Emery.

Bagi siapa pun yang menyaksikan pertandingan babak 16 Besar UEFA Champions League pada Rabu dini hari (14 Maret 2018), setidaknya tahu mengapa Sevilla bisa mengalahkan klub sebesar Manchester United, salah satu yang dijagokan dalam gelaran UCL musim ini.

Sebelumnya, pada babak penyisihan, mereka mampu menahan imbang Liverpool dalam dua pertemuan. Bahkan, ketika Liverpool telah unggul tiga gol, mereka berhasil memaksa seri di akhir pertandingan.

Di atas kertas, komposisi pemain Sevilla jauh di bawah nama-nama mentereng pemain Manchester United. Begitu juga dalam tradisi Champion League, di mana hampir seluruh fase knock out dimenangkan oleh tuan rumah leg kedua.

Banyak analisis yang bisa dikedepankan, namun sebelum pertandingan usai, tak ada yang mengira Mourinho bisa dikalahkan oleh Vincenzo Montella dan anak buahnya dengan mudah. Begitu juga, saya sendiri ketika menyaksikan gol kedua Ben Yedder, tak benar-benar percaya MU bakal gugur di fase 16 besar.

Banyak hal yang terjadi. Salah satunya tentu peran Pogba yang digantikan oleh Fellaini, sementara MU mencoba menyerang. Begitu pula dengan kecerobohan David De Gea serta kurang berkembangnya permainan Alexis Sanchez.

Tapi, pada intinya, memasukkan Ben Yedder di saat-saat MU fokus mencetak gol, meninggalkan kekosongan di barisan belakang yang mampu dimanfaatkan dengan baik lewat counter attack, strategi andalan Mourinho sendiri.

Bola memang bundar. Tak ada yang tahu apa yang bisa terjadi sampai pertandingan usai. Di atas lapangan, yang ada hanyalah permainan. Harga dan nama-nama pemain yang mentereng seluruhnya ditanggalkan ketika bermain.

Sumber gambar: www.thesouthafrican.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Satu Kata dari Cewek yang Sering Bikin Gelisah Para Cowok Terserah

Satu Kata dari Cewek yang Sering Bikin Gelisah Para Cowok: Terserah

Begini Cara Menikmati Wisata Malioboro

Begini Cara Menikmati Wisata Malioboro