Setelah Gerhana Bulan Merah Darah, Minggu Malam Besok ada Fenomena yang Tak Kalah Indah
Sumber gambar: Wired.com
in

Setelah Gerhana Bulan Merah Darah, Minggu Malam Ini ada Fenomena yang Tak Kalah Indah

UGET-UGET | Akhir bulan lalu, tepatnya pada tanggal 28 Juli, masyarakat Indonesia bisa menyaksikan keindahan fenomena alam berupa Gerhana Bulan Merah Darah. Saat fenomena ini berlangsung, warna bulan yang biasanya putih akan berubah menjadi merah. Misteri? Ah, tampaknya ilmu pengetahuan dan berbagai macam media pun sudah menjelaskan muasal terjadinya fenomena tersebut, termasuk media yang sedang kamu baca ini.

Belum genap satu bulan berselang, masyarakat akan kembali disuguhi fenomena alam yang tak kalah menarik. Diperkirakan, hari Minggu malam, masyarakat di seluruh wilayah Indonesia bisa menyaksikan keindahan alam berupa hujan meteor Perseids.

Dilansir dari Space.com, ahli antariksa dari NASA, Bill Cooke, mengungkapkan bahwa hujan meteor ini barangkali merupakan salah satu hujan meteor paling populer dan paling indah untuk disaksikan di tahun ini. Selama berlangsungnya fenomena ini, masyarakat bisa menyaksikan lebih dari 60-70 meteor per jam yang melewati Bumi.

Kehadiran hujan meteor Perseid sering dikaitkan dengan komet Swift-Tuttle, komet yang pada tahun 2016 lalu sempat menggegerkan penduduk bumi karena orbitnya yang berjalan mendekati planet ini. Sedangkan penamaan Perseid sendiri disebabkan dari titik radian hujan meteor ini yang seola-olah berasal dari arah rasi bintang Perseus.

Setelah Gerhana Bulan Merah Darah, Minggu Malam Besok ada Fenomena yang Tak Kalah Indah
Sumber: gambar Wired.com

Meteor-meteor ini merupakan serpihan debu ekor Swift-Tuttle yang memasuki atmosfer bumi. Komet itu sendiri pertama kali ditemukan pada tahun 1862 dan mengelilingi Matahari setiap 130 tahun sekali. Nah, setiap pertengahan Juli hingga Agustus, planet Bumi melintasi orbit dari komet ini. Persilangan lintasan orbit inilah yang mengakibatkan sisa material komet menjadi tertarik oleh gaya gravitasi bumi dan muncul sebagai hujan meteor.

Saran dari LAPAN 

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Thomas Djamaludin menyatakan bahwa hujan meteor ini akan mencapai titik puncaknya pada hari Minggu (12/8) malam. Meteor yang hanya bisa dilihat dengan mata telanjang pada malam hari ini bisa kamu saksikan pada dini hari Minggu.

“Meteor tampak hanya malam hari, khususnya pasca tengah malam. Untuk puncaknya dapat diamati pada dini hari Minggu dan Senin,” jelas Thomas seperti dilansir dari CNNIndonesia.

Namun, Thomas tidak menjelaskan lebih rinci pukul berapa hujan meteor Perseids akan memuncak. Menurutnya, ketidakmampuan menetapkan waktu dengan pasti karena fenomena ini terjadi tergantung pada kerapatan gugusan debu yang baru akan direkam oleh radar meteor saat fenomena berlangsung.

Nah, jika kamu benar-benar tertarik untuk mengamati, kamu bisa pergi ke tempat yang jauh dari lampu-lampu kota. Tempat yang ideal adalah gelap, bebas polusi cahaya dan cerah. Jadi, kamu bisa mengamati fenomena ini dari wilayah Indonesia manapun, dengan catatan daerah itu gelap dan bebas dari polusi cahaya.

Biru Samudra

Written by Biru Samudra

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Punya Masalah Rambut Bercabang Berikut Cara Mengatasi Rambut Bercabang yang Bisa Kamu Lakukan

Punya Masalah Rambut Bercabang? Berikut Cara Mengatasi Rambut Bercabang yang Bisa Kamu Lakukan

Inovasi Mahasiswa Indonesia Demi Selamatkan Kamu dari Bahaya Cahaya Gawai

Inovasi Mahasiswa Indonesia Demi Selamatkan Kamu dari Kecanduan Cahaya Gawai