sertifikasi guru pns
in

Sertifikasi Guru Untuk Swasta dan PNS, Apa Bedanya?

UGETUGET — Baik, sekarang kita bahas sertifikasi guru.

Sekarang ini profesi guru sudah berbeda image-nya dari profesi guru dahulu kala. Dulu, seorang guru hampir tidak dihargai dari sisi materi, apalagi guru honorer. Perlu diketahui saja, gaji guru honorer dulu sangat menyedihkan, lebih kecil dibandingkan gaji seorang buruh pabrik. Ini bukan menghina profesi guru tetapi kenyataannya memang seperti itu.

Tetapi sekarang profesi guru sepertinya naik menjadi profesi idaman setiap orang, apalagi guru PNS. Kenapa sekarang guru menjadi profesi idaman? Karena adanya program sertifikasi guru dari pemerintah. Program sertifikasi ini lebih mudah dieja dengan gaji dua kali lipat. Bukan masalah sertifikasinya yang membuat profesi guru menjadi moncer, melainkan gaji dua kali lipat itu yang membuat kebanyakan orang sekarang pingin menjadi guru.

Jadi secara detail, sertifikasi guru adalah semacam pemberian label bahwa guru tersebut sudah memenuhi standar pengajar yang baik. Karena itu, maka si guru berhak mendapatkan gaji dua kali lipat dari gaji yang diterima saat ini. Misalkan ada seorang guru PNS golongan III A dengan gaji sekitar Rp 1.900.000,-, maka ketika dia mendapatkan sertifikasi, gajinya akan naik dua kali lipat. Tetapi, gaji tambahan ini akan diberikan setiap 3 bulan sekali.

sertifikasi guru
Sumber: KRJogja

Selain itu, ada tambahan juga: gaji ini harus memenuhi kriteria khusus yaitu guru harus memenuhi jam mengajar minimal 24 jam per minggu. Jika tidak, maka gaji per 3 bulan itu tidak cair. Bahkan, jika si guru tidak berangkat dalam satu hari saja, maka bisa terancam tidak cair. Aturannya memang ketat dan sangat menekan. Mungkin ini karena gaji besar yang diberikan oleh pemerintah.

Harapan pemerintah adalah dengan diberi gaji yang besar maka guru bisa dengan penuh semangat menjalankan tugasnya untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa. Ini adalah harapan pemerintah. Untuk memenuhi harapan pemerintah ini, seorang guru dituntut untuk meng-upgrade ilmu pengetahuannya dengan cara mengikuti berbagai macam pendidikan, misalkan guru dengan pendidikan S1 bisa mengambil program S2.

Tetapi, nyatanya di lapangan jauh berbeda. Seperti aji mumpung, banyak guru PNS sertifikasi menghambur-hamburkan uang dengan cara berbelanja, membeli mobil, rumah, , dan lain-lain. Fenomena ini bisa menjadi benar atau salah. Benar karena dahulu kala seorang guru jauh dari sejahtera, maka dari itu ketika ada kesempatan untuk menjadi sejahtera maka harus dimanfaatkan sebesar-besarnya.

Menjadi salah jika guru yang sudah sertifikasi tidak meng-upgrade pengetahuannya untuk kepentingan mendidik siswa. Mereka malah asyik dengan fasilitas gaji dua kali lipat yang diberikan oleh pemerintah tanpa menghiraukan cara yang lebih baik untuk mendidik.

Bagaimana Dengan Sertifikasi Guru Swasta?

Guru swasta juga berhak mendapatkan sertifikasi. Bedanya dari guru PNS adalah bahwa mereka tidak mendapatkan dana pensiun ketika sudah tua nanti. Sedangkan besaran sertifikasinya sama dengan guru PNS. Guru swasta biasanya juga mendapatkan gaji dari yayasan tempat mereka mengajar. Jadi, guru PNS mendapatkan pensiun dan gaji dari pemerintah, guru swasta mendapatkan gaji dari yayasan dan juga sertifikasi dari pemerintah, tetapi besar kemungkinan tidak mendapatkan pensiun.

Itulah perbedaan guru swasta sertifikasi dan guru PNS sertifikasi.

Bagaimana dengan guru honorer? Menurut informasi yang saya terima, guru honorer memiliki dua pilihan, yaitu menjadi guru tetap yayasan atau tetap menjadi guru honorer dengan iming-iming suatu saat nanti akan diangkat menjadi CPNS. Ketika memutuskan untuk menjadi guru tetap yayasan, maka dia sudah kehilangan kesempatan untuk menjadi guru PNS. Kemudian dia bisa mengejar sertifikasi guru setelah mengajar selama minimal 5 tahun.

Untuk guru honorer, biasanya harus mencapai masa pengabdian 10 tahun dan setelah itu baru bisa diangkat menjadi CPNS. Tetapi syarat dan ketentuan berlaku: setiap daerah berbeda-beda kebijakannya. Kalau lewat “jalur belakang”, kemungkinan tepat waktu, artinya 10 tahun diangkat menjadi CPNS.

Itulah sekelumit masalah yang berkaitan dengan guru, sertifikasi, CPNS, guru honorer, dan guru tetap yayasan.

Written by Bimo

Web developer, menggunakan CakePHP sebagai inti pengembangan situs dan wordpress untuk bermain blog. Kadang-kadang menulis, coding. Suka bersepeda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

ugetuget- Akankah Wenger Out Terdengar Sekali Lagi?

Wenger Out: Akankah Terdengar Sekali Lagi?

ugetuget- Armada The Heavy Metal Mengamuk di Kandang FK Maribor

Armada The Heavy Metal Mengamuk di Kandang FK Maribor