Sepak Bola Sebuah Permainan yang Tidak Main-main
Sumber gambar: cikalnews.com
in

Sepak Bola: Sebuah Permainan yang Tidak Main-main

UGETUGET – Banyak orang menganggap bahwa sepak bola hanyalah permainan biasa. Ditonton untuk hiburan. Dimainkan untuk mencari yang menang. Imbalannya hadiah. Sesederhana itukah olahraga yang paling fenomenal sejagat raya ini?

Sepak bola adalah bagian dari permainan, itu jelas. Saya juga sepakat. Tapi menurut saya, permainan ini tidak sekadar main-main.

Terlalu banyak hal yang dipertaruhkan dalam sepak bola. Hadiah? Uang investor? Iya, tapi lebih dari itu. Ada hal lain yang selalu dipertaruhkan untuk olah raga ini. Salah satunya datang dari para aktor lapangan hijau. Ya. DEDIKASI TINGGI PARA PEMAINNYA.

Saya rasa belum ada yang lupa dengan takdir Choirul Huda yang meninggal secara sempurna sebagai pemain sepak bola. Dedikasi paling mahal berupa nyawa yang harus ia korbankan untuk membela klub tercinta. Menyelamatkan sesuatu yang dia cintai dengan pengorbanan rela mati. Itu salah satu contoh dedikasi kiper kita yang telah tenang di alam sana.

Tempo hari, kabar tidak menyenangkan datang lagi dari sepak bola negeri ini. Tenang, bukan soal kematian. Tapi tetap tentang rasa sakit. Salah seorang pemain kita harus ikhlas menepi dari lapangan hijau karena patah tulang fibula. Kali ini Kim Jeffrey Kurniawan yang merasakan sakit akibat olah raga yang dicintainya itu.

Dalam waktu yang belum lama ini, dua aktor lapangan hijau menjadi bukti bahwa sepak bola adalah permainan yang tidak main-main. Ketika dua puluh dua pemain dari kedua kesebelasan telah ditunjuk untuk memasuki lapangan, maka mereka menjadi pejuang perang yang harus siap mengambil semua risiko selama pertandingan berlangsung. Keselamatan mereka pun dipertaruhkan layaknya seorang pejuang dalam perang.

Yang masih sering tidak saya mengerti, ulah fans yang hanya duduk manis menikmati pertandingan, tanpa berlari kesana kemari selama sembilan puluh menit, tanpa terjatuh, tanpa terinjak, sering sekali melontarkan kata kasar kepada pemain yang jelas sudah berjuang.

Lihat komentar warganet ketika Timnas Indonesia kalah? Apalagi kalau kalahnya waktu lawan Malaysia. Beehhh! Cacian di mana-mana.

Tapi sudahlah. Masalah ini tidak perlu diperdebatkan. Mungkin sepak bola memang butuh fans seperti mereka. Yang mengekspresikan rasa kecewa dan selalu menuntut hal yang lebih. Semoga saja, para pemain yang menerima kritik itu bisa mengambilnya secara positif. Menjadikan cacian itu sebagai suplemen untuk membuat mereka lebih tangguh lagi, bukan sebaliknya membuat loyo. Ya, semoga saja.

Sumber gambar: cikalnews.com

https://www.youtube.com/watch?v=uap9d-5kf9M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Tak Mau Ketinggalan, Nenek Si Pemulung Gemar Bawa Ponsel

Tak Mau Ketinggalan, Nenek Pemulung Gemar Bawa Ponsel

Generasi Micin Ternyata Sudah Ada Sejak Dulu, Ini Nenek Moyangnya uget uget

Generasi Micin Ternyata Sudah Ada Sejak Dulu, Ini Nenek Moyangnya