Sport

Selebrasi Pemain Sepak Bola Gagal: Renungan

UGETUGETSelebrasi pemain sepak bola memang menjadi bagian tak terpisahkan dalam pertandingan. Tapi, kalau terlalu berlebihan dan tidak waspada, bisa merepotkan, bahkan menyakitkan.

Tentu, berhasil mencetak gol dalam sebuah pertandingan sepak bola adalah cita-cita setiap pemain. Oleh karena itu, tiap kali mencetak gol, seorang pemain akan diluapi rasa senang. Bila diibaratkan, seperti merayakan lebaran yang waktunya bareng dengan agustusan — tentu hanya berlaku di Tanah Air beta ini.

Walaupun tidak sering terjadi, tapi kadang-kadang rasa senang itu bisa membikin selebrasi pemain sepak bola lupa diri. Lupa bahwa pemain sepak bola pun tetap seorang manusia biasa, yang tidak luput dari kemungkinan melakukan kesalahan yang justru bisa menimbulkan rasa sakit.

Kalau hanya sakit fisik saja, masih alhamdullillah. Kalau yang sakit perasaannya, uh, sakitnya tuh di sini (nunjuk dada). Tambah parah lagi kalau sakitnya menimbulkan suatu peristiwa yang memalukan. Nggak kebayang pokoknya mah. Mending aing minggat daripada sakit perasaan.

Tapi, kadang-kadang orang yang menderita rasa sakit harus bertahan. Bertahan dan menunjukkan ketegarannya di hadapan semua orang. Kemudian, dengan kebahagiaan yang dibuat-buat mereka bilang, “Aku baik-baik saja.”

Itu kalau orang yang sakit itu suka nonton televisi dan sering mantengin Mario Teguh. Kalau di rumahnya nggak ada televisi dan nggak tahu Mario Teguh, bisa jadi orang itu akan sakit seumur hidup. Bukan hanya sakit fisik, tapi juga batinnya, dan lama-lama juga ingatannya (nauzubillah).

Mungkin seperti itulah dirasakan ketika selebrasi pemain sepak bola ketambahan peristiwa memalukan saat dilakukan di dalam lapangan. Peristiwa yang disaksikan banyak orang!

Barangkali, penonton segera melupakan peristiwa yang memalukan itu, terutama kalau pemain yang sama itu mencetak gol lagi, atau bikin hattrick, atau quattrick.

Yang jelas, kadang-kadang sebuah peristiwa memang tidak dapat direncanakan. Sehingga, bisa saja kejadian buruk kadang justru terjadi saat merayakan keberhasilan. Keberhasilan dalam bentuk apa pun.

Kadang ada orang yang tidak dapat melupakannya. Bahkan ingat betul dengan detail. Begitulah sebuah kesalahan kecil akan selalu terkenang sepanjang hayat.

Dan kalau sudah seperti itu, akan sulit untuk tidak menunduk saat mengingatnya kembali. Sambil tertawa malu-malu kucing, menyembunyikan gigi yang kuning untuk nyengir. Pun demikian, kejadian memalukan itu tidak dapat dihilangkan.

Oleh karenanya, mari kita berkaca pada selebrasi pemain sepak bola dalam video ini agar tidak mengalami pengalaman buruk di kemudian hari. Cobalah untuk terus berhati-hati dalam segala situasi. Sebab, salah-salah akan terjadi hal yang tidak mengenakkan.

Bukan hanya pada saat-saat yang biasa, melainkan juga pada waktu yang kita yakini tidak akan ada kejadian buruk. Sebagai manusia yang tidak dapat melihat dan menentukan peristiwa yang akan lewat, berhati-hati adalah kebijakan yang amat bijak.

Berbagai selebrasi pemain sepak bola yang gagal ini mengingatkan kita agar jangan terlalu percaya diri dengan segala yang dimiliki. Itu penyakit. Kadang-kadang sebuah peristiwa menakjubkan datang saat kita tidak menduganya sama sekali. Kalau kata Tolstoy, Tuhan maha tahu, tapi Ia menunggu.

Dan karena manusia tidak bisa terus sok tahu, maka jangan ikut menunggu seperti Tuhannya Tolstoy. Tuhanku juga ding, mungkin juga Tuhanmu. Barangkali Tuhan kita sama. Maukah kau ber-Tuhan yang sama denganku?

Sumber gambar: Haigrid.id

https://www.youtube.com/watch?v=iLnjG9bHpcU

Bagikan artikel ini:

Leave a Comment

Pingin konten seru tiap hari?

Dapetin konten menarik di emailmu

Makasih bro, tunggu konten dari kami ya

Ada kesalahan, coba ulangi lagi