Sejarah THR, Kamu Tau?
Sumber gambar: disnaker.makassar.go.id
in

Sejarah THR, Kamu Tau?

UGETUGET – Lebaran tinggal sepuluh hari lagi. Bagi Anda yang telah melaksanakan puasa dengan sungguh-sungguh, kedatangan lebaran menjadi garis finis yang dinantikan oleh seluruh umat manusia. Maka, wajar jika persiapan-persiapan menuju lebaran pun tidak biasa. Anda bebas untuk membeli baju baru, sepatu baru, mempersiapkan menu makanan yang enak dan banyak.

Lebaran adalah hari kemenangan. Menjelang lebaran seperti ini, sudahkah Anda mendapatkan Tunjangan Hari Raya? Biasanya sih belum. THR biasanya diberikan H-7 menjelang lebaran. Tapi tak apa, bersabarlah. Besok Anda akan belanja banyak di pasar.

Berbicara tentang THR, apakah Anda mengetahui sedikit sejarah THR? Karena ternyata, THR ada dan bisa bertahan sampai sekarang dengan melalui berbagai macam cobaan. Bagaimana tidak, memberikan THR sama saja memberikan uang dengan cuma-cuma kepada pegawai. Tanpa ada pemasukan, pun jumlahnya besar.

Maka, pada masa awal kemunculannya, diiringi dengan ketegangan antara pemerintah sebagai badan pembentuk kebijakan dengan swasta yang berproduksi di Indonesia.

Sejarah THR

Adalah Menteri Soekiman Wirjosandjojo, seorang politikus dari Partai Masyumi, yang menjadi tokoh utama yang membidani kelahiran kebijakan THR. Menjabat sejak 27 April 1951 hingga 3 April 1952, salah satu program Kabinet Soekiman pada saat itu adalah meningkatkan kesejahteraan aparatur negara.

Sejarah THR, Kamu Tau?
Sumber gambar: disnaker.makassar.go.id

Salah satu produk kebijakannya adalah memberikan tunjangan kepada para Pamong Pradja (kini PNS) menjelang hari raya. Tidak hanya berhenti pada proses perumusan, proses pelaksanaan program THR ini mendapatkan perhatian penuh dari Kabinet Soekirman.

Dalam surat keputuan kebijakan, pemerintah melalui Menteri Tenaga Kerja mewajibkan perusahaan swasta untuk membayarkan THR paling lambat 7 hari menjelang hari raya. Bagi perusahaan yang lalai memberikan THR akan dijatuhi sanksi.

Kebijakan Kabinet Soekiman memberikan THR bagi Pamong Pradja mendapat protes dari kalangan buruh. Mereka merasa sudah bekerja keras untuk membangkitkan perekonomian nasional namun sama sekali tak mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Pada 13 Februari 1952, para buruh melakukan mogok kerja menuntut diberikan THR juga dari pemerintah. Aksi buruh itu bisa diredam oleh pemerintah. Hasilnya, Menteri Soekiman meminta perusahaan-perusahaan (swasta) memberikan THR.

Written by Biru Samudra

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Membandingkan Rengginang di Khong Guan dengan Solo: A Star Wars Story

Membandingkan Rengginang di Khong Guan dengan Solo: A Star Wars Story

Buka Puasa Pakai Air Hangat atau Air Dingin? Begini Kata Ahli

Buka Puasa Pakai Air Hangat atau Air Dingin? Begini Kata Ahli