Suka Hidangan Manis, Belum Lengkap Rasanya Jika Belum Tahu Sejarah Pabrik Gula Madukismo
Sumber gambar: njogja.co.id
in

Suka Hidangan Manis, Belum Lengkap Rasanya Jika Belum Tahu Sejarah Pabrik Gula Madukismo

UGET-UGET | Bahan makanan yang manis tidak lepas dari yang namanya gula. Gula memang banyak macamnya, ada gula pasir, gula merah, gula aren, dan lain sebagainya. Apa kamu pencinta makanan manis? Belum lengkap rasanya jika kamu belum mengenal Pabrik Gula Madukismo.

Dalam kegiatan sehari-hari, gula pasir adalah gula yang paling sering digunakan. Bisa untuk pemanis saat membuat teh, kopi, jus, atau bahkan pemanis di dalam menu masakan.

Berbicara mengenai gula pasir yang merupakan bahan makanan sehari-hari, tidak lepas dari proses produksinya. Bahan makanan bertekstur lembut ini tidak begitu saja jatuh ke tangan konsumen. Untuk itu, perlu campur tangan dari produsen dalam mengolah tebu menjadi butiran-butiran kristal tersebut.

Salah satu pabrik gula yang cukup terkenal di Yogyakarta adalah Pabrik Gula Madukismo (PG Madukismo). Pabrik yang terletak di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul ini telah berdiri lama, kurang lebih 62 tahun.

Suka Hidangan Manis, Belum Lengkap Rasanya Jika Belum Tahu Sejarah Pabrik Gula Madukismo
Sumber gambar: njogja.co.id

Pada mulanya, pabrik gula ini bernama Pabrik Gula Padokan, karena lokasi pabrik yang berada di sebelah barat dusun Padokan. Perjalanan pabrik yang bertahun-tahun telah memproduksi butir-butir gula pasir ini, tidak selembut seperti hasil produksinya.

Dahulu pabrik ini pernah hancur pada saat masa penjajahan Belanda, tetapi Sri Sultan Hamengku Buwono IX merintis kembali pabrik tersebut dengan nama Pabrik Gula Madukismo. Pendirian pabrik gula ini sangat berguna untuk meningkatkan perekonomian warga, karena sejak pabrik dihancurkan Belanda, banyak karyawan yang kehilangan pekerjaan.

Pabrik Gula Madukismo memulai proses penggilingan tebu bulan Mei sampai September. Tak heran apabila melewati daerah sana, akan banyak truk-truk pengangkut tebu yang akan digiling di pabrik tersebut. Selain itu ada jam-jam tertentu saat melewati daerah Madukismo. Misalnya saat kurang lebih pukul 21.00, kemungkinan pengguna sepeda motor dan mobil akan dihadapkan dengan kereta pengangkut tebu. Kereta tersebut memang melintasi jalan umum, maka para pengendara umum wajib bersabar ketika malam melewati lokasi tersebut.

Suka Hidangan Manis, Belum Lengkap Rasanya Jika Belum Tahu Sejarah Pabrik Gula Madukismo
Sumber gambar: kumparan.com

Pada pukul 21.00 akan terdengar suara semacam sirine yang sangat nyaring dan terdengar hingga satu pedukuhan. Sirine tersebut tandanya bahwa sudah saatnya pergantian karyawan. Selanjutnya, pada pukul 22.00 bunyi sirine akan terdengar kembali yang berarti proses penggilingan tebu akan dimulai.

Pada saat masuk bulan Mei, kegiatan cembengan pun mulai diadakan. Cembengan adalah ritual memohon doa restu agar saat proses penggilingan berjalan dengan lancar. Dengan semakin berjalannya waktu, kegiatan cembengan pun tidak hanya memohon doa restu, tetapi ada pula pasar malam yang turut meramaikan acara penggilingan tebu tersebut.

Pasar malam Cembengan ini berlangsung selama satu bulan full di bulan Mei. Terdapat banyak aneka jajanan, wisata, busana, dan lainnya layaknya pasar malam seperti biasanya.

Selain Cembengan, ada pula acara lain seperti kirab tebu dan wayangan. Acara kirab tebu ini juga turut diramaikan oleh Bregada-Bregada yang ikut saat tebu dikirab. Ada pula acara temanten tebu. Seperti layaknya pengantin, tebu didandani pria dan wanita dan dijadikan sebagai pengantin. Diharapkan dengan ritual-ritual seperti ini agar proses produksi berjalan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Comments

comments

Penyuka UFO? Perusahaan ini Bertujuan Memproduksi Teknologinya, Lho!

Jelang Pemilihan Umum, Bertebaran Akun Klonengan. Gimana Cara Mengenalinya?

Jelang Pemilihan Umum, Bertebaran Akun Klonengan. Gimana Cara Mengenalinya?