Searching Tentang Pencarian di Rimba Informasi
Sumber gambar: nziff.co.nz
in

Searching: Tentang Pencarian di Rimba Informasi

UGET-UGET | Di Indonesia, apa yang ditampilkan dalam film ini mungkin masih terasa jauh. Dunia digital belum begitu terintegrasi dengan baik dalam kehidupan masyarakat. Namun, lain tempat lain ilalang. Dan itulah apa yang ditampilkan dalam film berjudul Searching yang diluncurkan tahun ini.

Film bergenre thriller ini adalah garapan dari seorang sutradara Amerika keturunan India, Aneesh Chaganty. Untuk pengerjaan skrip, dirinya menggandeng Sev Ohanian, yang terkenal lewat film berjudul¬†‘My Big Fat Armenian Family’.

Secara singkat, film ini berkisah tentang pencarian seorang ayah (John Co) atas anaknya (Michelle La) yang sudah beberapa hari menghilang dari rumah. Dan sebagaimana judul yang menyiratkan isi, sang ayah pun mengawali pencariannya secara online.

Ia bongkar data di dalam laptop milik sang anak, ia uraikan jaringan pertemanannya dan susun dengan tabel sederhana, lengkap dengan penjelasan detail mengenai sifat, pertemuan terakhir, dan modus saat peristiwa berlangsung.

Pertanyaan utamanya adalah, bagaimana bisa untuk mengidentifikasi sifat dan watak seorang anak, sang ayah harus bekerja ekstra menyusuri lingkar pertemanan di sosial media? Apakah ada yang salah dari hubungan keduanya? Lalu, bagaimana bisa kondisi seperti itu tercipta?

Premis utamanya adalah tentang relasi orang tua dan anak. Metodenya melalui penjelasan bagaimana seharusnya hubungan orang tua-anak melalui perangkat teknologi seharusnya berjalan. Dan hasilnya?

Yah, mungkin bisa kita simpulkan secara sederhana sebagai ajakan agar kita menerima penuh-seluruh kehadiran teknologi dalam kehidupan kita. Sebagaimana yang sudah saya sampaikan di atas, kita kurang bisa memahami konteks cerita, jika itu dimaknai sesuai latar belakang masyarakat Indonesia.

Di negeri ini sendiri, bisa dikatakan bahwa hanya beberapa persen saja warganya yang bisa memaksimalkan peran dan fungsi teknologi dalam dunia nyata. Selebihnya adalah gaya hidup yang berkaitan dengan tingkat konsumsi.

Oleh karena itu, wajar jika ada beberapa pembacaan yang mungkin terjebak dalam oposisi klise mengenai benar dan salah. Menangkap film Searching ini sebagai sebentuk peringatan ihwal efek buruk dari teknologi.

Namun, ketika kita melampaui cerita, dan menempatkannya dalam konteks global seperti saat ini, yang ada bukanlah kesan horor. Yang terlihat adalah ajakan sekaligus nasihat, bahwa dibutuhkan cara yang berbeda agar teknologi bisa terintegrasi sempurna dalam kehidupan sosial dan masyarakat.

Revolusi 4.0 sudah mulai berjalan, terlambat jika Anda mengkhawatirkannya dengan pro dan kontra.

Written by Biru Samudra

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Tipe-tipe Fans Sepak Bola di Indonesia, Kamu Termasuk yang Mana Nih

Tipe-tipe Fans Sepak Bola di Indonesia, Kamu Termasuk yang Mana Nih?

AFC U-19 Timnas U-19 Kalah dari Qatar dengan Kepala Tegak1

AFC U-19: Timnas U-19 Kalah dari Qatar dengan Kepala Tegak