Sandeq Race Festival: Perlombaan Moderen, Cita Rasa Tradisional
Sumber gambar: YouTube
in

Sandeq Race Festival: Lomba Balap Perahu Tradisional

UGET-UGET | Suku Mandar, salah satu etnis tertua di wilayah Austronesia, memiliki satu peninggalan unik yang patut menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Peninggalan tersebut adalah perahu tradisional yang disebut Sandeq.

Perahu ini bisa berlayar dengan kecepatan 20 hingga 30 knot (50km/jam). Dalam sejarahnya, Sandeq digunakan masyarakat Mandar untuk berdagang dan menangkap ikan di laut. Kini, para pelaut Mandar yang disebut sebagai Passandeq, memodifikasi beberapa detail dari perahu bersejarah ini dengan bagian tubuh yang lebih ramping.

Modifikasi tersebut menjadikan Sandeq mampu berlayar lebih cepat dan tangkas dalam membelah ombak. Lalu, oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Sandeq dibuatkan perlombaan dengan tag line “The Hardest, The Longest and The Fastest”.

Perahu Sandeq berukuran 9-16 meter dan lebar kurang lebih 0,5-1 meter. Selain itu, ada cadik di sisi kanan dan kiri yang berfungsi sebagai penyeimbang kapal. Layar perahu berbentuk segitiga, fungsinya untuk menangkap angin yang digunakan sebagai tenaga penggerak perahu.

Dilansir dari Festival-Indonesia.id, Peneliti Sandeq dari Jerman, Horst H. Liebner mengungkapkan bahwa tidak ada perahu tradisional yang melaju secepat Sandeq. Perahu ini adalah perahu tercepat di seluruh Austronesia. Selain itu, perahu ini juga mampu menerjang ombak besar dan bertahan saat gelombang besar dan angina kuat. Hal ini menunjukkan daya tahan dan kekuatan Sandeq di berbagai medan dan kondisi.

Sandeq Race Festival 2018

Sandeq Race Festival: Perlombaan Moderen, Cita Rasa Tradisional
Sumber gambar: YouTube

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata memasukkan gelaran bertajuk Sandeq Race Festival masuk ke dalam Top 100 Wonderful Indonesia Events. Dipastikan, acara yang akan diselenggarakan pada tanggal 11-17 Agustus ini akan dipadati oleh wisatawan, baik lokal, nasional maupun mancanegara.

Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara ini bertujuan untuk mengembalikan spirit dari Sandeq agar sesuai masa lalu. Jadi, fungsinya bukan hanya untuk berlayar saja, melainkan juga bisa digunakan untuk berbagai kegiatan ekonomi.

Selain itu, penyelenggaraan Sandeq Race Festival juga merupakan wujud semangat masyarakat Mandar untuk merayakan gagasan masa lalu dan penghormatan kepada semangat leluhur.

Di acara tahunan ini, Anda bisa menyaksikan perlombaan yang unik. Para nelayan yang bertelanjang kaki menggunakan perahu tradisional tanpa teknologi maupun mesin, berusaha melaju lebih cepat dari yang lain. Rutenya sendiri dimulai dari Pantai Mamuju di Sulawesi Barat menuju Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut kabar yang belum bisa dikonfirmasi, tahun ini, Sandeq Race Festival akan menyajikan 40 Sandeq yang berlomba dalam kecepatan. Biasanya, di tahun-tahun sebelumnya, peserta gelaran ini berasal dari berbagai negara. Namun, untuk tahun ini belum ada rilis resmi terkait jumlah peserta dan asalnya.

Written by Biru Samudra

Penikmat film, sastra, musik dan penyuka bola musiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Viral Seorang Ibu Sholat di Tengah Jalan, Tentara Ikut Menjaganya

Viral Seorang Ibu Sholat di Tengah Jalan, Tentara Ikut Menjaganya

Google Kena Denda 73 Trilliun

Google Kena Denda 73 Trilliun, Bagaimana Dengan Android Yang Kita Pegang?